Showing posts with label konsep. Show all posts
Showing posts with label konsep. Show all posts

Sunday, January 29, 2017

KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 5)

5). Determinan Kesehatan

Gambar berikut menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang dapat memengaruhi status kesehatan manusia. Faktor tersebut di antaranya faktor lingkungan (environment), perilaku [behavior], keturunan (heredity), dan faktor pelayanan kesehatan (health care services). Untuk lebih jelasnya, berikut ini dijelaskan masing-masing faktor tersebut yang setiap faktornya dilengkapi dengan contoh.


a). Environment

Karakteristik alamiah fisik lingkungan termasuk iklim,kondisi tanah, dan topograpi, berhubungan dengan kesehatan secara langsung, berinteraksi terhadap efek ekonomi, kebudayaan, dan faktor lainnya yang berkontribusi terhadap status kesehatan. Lingkungan yang dibuat manusia dapat meningkatkan pengaruh terhadap kesehatan. Perumahan yang tidak memadai misalnya dapat berkontribusi terhadap penyakit. Lingkungan kerja, sanitasi, air, udara, polusi, berpengaruh terhadap kesehatan.

b). Behavior

Perilaku personal dan kebiasaan, termasuk perilaku merokok, mengemudi secara ugal-ugalan, makan berlebihan, penggunaan obat terlarang, tidak perhatian terhadap personal hygiene, dan terlambat dalam upaya mencari pelayanan kesehatan, memberikan pengaruh besar (major influences) terhadap health and wellness.

c). Heredity

Herediter atau faktor genetik yang merupakan faktor intrinsik yang alami dari individu dapat meningkatkan atau memengaruhi kemungkinan atau kecenderungan seseorang untuk mewarisi penyakit. Faktor genetik berinteraksi terhadap lingkungan dan perilaku.

d). Health care services

Dari keempat faktor yang memengaruhi kesehatan (input health), health care services memiliki pengaruh yang paling kecil (least influence) terhadap kesehatan dan digambarkan paling kecil dalam gambar tersebut di atas. Health care services termasuk community health services yang memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. 


Promosi kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan juga berpengaruh terhadap major input health. Apa yang dilakukan oleh institusi kesehatan seperti pencegahan penyakit melalui skrining kesehatan dan diagnosis dini serta kebiasaan pribadi yang baik (good personal habits) dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan.

Dalam public health, kita juga perlu memahami tentang determinan kesehatan (determinant of health). Gambar determinan kesehatan berikut ini menunjukkan bahwa kesehatan individu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Misalnya faktor biologi dan faktor perilaku. 

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah faktor lingkungan, baik lingkungan fisik dan sosial. Selain itu, kesehatan individu juga dipengaruhi secara tidak langsung oleh dua hal, yaitu akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan kebijakan serta intervensi yang dilakukan.

Thank you for reading KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 5)

KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 4)

KONSEP KOMUNITAS

4). Konsep Kesehatan

Kesehatan dapat diartikan atau dipersepsikan berbeda oleh setiap orang, tergantung dari bagaimana mereka memandang kesehatan dengan berbagai faktor yang terkait dan ikut memengaruhi persepsi mereka. Latar belakang pendidikan, gender, status sosial, budaya, dan yang lainnya juga dapat memberikan pandangan yang berbeda-beda tentang sehat maupun kesehatan.

Pemahaman yang benar tentang kesehatan diharapkan mampu mengarahkan individu untuk berperilaku sehat sehingga derajat kesehatan akan terus meningkat. Banyak ahli maupun pakar serta organisasi yang memberikan definisi tentang sehat.

Namun, pada buku ini penulis hanya menyampaikan dua definisi, yaitu:

a). Menurut WHO, "health is a state of complete physical, mental, social and spiritual wellbeing and not merely absence of disease or infirmity". Sehat adalah keadaan yang sempurna, baik fisik, kesejahteraan mental, sosial, dan spiritual dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. 

Selanjutnya definisi ini kemudian dimodifikasi menjadi: "health is a dynamic state of physical, mental, social spiritual wellbeing and not merely absence ofdisease or infirmity” (Basavanthappa, 2003). Sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dari fisik, mental, kesejahteraan sosial spiritual dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.

b). Sedangkan Virginia Henderson membuat definisi sehat seperti berikut ini: “Health is a quality of life, it is basic to human functions. It requires independence and interdependence. The promotion ofhealth is more important than care of sick” (Basavanthappa, 2003). Kesehatan adalah kualitas hidup, ini adalah hal dasar untuk fungsi manusia. Hal ini membutuhkan kemandirian dan saling ketergantungan. Kesehatan yang meningkat lebih penting daripada perawatan terhadap orang yang sakit.
Thank you for reading KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 4)

KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 3)

KONSEP KOMUNITAS

3). Komponen Praktik Kesehatan Komunitas

Dalam praktik kesehatan komunitas, kita mengenal dua komponen dasar (two basic components) yang mencakup promosi kesehatan dan pencegahan terhadap masalah kesehatan. Level dari pencegahan adalah kunci dari praktik kesehatan komunitas (Allender et al., 2014).

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing komponen praktik kesehatan komunitas :
a). Promosi Kesehatan Dalam bidang public health, public/community health nursing, serta dalam community health practice, promosi kesehatan adalah bagian yang sangat penting. Health promotion menyangkut semua upaya yang dilakukan untuk membantu orang-orang agar lebih dekat dengan kesehatan yang optimal atau level tertinggi dari keadaan yang sejahtera. Dalam keperawatan,

program dan aktivitas pro mosi kesehatan dilaksanakan dalam berbagai bentuk pendidikan kesehatan. Tujuan akhir dari promosi kesehatan adalah untuk meningkatkan levels of wellness untuk individu, keluarga, populasi, dan komunitas.

Upaya kesehatan komunitas yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu:
1) Meningkatkan rentang hidup sehat bagi semua warga.

2) Menurunkan kesenjangan kesehatan bagi populasi.

3)
Mendapatkan akses terhadap pelayanan pencegahan bagi semua orang.


b). Pencegahan terhadap Masalah Kesehatan 

Dalampraktikkesehatankomunitas,pencegahan adalah hal utama. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Pencegahan mengandung makna antisipasi dan mencegah terjadinya masalah atau menemukan masalah mereka sedini mungkin, untuk dapat meminimalkan potensi kecacatan dan kelemahan. Tindakan pencegahan dapa dibagi menjadi tiga level, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier.

Pencegahan primer adalah pencegahan untuk orang-orang yang masih sehat. Pencegahan sekunder dilakukan ketika telah ditemukan sakit atau pencegahan bagi orang yang telah didiagnosis sakit dan diberikan treatment atau pengobatan. Diagnosis dini atau early diagnosis adalah salah satu kuncinya, sehingga lebih awal dapat diberikan tindakan yang tepat. Pencegahan tersier adalah pencegahan berupa pemulihan atau sering dikenal dengan tindakan rehabilitatif.

Thank you for reading KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 3)

Saturday, January 28, 2017

KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 2)

KONSEP KOMUNITAS
2). Komunitas yang Sehat

Menurut CDC (2009), “a healthy community is defined as one that "continuously creates and improves both its physical and social environment, helping people to support one another in aspects of daily life and to develop to their fullest potential". Komunitas yang sehat didefinisikan sebagai salah satu yang "terus-menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial, membantu orang-orang untuk mendukung satu sama lain dalam aspek kehidupan sehari-hari dan untuk mengembangkan potensi mereka sepenuhnya".

Sementara itu, Cottrell (1976) mendeskripsikan a healthy community sebagai a competent community yang setidaknya melakukan 4 hal (Allender et al., 2014):

a. Merekaberkolaborasisecaraefektifuntukmengidentifikasi masalah dan kebutuhan komunitas.

b. Mereka menyepakati tentang konsensus tujuan dan prioritas.

c. Mereka menyetujui tentang cara dan makna untuk mengimplementasikan tujuan yang telah mereka sepakati.

d. Mereka berkolaborasi secara efektifuntuk melaksanakan tindakan-tindakan yang memang perlu mereka lakukan.

Selanjutnya WHO (2009) mengembangkan dan mendefinisikan gerakan the Healthy Cities untuk

meningkatkan status kesehatan masyarakat kota. A healthy city didefiniskan sebagai “one that is continually creating and improving those physical and social environments and expanding those community resources that enable people to mutually support each other in performing allfunctions oflife and in developing their maximum potential”. 

Kota yang sehat didefinisikan sebagai suatu kota yang secara terus-menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan-lingkungan fisik dan sosial dan memperluas sumber daya masyarakat yang memungkinkan orang untuk saling mendukung satu sama lain dalam melaksanakan semua fungsi kehidupan dan mengembangkan potensi maksimal mereka.

Terdapat 10 komponen kunci dalam a healthy city yang mencakup (Allender et al., 2014):

a). A clean, safe physical environment of a high quality (including housing quality]. Lingkungan fisik yang bersih dan aman yang berkualitas tinggi (termasuk kualitas perumahan).

b). Ecosystem that is stable now and sustainable in the long term. Ekosistem yang saat ini stabil dan berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang.

c). A strong mutually supportive and non exploitative community. Dukungan mutualisme yang kuat dan tidak mengeksploitasi komunitas.

d). A high degree ofparticipation in and control by the citizens over the decisions affecting their lives, health, and wellbeing. Keperuwuiun Kesehamn Komuniius.

Sebuah partisipasi yang tinggi dan kontrol oleh warga atas keputusan yang memengaruhi kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan mereka. The meeting of basic needs (food, water, shelter, income, safety and work] for all the city's people. Pemenuhan kebutuhan dasar [makanan, air, tempat tinggal, pendapatan, keamanan, dan pekerjaan) bagi semua warga kota. 

Access by the people to experiences and resources, variety of contact, interaction, and communication. Akses oleh orang-orang dengan pengalaman dan sumber daya, berbagai kontak, interaksi, dan komunikasi. A diverse, vital, and innovative economy. Sebuah ekonomi yang beragam, vital, dan inovatif. The encouragement of connectedness with the past, cultural, and biologic heritage of city dwellers, and with other groups and individuals.

Dorongan yang berhubungan dengan masa lalu, budaya, dan warisan biologis penduduk kota, dan dengan kelompok-kelompok dan individu lainnya. A form that is compatible with and enhances the preceding characteristics. Bentuk yang kompatibel dan meningkatkan karakteristik sebelumnya. 

An optimum level ofappropriate public health and sickness care services, accessible to all, and high health status (high levels of positive and low levels of disease]. Tingkat optimal pelayanan kesehatan masyarakat dan perawatan penyakit yang tepat, dapat diakses oleh semua, dan status kesehatan yang tinggi (level tinggi pada hal yang positif dan level rendah dari penyakit).
Thank you for reading KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 2)

Friday, January 27, 2017

KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 1)

KONSEP KOMUNITAS
1). Community Concept

Kalau kita berbicara tentang keperawatan kesehatan komunitas, maka kita tidak akan pernah lepas dari konsep tentang sehat maupun kesehatan dan komunitas itu sendiri. Dalam keperawatan komunitas, yang menjadi fokusnya adalah masyarakat atau komunitas itu sendiri, di samping juga individu, keluarga, dan kelompok.

Ada beberapa definisi tentang komunitas menurut beberapa sumber, di antaranya:

a).
WHO (1974); “community is a social group determined by geographical boundaries and or common values and interests; community members known interact with one another; the communityfunction within a particular social structure; and the community creates norms, values and social institutions" (Clemen-Stone et al., 2 O02). Komunitas adalah sebuah kelompok sosial yang ditentukan oleh batas-batas geografis dan/atau nilai dan kepentingan umum; anggota komunitas yang dikenal berinteraksi satu sama lain; fungsi komunitas dalam struktur sosial tertentu, dan komunitas menciptakan norma-norma, nilai-nilai, dan lembaga-lembaga sosial.

b). '14 community is a group of people who share something in common and interact with one another, and who may exhibit a commitment with one another, and who may share a geographic boundary" (Lundy and lanes, 2009]. Sebuah komunitas adalah sekelompok orang yang berbagi kesamaan dan berinteraksi satu sama lain, dan yang mungkin menunjukkan komitmen satu sama lain, dan mungkin berbagi batas geografis.

c).
'14 population is a group ofpeople who have at least one thing in common and who may not interact with one another" (Lundy and ]anes, 2009). Sebuah populasi adalah sekelompok orang yang setidaknya memiliki satu kesamaan dan yang mungkin tidak berinteraksi satu sama lainnya.

d).  joesten [1989] defined a community as a social system, a place, and a people (Clark, 1999a). Mendefinisikan sebuah Keperuwulun Keseha Tun Komuniius komunitas sebagai sebuah sistem sosial, sebuah tempat, dan orang-orang.

e).
Shamansky and Pesznecker (1981) defined a community as a group ofpeople in a specific time and place who have common purpose, the ”who'j "where and ”when'j ”why and how" of community (Clark, 1999a). Komunitas sebagai sekelompok orang dalam waktu tertentu dan tempat yang memiliki tujuan yang sama, komunitas “siapa 'di mana

dan kapan", “mengapa dan bagaimana".

Thank you for reading KONSEP KOMUNITAS DAN KESEHATAN (BAG 1)

KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS

KONSEP KEPERAWATAN
Pelayanan kesehatan adalah salah satu pelayanan di bidang kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan saat ini sangat menjadi perhatian masyarakat luas. Perhatianmereka tidak saja pacla aspek kuantitas, tetapi sekarang ini menyangkut aspek kualitas pelayanan kesehatan itu sendiri. 

Pelayanan kesehatan tersebut diberikan oleh tenaga kesehatan profesional yang diharapkan mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat kapan dan di mana pun. Tenaga kesehatan atau health professional tersebut misalnya tenaga keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Salah satu topik yang masih hangat dibicarakan, didiskusikan, dan terus dikembangkan adalah tenaga keperawatan yang salah satu bidang atau areanya adalah keperawatan kesehatan masyarakat.

Banyak sebutan tentang keperawatan kesehatan masyarakat. Ada yang menyebut sebagai public health nursing dan ada juga yang menyebutnya dengan community health nursing. Khusus di Indonesia sendiri, kita mengenal atau yang disingkat dengan Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat), namun sekarang lebih cenderung sebutannya menjadi Keperawatan Kesehatan Komunitas. Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan

(Kepmenkes) R.I. Nomor 279/Menkes/SK/IV/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Namun, berdasarkan berbagai sumber tentang keperawatan kesehatan komunitas, sebagian dari mereka menyebutnya public health nursing, namun ada juga banyak buku yang menyebutnya community health nursing. Bahkan beberapa buku secara tegas berjudul: Public/Community Health Nursing.

Termasuk dalam beberapa definisi menyebutnya sebagai public health nursing, namun ada juga yang menyebutnya sebagai community health nursing. Hal ini dapat kita simak dari definisi menurut Association of Community Health Nursing Educators/ACHNE (1990) yang menyebutkan bahwa community health nursing dan public health nursing adalah sinonim. Secara lebih detil dapat dilihat pada bagian definisi keperawatan komunitas di buku ini. 

Dengan demikian, sebaiknya kita tidak terjebak pada perdebatan apakah public health nursing ataukah community health nursing, karena yang lebih penting adalah keperawatan kesehatan komunitas ataupun keperawatan kesehatan masyarakat semakin berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih mandiri. Harapannya, perawat kesehatan komunitas mampu memberikan pelayanan keperawatan yang terus meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Keperawatan kesehatan komunitas memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan keperawatan di masyarakat. Banyak hal yang dapat dilakukan guna ikut berperan aktif meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui keperawatan kesehatan komunitas, perawat dapat memberikan Keperuluan Kesehainn Komuniius pelayanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier kepada masyarakat. 

Namun, pada sisi yang lain keperawatan kesehatan komunitas di Indonesia juga tidak terlepas dari berbagai macam kendala dan isu penting terutama yang terkait dengan kebijakan pemerintah, regulasi, dan permasalahan lainnya. Semua itu sebaiknya dihadapi secara bijak dengan melakukan berbagai macam perubahan di dalam diri perawat itu sendiri, termasuk organisasi profesi dan institusi pendidikan keperawatan. Perawat kesehatan komunitas, terutama yang ada di Puskesmas, juga mengalami berbagai macam permasalahan.

Mereka menyadari bahwa mereka adalah para perawat yang memiliki kecakapan di bidangnya (keperawatan kesehatan komunitas). Akan tetapi, mereka tidak banyak melaksanakan tugas profesi mereka tersebut dengan berbagai macam alasan. Sebenarnya, keperawatan kesehatan komunitas adalah salah satu bidang yang sangat strategis untuk dapat berperan aktif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Menurut World Health Organization (WH O), 60-80% pelayanan kesehatan di dunia diberikan oleh perawat, sementara itu di Afrika hampir 85% pelayanan kesehatan diberikan oleh perawat (Anderson and McFarlane, 2010). Oleh karena itu, pemahaman dan kemampuan untuk mengaplikasikan keperawatan kesehatan komunitas menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan.

Thank you for reading KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS