Showing posts with label Tidur. Show all posts
Showing posts with label Tidur. Show all posts

Sunday, May 7, 2017

Apa Akibat Tidur Tidak Teratur dan Solusinya



Sebagian kita mungkin sering memperbanyak waktu tidur ataupun menguranginya. Sehingga frekuensi tidur kita tidak teratur. Apa saja akibat dari pola tidur kita yang tidak teratur? Saya bagikan juga solusinya disini.

Terlalu sering mengurangi tidur atau waktu tidur yang tidak stabil dapat membuat kita memiliki kerusakan mental.

BUKAN hanya bisa mempengaruhi penurunan aktivitas di keesokan harinya. Tidur malam yang kurang dan tidak teratur ternyata bisa mengundang datangnya kondisi kerusakan mental.

Dalam sebuah studi disebutkan bahwa orang dengan kondisi sleep apnea, seperti gangguan pernapasan saat tidur, dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan masalah mental atau demensia dibanding dengan mereka yang bebas masalah tersebut.

Lainnya, kurangnya waktu tidur di malam hari juga bisa menyebabkan menyusutnya kemampuan berpikir yang dikenal dengan penurunan kognitif pada orang tua. Penelitian yang dilakukan terhadap 15.000 perempuan di Nurses Health Study di AS menyebutkan bahwa seseorang yang tidur sebanyak kurang dari lima jam sehari memiliki fungsi mental yang lebih rendah.

Penelitian lainnya, para ilmuwan dari Universitas California, San Francisco mengukur kualitas tidur lebih dari 1.300 perempuan di atas usia 75 tahun dengan menggunakan unit sensor dan rekaman perubahan fisik saat tidur. Mereka menemukan bahwa peserta dengan gangguan pernapasan saat tidur seperti sleep apnea kemungkinan mengalami penurunan kognitif ringan atau demensia selama lima tahun dibandingkan mereka tanpa gangguan tersebut.

Meski demikian, jika Anda menderita insomnia, jangan khawatir bahwa Anda ditakdirkan untuk mengembangkan demensia. Meskipun penelitian melaporkan adanya hubungan antara gangguan tidur dan penurunan mental, mereka tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. Namun, peneliti menyarankan, dibutuhkan kesadaran yang lebih akan manfaat tidur yang cukup. Karena cukupnya waktu tiudr akan mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Namun, sebuah penelitian juga menyimpulkan bahwa prilaku tidur yang tidak teratur dapat menyebabkan gangguan jiwa.

Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami sulit tidur (insomnia), ada baiknya sedikit waspada. Menurut para periset dari Harvard Medical School dan University of California di Berkeley, Amerika Serikat, orang yang kurang tidur karena mengalami sulit tidur cenderung berisiko lebih besar mengalami psike, alias gangguan jiwa.

Menurut penelitian tersebut, kurang tidur akan mengakibatkan berkurangnya beberapa fungsi tubuh. Termasuk pengaturan sistem kekebalan tubuh dan sistem metabolisme. Kurang tidur juga mengakibatkan berkurangnya daya belajar dan daya ingat. Pemindaian otak yang dilakukan dalam penelitian juga menunjukkan bahwa otak yang mengalami kurang tidur akan menjadi sangat lelah dan emosi menjadi abnormal.

Para periset meneliti 35 orang partisipan yang tidak tidur selama 35 jam. Dengan menggunakan alatFunctional Magnetic Resonance Imaging (FMRI), periset mengamati aliran peredaran darah di otak. Dari alat itu pula, periset bisa melihat bagian otak mana yang mengalami peningkatan aktivitas.

Setelah sekian lama tidak tidur, para partisipan diminta melihat gambar-gambar yang merangsang respons emosional mereka. Tanggapan mereka bisa sedih, marah, atau senang. Ternyata, bagian otak amygdala menunjukkan peningkatan 60% jika dibandingkan dengan orang tidur normal. Amygdala merupakan bagian otak yang terkait dengan reaksi emosional manusia. Itu berarti, kondisi kurang tidur yang dialami bisa mengakibatkan keluarnya respons-respons yang berlebihan.

Menurut periset Matthew Walker, seperti diungkap medicalnewstoday.com, tanpa tidur, otak beraktivitas tidak normal, tidak mampu mengolah pengalaman emosional yang masuk ke otak untuk diproses menjadi respons yang tepat dan terkendali. Beberapa studi sebelumnya memang telah mengindikasikan pasien gangguan psike umumnya juga menderita gangguan tidur.

Selain itu, prilaku tidur yang tidak stabil sangat mempengaruhi naiknya berat badan. Coba simak hasil penelitian berikut ini.

Penelitian terbaru menduga bahwa orang yang tidak mendapatkan tidur cukup cenderung menambah berat badannya. Selain itu, tidur juga dapat mempengaruhi tingkat hormon pengatur napsu makan, leptin danghrelin. Kurang tidur juga dapat mempengaruhi pilihan-pilihan yang Anda buat sepanjang hari.

“Ada keseimbangan yang dinamis antara tidur yang baik dengan kesehatan yang baik. Kekurangan tidur mempengaruhi berat badan dan banyak hal lainnya. Jika Anda mengurangi waktu tidur Anda, ada beberapa konsekuensinya, termasuk juga mempengaruhi hormon Anda, napsu makan dan suasana hati,” kata Dr. Patrick Strollo, medical director of the University of Pittsburgh Medical Center’s Sleep Medicine Center.

Para peneliti pada the Sleep Disorders Center di Sentara Norfolk General Hospital, Virginia melakukan dua penelitian, masing-masing melibatkan 1000 pria dan wanita. Mereka menemukan bahwa semua yang melaporkan kurang tidur mengakibatkan berat badan bertambah. Tentu saja, bagi orang yang kelebihan berat badan akan menjadi lebih sulit mendapatkan tidur yang nyenyak.

“Orang yang kelebihan berat badan mungkin mengalami tidur yang kurang karena rasa panas dalam perut, mengorok atau gangguan tidur yang lebih serius seperti sleep apnea atau gejala ingin makan di malam hari,” kata Dr. Michelle May, penulis buku ‘Am I Hungry? What To Do When Diets Don’t Work.

Penelitian terbaru lainnya melibatkan 12 pria sehat yang berusia 20 tahunan. Setiap pria tidur hanya empat jam selama dua malam. Penelitian menemukan bahwa kadar leptin, sebuah hormon yang mengatakan ke otak sudah waktunya berhenti makan karena perut sudah penuh, berkurang 18 persen selama dua hari penelitian berlangsung.

Kadar hormon lain, yaitu ghrelin, yang menimbulkan rasa lapar menjadi meningkat 28 persen. Dan rata-ratanya, rasa lapar yang mereka alami meningkat 24 persen.

“Hormon akan berubah dengan kurangnya tidur,” kata Strollo.

“Mendapatkan tidur cukup merupakan cara terbaik untuk mencegah kurang tidur yang memberikan kontribusi terhadap penambahan berat badan. Jika Anda tidak bisa mendapatkan tidur cukup, beri perhatian lebih pada seberapa banyak Anda makan dan bagaimana Anda mengatasi rasa lelah dan stres,” saran May.

May juga menambahkan, jika Anda lelah dan kurang tidur, maka Anda akan lebih mudah stres dan gangguan emosional lainnya akan mendorong Anda untuk makan. Anda pun akan lebih banyak memilih makanan yang menyenangkan seperti coklat, es krim, atau keripik. Dan ketika Anda menyadari bahwa makan hanya membantu sementara saja, Anda mungkin akan menemukan diri Anda mencari makanan lagi dan lagi, hanya untuk membuat diri Anda merasa lebih baik.

Strollo mengatakan kebanyakan orang membutuhkan waktu tidur antara tujuh hingga delapan jam setiap malam.

Namun ada pula beberapa orang yang memerlukan lebih banyak waktu, yaitu sekitar 10 jam dan yang lainnya mungkin hanya membutuhkan waktu lima jam tidur setiap malamnya. Ada cara terbaik untuk mengetahui seberapa banyak waktu tidur yang Anda perlukan, kata Strollo. Ambilah liburan panjang dan setelah beberapa hari membayar hutang tidur Anda, lihat berapa jam Anda tidur hingga ketika Anda terbangun tanpa jam alarm. Jika Anda merasa bahwa kerja Anda tidak maksimal sepanjang hari, atau Anda membutuhkan sesuatu untuk membuat Anda tetap terjaga, seperti minum kopi, Anda mungkin tidak mendapatkan tidur yang cukup.

Selain makanan, kurang tidur merupakan salah satu penyebab kegemukkan saat ini.

KEGEMUKAN ternyata bukan hanya dipengaruhi oleh konsumsi jenis makanan yang salah. dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa perilaku tidur mempengaruhi berat badan.

Kurangnya waktu tidur menurut para peneliti memiliki risiko yang lebih banyak akan kalori yang kita konsumsi di malam hari, dan hal tersebut dapat dipastikanakan mempengaruhi berat badan.

Dalam beberapa tahun terakhir studi epidemiologi telah menemukan hubungan antara berapa lama kita tidur dan obesitas serta diabetes tipe 2. Hasilnya menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko kenaikan berat badan bahkan hingga diabetes. Para peneliti di German Universities Tubingen dan Lubeck and Uppsala University, Swedia, telah menyelidiki bagaimana kurangnya waktu tidur mampu meningkatkan ghrelin atau biasa dikenal sebagai hormon lapar di dalam darah.

Menurut peneliti, waktu tidur yang kurang akan membuat seseorang cenderung makan lebih banyak kalori. Tidak hanya itu, penelitian ini juga menjadi informasi baru bagaimana cukupnya waktu tidur mungkin bisa mengurangi risiko obesitas dan juga diabetes.

Lalu, bagaimana caranya mendapatkan tidur yang berkualitas?

Dr. Shah Nawaz Khan - The Review of Religions pada April 1993 memberikan solusi agar mendapatkan tidur yang sehat ala Rasulullah Muhammad SAW. Semoga bisa menjadi jawaban atas permasalahan anda ya? Aamiin

Semua mahluk hidup memerlukan istirahat setelah melakukan aktivitas / kegiatan, karena aktivitas tersebut menggunakan jaringan sel hidup sehingga akan timbul kerusakan pada jaringan tersebut, istirahat ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang dimaksud. Selama kita tidur, tubuh mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru dan limbah serta uap kotor yang terjadi pun dibuang. Tidur ini tidak hanya diperlukan oleh manusia dan hewan saja, tumbuh-tumbuhan pun memerlukannya. Sebagai contoh saja, pada siang hari tumbuhan bunga matahari daun-daun kelopak bunganya terbuka dan menutup kembali pada waktu senja menjelang malam hari.

Mengenai tidur ini, tidak ada aturan kaku dan ketat yang diberlakukan, karena istirahat tidur ini tergantung pada usia, jenis pekerjaan, temperamen setiap individu. Bayi dan anak-anak memerlukan tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Pada orang orang yang sudah berumur mereka sebenarnya lebih memerlukan istirahat daripada tidur yang sebenarnya, selama berbaring mereka lebih banyak menggunakan waktu untuk mengubah-ubah posisi berbaringnya saja. Orang yang bekerja dengan menggunakan otak/pikirannya memerlukan lebih banyak tidur dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan fisiknya. Orang-orang yang lemah dan sakit-sakitan memerlukan lebih banyak tidur daripada orang sehat. Sebagai suatu ukuran, orang dewasa yang sehat dan banyak bekerja dengan otak/pikiran seyogyanya tidur selama tujuh jam.

Malam hari adalah waktu terbaik untuk tidur. Hal ini bukanlah masalah kebiasaan saja bahwa orang-orang yang bekerja pada siang hari akan tidur pada malam hari, namun secara alamiah terlihat bahwa siang hari lebih cocok untuk bekerja dan waktu malam digunakan untuk beristirahat/tidur. Pelaksanaan diluar aturan alamiah ini akan menimbulkan suatu beban yang lebih besar dan menghasilkan kondisi yang tidak sehat. Sebagai buktinya adalah bahwa para penjaga malam, dan bintang-bintang sinema yang bekerja di malam hari sebagai konsekwensinya harus tidur di siang hari, hal demikian dapat membuat suatu pengaruh yang dapat mengganggu kesehatannya.

Tidur mempengaruhi metabolisme tubuh dan merangsang daya asimilasi, itulah sebabnya jika tidur berlama-lama malah tidak sehat, karena tubuh kita menyerap / mengasimilasi limbah dan uap-uap kotor lagi, sehingga jika kita tidur kelamaan maka akibatnya kita bukannya menjadi segar bersemangat tetapi malah loyo. Disarankan untuk menata selang-selang (periode) aktivitas dan istirahat menjadi lebih pendek. Contoh yang terbaik adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW, beliau biasanya pergi tidur tidak terlalu malam kemudian bangun beberapa saat setelah lewat tengah malam untuk melakukan shalat Tahajjud, besoknya beberapa saat menjelang tengah hari beliau tidur sejenak. 

Ada juga orang-orang yang menyarankan agar pergi tidur larut malam kemudian bangun terlambat, hal seperti ini praktis tidak alamiah. Kita mengetahui bahwa hewan pun termasuk burung-burung bangun di awal waktu pagi, Seorang Muslim diperintahkan untuk bangun awal dan menjalankan shalat subuh dan praktek seperti ini adalah selaras dengan keadaan alami sehingga menyehatkan.

Tidur berbaring dengan posisi telentang adalah kurang sehat, karena menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC, juga tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan. Banyaknya tidur pada sisi kiri badan (menghadap kekiri) bisa menggangu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak, jika ini terjadi kita akan mengalami mimpi-mimpi sedih memilukan, mimpi buruk/seram (nightmares) bahkan berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme). Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap kekanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan. Dalam posisi tidur diusahakan agar kepala menghadap ke Utara dan kaki mengarah ke Selatan, sehingga tubuh tidak menolak arus/medan magnet konstan mengaliri sekujur tubuh dari kutub magnetik Utara menuju ke Selatan dan ‘terhubung’ lancar ke sistem syaraf kita.

Perlu diketahui & diingat sehubungan dengan fenomena tidur ini, yaitu jika terdapat suatu keinginan, niat, ide didalam fikiran kita sebelum tidur maka hal-hal tersebut secara latent mengendap didalam alam bawah sadar kita sepanjang malam dan tanpa disadari akan mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Sebagai contoh, jika seorang anak kecil tertidur dalam keadaan menangis maka pada umumnya saat anak itu bangun dia akan menangis lagi. Selanjutnya, jika seorang bayi jatuh tertidur ketika sedang menyedot susu, ia juga akan membuat gerakan yang serupa ketika terbangun. Oleh sebab itu, kita dianjurkan agar mengarahkan perhatian kita sebelum tidur pada hal-hal yang berhubungan dengan moral dan spiritual..

Rasulullah Muhammad SAW menyuruh kaum Muslim untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Al Quran, yaitu ayat Kursi dan tiga surah terakhir dari Al Quran sebelum tidur. Ayat-ayat tersebut tidak untuk dirapalkan seperti jampi-jampi atau mantera. Sebagaimana dapat diketahui, ayat-ayat tersebut banyak berbicara mengenai keagungan dan keindahan sifat-sifat Tuhan, dan hal ini akan memberikan kesan yang dalam serta kuat di alam fikiran kita. Merenungkan sifat-sifat keTuhanan tersebut akan membersihkan dan meninggikan ruhani serta mendapat perlindungan Allah SWT terhadap segala godaan setan dan hal-hal yang merugikan. Praktek seperti ini jika kita laksanakan dengan baik maka akan menjadi sumber yang besar bagi kekuatan moral.

Tidak dianjurkan langsung tidur setelah makan malam. Ada pepatah lama mengatakan : berjalanlah sejauh 1 mil setelah makan malam, raihlah kebaikan untuk selamanya. Islam juga menganjurkan kita agar secara khusus menjalankan shalat Isya berjamaah di masjid. Perintah ini baik bagi jiwa maupun raga.

Sulit tidur atau tidur dengan kualitas yang buruk sering juga menjadi penyebab dan pendamping penyakit syaraf atau penyakit jiwa. Oleh sebab itu penting sekali untuk mendapatkan istirahat yang baik di malam hari. Sulit tidur bisa diatasi dengan suatu niat untuk tidur. Terdapat beberapa faktor yang membantu kita tidur, antara lain yaitu kebersihan tempat tidur, mandi air hangat, minuman hangat dsb.

Dakwah atau pengajaran Islam memang berdasarkan prinsip-prinsip kesehatan dan bersifat alami. Adalah sangat menyenangkan untuk mempelajari doktrin-doktrin Islam dipandang dari ilmu pengetahuan modern.

Thank you for reading Apa Akibat Tidur Tidak Teratur dan Solusinya

Tuesday, May 2, 2017

Saat Tidur, Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita?


Manusia menghabiskan sekitar sepertiga umurnya untuk tidur. Tidur bukan hanya sekedar istirahat, tapi jauh dari itu ada proses perbaikan pada seluruh organ tubuh. Apa saja yang terjadi pada tubuh saat tidur? Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh).

Pola tidur yang buruk berhubungan dengan kesehatan yang buruk pula. Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh lemah, penurunan memori, mudah marah dan penurunan konsentrasi. Berikut beberapa hal yang terjadi pada organ tubuh saat manusia tidur seperti dilansir Dailymail.

Otak

Meski tampak pasif, tidak aktif dan aktivitas otak turun sekitar 40 persen, tetapi otak tetap sangat aktif selama Anda tidur. Tidur malam yang khas terdiri dari lima siklus tidur yang berbeda, masing-masing berlangsung sekitar 90 menit. Empat tahap pertama setiap siklus dianggap sebagai tidur tenang atau non-rapid eye move-ment (NREM). Tahap terakhir disebut dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM).

Selama tahap pertama dari tidur ada gelombang otak undulations kecil. Selama tahap kedua, gelombang ini diselingi dengan sinyal listrik yang disebut sleep spindles, yaitu semburan kecil dari aktivitas yang berlangsung beberapa detik dan membuat keadaan tenang. Tahap ketiga terjadi gelombang lambat yang besar, semakin besar dan lambat gelombang otak makan tidur akan semakin dalam. Pada tahap keempat, 50 persen gelombang otak melambat. Pada titik ini, 40 persen aliran darah normal di otak dialihkan ke otot untuk mengembalikan energi. Tidur REM adalah tingkat tertinggi aktivitas otak. Tahap ini biasanya berhubungan dengan mimpi yang dipicu oleh pons, yaitu bagian dari batang otak yang mengirimkan impuls saraf antara sumsum tulang belakang dan otak.

Mata

Meski tertutup, pada saat tidur mata bisa tetap bergerak. Gerakan mata tersebut menunjukkan perbedaan pada tahapan tidur, gerakan paling cepat terjadi pada saat tidur REM (rapid eye movement).

Hormon

Selama terjaga, tubuh membakar oksigen dan makanan untuk menyediakan energi. Kondisi ini disebut dengan tingkat katabolik yang didominasi dengan rangsangan hormon adrenalin dan kortisteroid. Tetapi saat tidur, sistem hormon akan berpindah pada tahap anabolik, yaitu konversi energi untuk perbaikan dan pertumbuhan. Pada tahap ini tingkat hormon adrenalin dan kortikosteroid turun dan tubuh mulai memproduksi hormon pertumbuhan (human growth hormone atau HGH), melatonin, juga hormon seks testosteron, hormon kesuburan, FSH (follicle-stimulating hormone dan hormon LH (luteinizing hormone).

HGH mendorong pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan otot dan tulang dengan memfasilitasi penggunaan asam amino. Sedangkan melatonin adalah hormon yang diproduksi untuk membantu manusia untuk tidur. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar pineal jauh di dalam otak, ini membantu tubuh mengontrol irama dan siklus tidur-bangun.

Sistem kekebalan

Terjadi peningkatan produksi sistem kekebalan tubuh dan protein tertentu selama tidur, sebagai agen tertentu yang memerangi penyakit. Pembunuh kanker yang disebut TNF (tumour necrosis factor) juga dipompa melalui pembuluh darah saat tidur. Inilah yang menyebabkan tidur yang cukup dapat membantu melawan infeksi.

Suhu tubuh

Pada malam hari, suhu tubuh bersamaan dengan adrenalin mulai turun. Berkeringat mungkin terjadi sebagai usaha tubuh untuk mencoba memerangi kehilangan panas.

Kulit

Selama tidur nyenyak, tingkat metabolisme kulit dipercepat dan banyak sel-sel tubuh menunjukkan peningkatan produksi dan mengurangi kerusakan protein. Inilah yang menyebabkan tidur malam yang cukup dapat mempercantik kulit.

Pernapasan

Ketika tertidur, otot tenggorokan akan rileks sehingga tenggorokan semakin sempit setiap kali menghirup udara. Mendengkur terjadi ketika tenggorokan menyempit dan bagian dari saluran udara bergetar.

Mulut

Air liur diperlukan untuk melumasi mulut dan untuk makan. Tapi selama tidur, aliran saliva berkurang sehingga menyebabkan mulut kering di pagi hari. Namun, mulut bisa sangat aktif selama tidur, yang menyebabkan orang secara tidak sadar mengertakkan gigi pada saat tidur.

Otot

Meskipun orang dapat mengubah posisi tidur sekitar 35 kali semalam, otot-otot tubuh tetap rileks. Hal ini memberikan kesempatan bagi jaringan untuk diperbaiki dan dipulihkan.

Darah

Denyut jantung turun antara 10 dan 30 denyut per menit ketika tidur. Hal ini menghasilkan penurunan tekanan darah, yang terjadi dalam tidur nyenyak. Selama istirahat, darah mengalir dari otak, melemaskan arteri dan membuat anggota tubuh yang lebih besar. Sel-sel dan jaringan yang memecah untuk menghasilkan limbah beracun juga menjadi kurang aktif saat tidur. Hal ini memberikan kesempatan untuk jaringan yang rusak untuk dibangun kembali.

Sistem pencernaan

Selama tidur, kecepatan sistem pencernaan akan melambat. Untuk alasan ini, makan larut malam tidak dianjurkan karena enzim dan asam lambung yang berfungsi untuk mengubah makanan menjadi energi tidak aktif, sehingga bisa menumpuk kalori dalam tubuh.
 
Thank you for reading Saat Tidur, Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita?

Thursday, April 27, 2017

Fakta Menarik Seputar Tidur


Tidur termasuk dalam kebutuhan primer bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Ada beberapa alasan mengapa tidur sangat penting. Jika kita kurang tidur, risiko terkena diabetes, stroke, obesitas, hingga hipertensi, akan meningkat.

Yang menarik mengenai tidur adalah jika kita terlalu banyak tidur lebih dari yang direkomendasikan 7-8 jam setiap malam, maka kita juga akan beresiko terkena penyakit jantung. Fakta tersebut bukan satu-satunya hal menarik seputar tidur. Berikut adalah beberapa fakta mengejutkan lain mengenai tidur yang mungkin belum Anda ketahui:

- Mimpi bisa terjadi pada semua fase tidur

Dulu, para peneliti mengira bahwa kita hanya bisa bermimpi pada fase tidur Rapid Eye Movement (REM). Belakangan pendapat tersebut dikoreksi karena riset menunjukkan manusia bisa bermimpi pada semua fase tidur. Selama fase non-REM, mimpi manusia terbentuk oleh pikiran, perasaan, dan emosi yang mereka alami. 

- Tak semua orang perlu alarm untuk bangun

Beberapa orang tidak memerlukan alarm untuk bangun pada waktu yang sama karena mereka sudah memiliki jam alarm internal. Orang-orang tersebut biasanya bisa terbangun karena hormon stres adrenokortisotophin. Tubuh kita memproduksi hormon itu untuk merespon stres biologis karena mengingat harus meeting penting di pagi hari yang akhirnya membuat kita terbangun. 

- Anak dan remaja perlu waktu tidur yang sama

Mengapa para remaja selalu susah dibangunkan ketika tidur? Karena mereka sama seperti anak-anak yang perlu 10 jam waktu tidur. Sementara orang dewasa tidur 8 jam sudah membuat bugar. 

- Otak tidak pernah tertidur 

Tubuh mungkin bisa kelelahan dan mengantuk, tetapi otak kita tidak pernah berhenti berfungsi. Selama kita tertidur, otak akan sibuk memerintahkan sistem organ untuk tetap berfungsi, misalnya organ pernapasan.

- Bahaya tidur tak bisa diam

Ada orang-orang tertentu yang tak pernah bisa tenang ketika tidur, mereka menendang atau bahkan meninju sambil tidur. Menurut penelitian, orang seperti itu beresiko tinggi menderita penyakit saraf seperti parkinson ketika mereka sudah tua.

- Kurang tidur mengurangi konsentrasi

Tidur dengan waktu yang cukup sangat penting karena jika tidak Anda akan mengalami gangguan konsentrasi dan kemampuan memecahkan masalah. Kurang tidur juga membuat kita mudah lupa.

- Posisi tidur memengaruhi kecantikan

Banyak yang percaya bahwa tidur terlentang bisa membuat orang awet muda. Yang benar adalah, tidur dalam posisi miring atau tengkurap akan membuat wajah bersentuhan langsung dengan bantal. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya "garis" di wajah yang bisa memicu kerutan.

Thank you for reading Fakta Menarik Seputar Tidur

Tidur Kurang dari 6 Jam Rawan Stroke


Jika Anda memiliki kebiasaan tidur yang buruk sebaiknya segera temukan solusi untuk mengatasi hal itu. Mengapa? Riset terbaru mengindikasikan, tidur kurang dari enam jam semalam secara signifikan dapat meningkatkan risiko gejala stroke. Mereka yang harus waspada terhadap risiko ini adalah kalangan pekerja usia 40-an hingga usia lanjut dan memiliki berat badan normal.

Dalam kajiannya, peneliti dari University Alabama di Birmingham melibatkan 5.666 partisipan berusia 45 tahun ke atas, yang dipantau perkembangannya selama tiga tahun. Para peserta tidak memiliki riwayat stroke, serangan iskemik transien, gejala stroke atau risiko tinggi terkait sleep apnea pada awal penelitian. Hasil studi menunjukkan, mereka yang punya kebiasaan tidur kurang dari enam jam setiap hari berisiko lebih tinggi mengidap stroke ketimbang peserta yang tidurnya cukup.
Bahkan risiko stroke di antara peserta yang tidur kurang dari enam jam tercatat lebih tinggi empat kali lipat dibanding mereka yang tidur antara tujuh dampai delapan jam. Risiko ini berlaku bagi mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal dan berisiko rendah memiliki gangguan tidur sleep apnea.

"Kami berspekulasi bahwa durasi tidur yang pendek adalah pemicu dari faktor-faktor risiko stroke lainnya. Ketika faktor risiko stroke lainya hadir, mereka kemungkinan menjadi lebih kuat dibandingkan durasi tidur semata ," kata pimpinan studi, Megan Ruiter, PhD. 

Penelitian lebih lanjut, lanjut Ruiter, diperlukan untuk mendukung dan memberi argumen yang kuat bagi dokter dalam meningkatkan kesadaran akan buruknya kualitas tidur sebagai faktor risiko stroke, terutama di kalangan mereka yang tak memiliki risiko stroke.

"Tidur dan perilaku yang berhubungan tidur dapat dimodifikasi lewat terapi kognitif atau pemberian obat. Temuan ini mungkin menjadi dasar dalam penggunaan terapi tidur dalam mencegah perkembangan stroke," kata Ruiter yang mempublikasikan risetnya dalam pertemuan tahunan ke- 26 Associated Professional Sleep Societies di Boston.

Thank you for reading Tidur Kurang dari 6 Jam Rawan Stroke