Showing posts with label Makanan Balita. Show all posts
Showing posts with label Makanan Balita. Show all posts

Sunday, January 10, 2016

Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh.
Bertambah umur bayi bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, beberapa elemen nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Sebab itu sejak usia 6 bulan, kepada bayi selain ASI mulai diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) Agar kebutuhan gizi bayi/anak terpenuhi.Dalam pemberian MPASI perlu diperhatikan waktu pemberian MP-ASI ,frekuensi porsi, pemilihan bahan makanan, cara pembuatan dan cara pemberiannya. Disamping itu perlu pula diperhatikan pemberian makanan pada waktu anak sakit dan bila ibu bekerja di luar rumah.Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilon makan dan merangsang rasa percaya diri.
Pengertian MP-ASI
• MP ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
• MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang.
• Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak .
• Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
Indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat :
• Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga
• Menghilangnya refleks menjulurkan lidah
• Bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk mrnunjukkan rasa lapar, dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan
Permasalahan dalam pemberian MP-ASI
Dari hASIl beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya.
Beberapa permasalahan dalam pemberian makanan bayi/anak umur 0-24 bulan :
1. Pemberian Makanan Pralaktal (Makanan sebelum ASI keluar)
Makanan pralaktal adalah jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang, yang diberikan pada bayi yang baru lahir sebelum ASI keluar. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan bayi, dan mengganggu keberhASIlan menyusui.
2. Kolostrum dibuang
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. MASIh banyak ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan mengandung zat gizi tinggi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang.
3. Pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat
Pemberian MP-ASI yang terlalu dini (sebelum bayi berumur 6 bulan) menurunkan konsumsi ASI dan gangguan pencernaan/diare. Kalau pemberian MP-ASI terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.
4. MP-ASI yang diberikan tidak cukup
Pemberian MP-ASI pada periode umur 6-24 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan santan atau minyak pada makanan anak, dapat menyebabkan anak menderita kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin penting yang larut dalam lemak.
5. Pemberian MP-ASI sebelum ASI
Pada usia 6 bulan, pemberian ASI yang dilakukan sesudah MP-ASI dapat menyebabkan ASI kurang dikonsumsi. Pada periode ini zat-zat yang diperlukan bayi terutama diperoleh dari ASI. Dengan memberikan MP-ASI terlebih dahulu berarti kemampuan bayi untuk mengkonsumsi ASI berkurang, yang berakibat menurunnya produksi ASI. Hal ini dapat berakibat anak menderita kurang gizi. Seharusnya ASI diberikan dahulu baru MP-ASI.
6. Frekuensi pemberian MP-ASI kurang
Frekuensi pemberian MP-ASI dalam sehari kurang akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.
7. Pemberian ASI terhenti karena ibu kembali bekerja
Di daerah kota dan semi perkotaan, ada kecenderungan rendahnya frekuensi menyusui dan ASI dihentikan terlalu dini pada ibu-ibu yang bekerja karena kurangnya pemahaman tentang manajemen laktASI pada ibu bekerja. Hal ini menyebabkan konsumsi zat gizi rendah apalagi kalau pemberian MP-ASI pada anak kurang diperhatikan.
8. Kebersihan kurang
Pada umumnya ibu kurang menjaga kebersihan terutama pada saat menyediakan dan memberikan makanan pada anak. MASIh banyak ibu yang menyuapi anak dengan tangan, menyimpan makanan matang tanpa tutup makanan/tudung saji dan kurang mengamati perilaku kebersihan dari pengasuh anaknya. Hal ini memungkinkan timbulnya penyakit infeksi seperti diare (mencret) dan lain-lain.
9. Prioritas gizi yang salah pada keluarga
Banyak keluarga yang memprioritaskan makanan untuk anggota keluarga yang lebih besar, seperti ayah atau kakak tertua dibandingkan untuk anak baduta dan bila makan bersama-sama anak baduta selalu kalah.
Thank you for reading Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Ibu mungkin akan menyadari bahwa setelah bayi melewati usia 1 tahun, nafsu makannya menjadi menurun dan banyak memilih jenis makanan yang ingin dimakannya. Jangan khawatir karena ketika mereka menginjak usia 1 tahun, tingkat pertumbuhannya pun ikut melambat dan kebutuhannya untuk makan menjadi berkurang selama satu tahun pertama ini. Apa saja jenis makanan sehat untuk bayi 1 tahun yang bisa menjadi patokan bagi para ibu di rumah. Yuk, kita simak berikut ini.
Kebutuhan konsumsi anak  1 tahun tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya sehari-hari. Kebanyakan anak yang berumur 1 tahun memerlukan sekitar 1000 kalori per hari. 1000 kalori ini bisa mencakup 2 gelas susu, 2 gelas buah segar dan sayuran, 2 ons biji-bijian yang setara dengan satu potong roti atau 1 cangkir sereal dan 2 ons daging. Jenis makanan harus dibagi diantara tiga  kali makan besar dan dua kali cemilan.
Bayi 1 tahun Anda kemungkinan tidak akan memakan semua pilihan yang kita sodorkan tetapi penting bagi bayi untuk mencoba dan dibiasakan makan secara teratur dan konsisten. Menu sarapan yang cocok untuk bayi 1 tahun adalah setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur dan setengah ons biji-bijian.
Contohnya untuk sarapan seperti setengah cangkir susu, setengah cangkir nasi tim dan seperempat cangkir potongan buah pisang. Menu seperti ini adalah makanan sehat untuk bayi 1 tahun karena bayi memerlukan susu penuh lemak untuk tubuhnya. Susu jenis ini berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan otaknya.
Untuk cemilan pagi, bayi bisa diberi menu seperti setengah ons biji-bijian dengan setengah ons alternatif daging, misalnya setengah potong roti gandum atau kue kering dengan setengah ons keju atau susu. Sedangkan untuk menu makan siang bisa mencakup setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur, setengah cangkir biji-bijian dan setengah ons pilihan daging. Semua bahan ini bisa diolah menjadi nasi tim dengan sedikit garam yang disukai oleh bayi. Bisa juga bahan-bahan ini tidak diolah secara bersamaan tetapi dijadikan variasi menu sehingga bayi bisa merasakan rasa yang berbeda untuk setiap jenis bahan yang ada.
Untuk makan malam, bayi memerlukan setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah, seperempat cangkir sayuran, setengah ons biji-bijian dan satu ons pilihan daging. Berikan pilihan menu makan malam untuk bayi Anda seperti setengah cangkir susu, seperempat kacang hijau rebus, seperempat potongan wortel rebus yang empuk, seperempat cangkir pasta dan satu ons potongan daging ayam yang gurih. Semua masakan ini dibuat tanpa penyedap. Itulah tadi beberapa menu pilihan makanan sehat untuk bayi 1 tahun Anda.
Thank you for reading Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Saturday, September 12, 2015

Jenis Buah Terbaik Untuk Bayi

Buah mengandung serat dapat mencegah bayi sembelit. Serat yang tergolong prebiotik secara selektif akan dimanfaatkan oleh bakteri baik dalam usus untuk membantu mengurangi risiko diare.

Anda bisa mulai memperkenalkan buah pada bayi Anda setelah ia lebih dulu berkenalan
dengan makanan sumber karbohidrat seperti bubur beras atau bubur gandum.

Sebagai awal perkenalan, hindari buah yang rasanya masam seperti stroberi atau anggur yang masam. Buah yang terlalu masam akan membuat bayi melepeh, atau kalaupun ia menelannya, sistem pencernaannya yang belum sempurna bisa terganggu.

Pilih buah berserat halus seperti pisang atau alpukat. Pisang sejak lama telah menjadi favorit para ibu karena praktis dan bisa langsung diberikan. Cukup dikerok tipis-tipis dengan sendok dan disuapkan pada bayi. Anda juga bisa memberikan apel yang dikukus, dihaluskan, dan disaring.

Pepaya juga baik untuk bayi karena enzim papainnya mirip dengan enzim yang ditemukan dalam sistem pencernaan sehingga ideal untuk bayi. Tak perlu menambahkan gula karena bayi tak memerlukannya. Pemberian buah bisa dilakukan di antara waktu-waktu makan. Untuk pertama kali, sebaiknya berikan pada pagi menjelang siang agar bila terjadi reaksi alergi bisa segera diatasi.

Saat pertama berkenalan, bayi mungkin akan menolak karena merasa asing terhadap rasa baru yang dicicipinya. Tapi setelah pemberian kedua atau ketiga, bayi biasanya akan mulai menerima karena rasa yang ia terima sudah lebih familiar. Tetaplah telaten dan cobalah disiplin dengan waktu pemberian agar bayi juga terbiasa. Jangan lupa beri ia ciuman sebagai hadiah bila ia makan buahnya dengan baik.
Sejak mulai diperkenalkan makanan padat,  pada diet bayi sudah bisa ditambahkan dengan beraneka macam buah dan sayuran. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa beraneka macam buah dan sayuran adalah sumber yang padat nutrisi, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh; bahkan beberapa diantaranya tidak bisa diperoleh dari makanan hewani, seperti vitamin C dan berbagai zat antioksidan lainnya. Namun beberapa dari jenis buah dan sayur tidak cocok untuk bayi, karena sulit dicerna dan berpotensi tinggi menyebabkan alergi. Nah untuk itulah ibu atau orang tua harus memperoleh informasi yang jelas mengenai makanan yang akan ditambahkan untuk bayinya, karena bagaimanapun sistem pencernaan dan ketahanan tubuh bayi masih belum kuat. Tak hanya itu, cara penyajiannya pun juga perlu diperhatikan; selain harus benar-benar dipastikan kebersihannya, buah dan sayur juga perlu dihaluskan atau terkadang harus ditambahkan kedalam makanan padat utama seperti bubur atau tim nasi putih.
Advertisement
Jika bayi tidak bisa mentolerir makanan tertentu, misalnya menjadi diare, rewel, sulit BAB, hingga timbul reaksi alergi, maka orang tua perlu menghentikannya. Hal ini karena jika makanan dikombinasikan, akan sulit untuk mengetahui mana makanan yang bisa atau tidak diterima oleh bayi. Untuk itu disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan terpercaya atau dokter anak mengenai makanan pertama yang sesuai untuk diberikan kepada bayi Anda.

Nah, berikut ini adalah daftar buah dan sayuran terbaik dalam hal gizi dan sifat yang cocok diberikan kepada bayi saat mulai pertama diperkenalkan makanan padat (setelah 6 bulan kelahiran) :

Jenis sayuran dan Umbi-umbian

Jenis umbi-umbian umumnya memiliki tekstur yang lembut ketika dibuat bubur serta memiliki rasa manis alami, sehingga disukai oleh bayi. Anda bisa membuat bubur dari ubi jalar, larut, atau kentang rebus .
  • Wortel bagus untuk bayi karena kaya akan beta karoten (bentuk vitamin A), serta lembut dan rasanya manis bagus untuk kesehatan penglihatan.
  • Ubi jalar yang berwarna merupakan sumber kalium yang baik, vitamin C, dan serat. Namun pada umumnya ubi jalar yang berwarna oranye memiliki tekstur lebih lembut dan rasanya lebih manis plus sumber beta karoten yang bagus. Nutrisi-nutrisi tersebut bermanfaat membantu mencegah beberapa kanker dan efek radikal bebas. Bahkan ubi jalar setelah direbus bisa dibuat bubur dengan ditambahkan susu untuk diperkenalkan sebagai makanan padat pertama bayi.
  • Kentang mengandung vitamin C dan merupakan sumber kalium yang baik, juga dapat digabung dengan sebagian besar jenis sayuran.
Labu kuning: Labu kuning memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dicerna, memiliki rasa yang manis dan jarang menyebabkan alergi; Oleh karena itu membuatnya sempurna sebagai makanan pertama untuk bayi. Labu kuning juga merupakan sumber betakaroten yang sangat baik serta berbagai nutrisi lain dan serat.
Baca juga : Labu Kuning (Waluh) sebagai MPASI Balita terbaik
Parsnip: Bentuk sayuran umbi ini mirip atau sama persis dengan wortel, namun warnanya lebih cerah kekunnigan atau putih. Ia menyediakan pati dan serat dalam jumlah yang baik, serta mengandung antioksidan, vitamin C dan vitamin E.

Jenis buah-buahan

Pisang : Pisang banyak mengandung gula, sehingga membuatnya sebagai buah sumber energi yang baik. Buah ini juga bertekstur lembut, serta merupakan sumber vitamin C, folat, zat besi, dan banyak nutrisi lainnya. Pisang juga baik untuk mencegah diare dan sembelit. Baca juga : Apakah Pisang baik untuk Makanan Bayi?
Pepaya : Daging pepaya sangat lembut sehingga mudah ditelan bayi, merupakan makanan yang baik untuk bayi yang sudah diperkenalkan makanan padat. Buah ini kaya akan vitamin C dan betakaroten, juga tinggi serat larut yang penting untuk fungsi usus normal. Pepaya juga mengandung enzim yang bermanfaat membantu pencernaan.
Jeruk : adalah buah yang sangat kaya akan vitamin C; yang tentunya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal radikal bebas.
Mangga : Selain rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, mangga banyak mengandung Vitamin K selain vitamin C dan Vitamin A. Namun sebaiknya tidak terlalu banyak memberikan mangga kepada bayi, karena tingginya serat dan gula bisa membuat bayi diare.
Buah Pir : teksturnya yang renyah dan sifatnya lembut dalam usus perut, serta tidak menyebabkan alergi, membuat buah pir menjadi makanan yang bagus untuk bayi.
Buah Plum atau prunes :  Plum dan prunes hampir tak memiliki perbedaan, keduanya tinggi serat, rendah kolesterol, bebas sodium, serta kaya akan vitamin A dan vitamin C.
Buah Cranberrie: Buah ini kaya akan vitamin A dan tidak meyebabkan alergi. Banyak bayi yang menyukai rasa dari buah yang juga tinggi antioksidan ini.
Buah Anggur : Banyak mengandung Vitamin, mineral, dan Kalsium, termasuk salah satu dari buah paling bergizi sedunia. Anggur bisa dihaluskan dan dicampur dengan makanan lain untuk bayi.
Kiwi : Buah kiwi kaya akan vitamin c, serat, kalium dan bahkan folat. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak, tentu akan disukai oleh bayi Anda.
Alpukat : Adalah buah yang lembut dan sangat sehat, yang sudah sangat populer diberikan kepada bayi diseluruh dunia. Alpukat mengandung lemak baik dan merupakan buah yang sangat tinggi nilai gizinya.
Apel : Buah yang satu ini sudah tak perlu diragukan lagi manfaatnya bagi kesehata. Ketahui info lebih lanjut di Khasiat Manfaat Buah Apel
Aprikot : Buah ini mengandung banyak betakaroten (ProVitamin A), vitamin C, dan senyawa likopen, merupakan makanan tambahan yang bagus untuk bayi.
Blueberry :  tinggi mengandung antioksidan, serat, vitamin A dan vitamin C. Namun coba berikan ini ketika bayi sudah berusia sekitar 8 bulan.
Melon : banyak mengandung vitamin A, vitamin C dan Kalsium. Melon juga kaya beta-karoten sehingga bagus bagi perkembangan mata pada bayi. Baca juga : Pentingnya Vitamin A  untuk perkembangan anak
Buah Ceri : Memiliki rasa yang manis dan lezat dan tentu saja sangat bergizi tinggi. Buah ini juga cocok untuk ditambahkan kedalam diet makanan padat bayi pertama.
Selalu berkonsultasi kepada dokter anak Anda sebelum memberikan jenis makanan padat atau tambahan apapun kepada bayi, karena mungkin setiap bayi memiliki kondisi yang berbeda. Berikan jenis buah atau sayuran yang baik untuk diet makanan padat pertama pada bayi secara bertahap dimulai dari jumlah sedikit.
- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/buah-dan-sayur-terbaik-pada-bayi.html#sthash.F5coiDBo.dpuf
Sejak mulai diperkenalkan makanan padat,  pada diet bayi sudah bisa ditambahkan dengan beraneka macam buah dan sayuran. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa beraneka macam buah dan sayuran adalah sumber yang padat nutrisi, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh; bahkan beberapa diantaranya tidak bisa diperoleh dari makanan hewani, seperti vitamin C dan berbagai zat antioksidan lainnya. Namun beberapa dari jenis buah dan sayur tidak cocok untuk bayi, karena sulit dicerna dan berpotensi tinggi menyebabkan alergi. Nah untuk itulah ibu atau orang tua harus memperoleh informasi yang jelas mengenai makanan yang akan ditambahkan untuk bayinya, karena bagaimanapun sistem pencernaan dan ketahanan tubuh bayi masih belum kuat. Tak hanya itu, cara penyajiannya pun juga perlu diperhatikan; selain harus benar-benar dipastikan kebersihannya, buah dan sayur juga perlu dihaluskan atau terkadang harus ditambahkan kedalam makanan padat utama seperti bubur atau tim nasi putih.
Advertisement
Jika bayi tidak bisa mentolerir makanan tertentu, misalnya menjadi diare, rewel, sulit BAB, hingga timbul reaksi alergi, maka orang tua perlu menghentikannya. Hal ini karena jika makanan dikombinasikan, akan sulit untuk mengetahui mana makanan yang bisa atau tidak diterima oleh bayi. Untuk itu disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan terpercaya atau dokter anak mengenai makanan pertama yang sesuai untuk diberikan kepada bayi Anda.

Nah, berikut ini adalah daftar buah dan sayuran terbaik dalam hal gizi dan sifat yang cocok diberikan kepada bayi saat mulai pertama diperkenalkan makanan padat (setelah 6 bulan kelahiran) :

Jenis sayuran dan Umbi-umbian

Jenis umbi-umbian umumnya memiliki tekstur yang lembut ketika dibuat bubur serta memiliki rasa manis alami, sehingga disukai oleh bayi. Anda bisa membuat bubur dari ubi jalar, larut, atau kentang rebus .
  • Wortel bagus untuk bayi karena kaya akan beta karoten (bentuk vitamin A), serta lembut dan rasanya manis bagus untuk kesehatan penglihatan.
  • Ubi jalar yang berwarna merupakan sumber kalium yang baik, vitamin C, dan serat. Namun pada umumnya ubi jalar yang berwarna oranye memiliki tekstur lebih lembut dan rasanya lebih manis plus sumber beta karoten yang bagus. Nutrisi-nutrisi tersebut bermanfaat membantu mencegah beberapa kanker dan efek radikal bebas. Bahkan ubi jalar setelah direbus bisa dibuat bubur dengan ditambahkan susu untuk diperkenalkan sebagai makanan padat pertama bayi.
  • Kentang mengandung vitamin C dan merupakan sumber kalium yang baik, juga dapat digabung dengan sebagian besar jenis sayuran.
Labu kuning: Labu kuning memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dicerna, memiliki rasa yang manis dan jarang menyebabkan alergi; Oleh karena itu membuatnya sempurna sebagai makanan pertama untuk bayi. Labu kuning juga merupakan sumber betakaroten yang sangat baik serta berbagai nutrisi lain dan serat.
Baca juga : Labu Kuning (Waluh) sebagai MPASI Balita terbaik
Parsnip: Bentuk sayuran umbi ini mirip atau sama persis dengan wortel, namun warnanya lebih cerah kekunnigan atau putih. Ia menyediakan pati dan serat dalam jumlah yang baik, serta mengandung antioksidan, vitamin C dan vitamin E.

Jenis buah-buahan

Pisang : Pisang banyak mengandung gula, sehingga membuatnya sebagai buah sumber energi yang baik. Buah ini juga bertekstur lembut, serta merupakan sumber vitamin C, folat, zat besi, dan banyak nutrisi lainnya. Pisang juga baik untuk mencegah diare dan sembelit. Baca juga : Apakah Pisang baik untuk Makanan Bayi?
Pepaya : Daging pepaya sangat lembut sehingga mudah ditelan bayi, merupakan makanan yang baik untuk bayi yang sudah diperkenalkan makanan padat. Buah ini kaya akan vitamin C dan betakaroten, juga tinggi serat larut yang penting untuk fungsi usus normal. Pepaya juga mengandung enzim yang bermanfaat membantu pencernaan.
Jeruk : adalah buah yang sangat kaya akan vitamin C; yang tentunya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal radikal bebas.
Mangga : Selain rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, mangga banyak mengandung Vitamin K selain vitamin C dan Vitamin A. Namun sebaiknya tidak terlalu banyak memberikan mangga kepada bayi, karena tingginya serat dan gula bisa membuat bayi diare.
Buah Pir : teksturnya yang renyah dan sifatnya lembut dalam usus perut, serta tidak menyebabkan alergi, membuat buah pir menjadi makanan yang bagus untuk bayi.
Buah Plum atau prunes :  Plum dan prunes hampir tak memiliki perbedaan, keduanya tinggi serat, rendah kolesterol, bebas sodium, serta kaya akan vitamin A dan vitamin C.
Buah Cranberrie: Buah ini kaya akan vitamin A dan tidak meyebabkan alergi. Banyak bayi yang menyukai rasa dari buah yang juga tinggi antioksidan ini.
Buah Anggur : Banyak mengandung Vitamin, mineral, dan Kalsium, termasuk salah satu dari buah paling bergizi sedunia. Anggur bisa dihaluskan dan dicampur dengan makanan lain untuk bayi.
Kiwi : Buah kiwi kaya akan vitamin c, serat, kalium dan bahkan folat. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak, tentu akan disukai oleh bayi Anda.
Alpukat : Adalah buah yang lembut dan sangat sehat, yang sudah sangat populer diberikan kepada bayi diseluruh dunia. Alpukat mengandung lemak baik dan merupakan buah yang sangat tinggi nilai gizinya.
Apel : Buah yang satu ini sudah tak perlu diragukan lagi manfaatnya bagi kesehata. Ketahui info lebih lanjut di Khasiat Manfaat Buah Apel
Aprikot : Buah ini mengandung banyak betakaroten (ProVitamin A), vitamin C, dan senyawa likopen, merupakan makanan tambahan yang bagus untuk bayi.
Blueberry :  tinggi mengandung antioksidan, serat, vitamin A dan vitamin C. Namun coba berikan ini ketika bayi sudah berusia sekitar 8 bulan.
Melon : banyak mengandung vitamin A, vitamin C dan Kalsium. Melon juga kaya beta-karoten sehingga bagus bagi perkembangan mata pada bayi. Baca juga : Pentingnya Vitamin A  untuk perkembangan anak
Buah Ceri : Memiliki rasa yang manis dan lezat dan tentu saja sangat bergizi tinggi. Buah ini juga cocok untuk ditambahkan kedalam diet makanan padat bayi pertama.
Selalu berkonsultasi kepada dokter anak Anda sebelum memberikan jenis makanan padat atau tambahan apapun kepada bayi, karena mungkin setiap bayi memiliki kondisi yang berbeda. Berikan jenis buah atau sayuran yang baik untuk diet makanan padat pertama pada bayi secara bertahap dimulai dari jumlah sedikit.
- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/buah-dan-sayur-terbaik-pada-bayi.html#sthash.F5coiDBo.dpuf
Thank you for reading Jenis Buah Terbaik Untuk Bayi

10 Makanan Terbaik Untuk Kecerdasan Otak Anak




Ingin kecerdasan otak anak anda bertambah? Maka penuhilah asupan gizinya dengan memilih makanan-makanan sehat untuk dikonsumsinya sehari-hari. Anda sebagai orang tua harus mampu memperhatikan kebutuhan nutrisi dan gizi mereka setiap harinya.
Makanan-Makanan Pendongkrak Kecerdasan Otak

Apabila anda bingung makanan apa saja yang sebaiknya anda berikan pada anak-anak anda, berikut ini ada beberapa makanan yang dijuluki sebagai “Brain Food”, di mana makanan-makanan ini dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat serta merangsang pertumbuhan sel-sel otak.

Lalu, apa sajakah itu? Seperti yang dilansir dari Kompas, berikut ini adalah 10 makanan yang baik untuk otak :

1. Salmon

Ikan berlemak ini adalah sumber terbaik dari asam lemak omega-3 (DHA dan EPA) yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Penelitian baru-baru ini juga menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan asupan asam lemak omega-3 lebih banya diketahui berpikiran lebih tajam dan memperoleh hasil memuaskan pada uji kemampuan. Menurut para ahli, kendati tuna juga mengandung asam lemak omega-3, namun kandungannya tidak sebanyak ikan salmon.

2. Telur

Telur telah lama dikenal sebagai sumber penting protein yang mudah didapat dan harganya pun cukup terjangkau. Walaupun mengandung kolesterol, bagian kuning telur ternyata kaya akan kolin, yakni suatu zat yang bisa membantu perkembangan daya ingat atau memori.

3. Selai kacang

Kacang tanah dan selai kacang diketahui kaya akan vitamin E, antioksidan yang berperan dalam melindungi membran-membran sel saraf. Bersama tiamin, vitamin E akan membantu sel saraf dan ota untuk penggunaan glukosa sebagai kebutuhan energi.

4. Gandum murni

Otak membutuhkan persediaan atau suplai glukosa dari tubuh yang sifatnya stabil atau konstan. Gandum murni mempunyai peran untuk menduku kebutuhan itu. Serat yang terkandung di dalamnya bisa membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Makanan ini juga memiliki kandungan vitamin B yang berguna dalam memelihara kesehatan sistem saraf.

5. Oat

Oat atau oatmeal adalah sejenis sereal yang populer di kalangan anak-anak. Oatmeal merupakan sumber nutrisi penting bagi otak. Oat mampu menyediakan energi untuk otak yang sangat diperlukan anak-anak dalam mengawali kegiatan di pagi hari. Selain itu, serat pada oat juga memiliki peran untuk menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya sepanjang pagi. Adapun kandungan lainnya seperti seng, potasium, vitamin B, dan vitamin E yang ada pada oat dapat membuat fungsi tubuh dan otak berfungsi pada kondisi prima.

6. Buah berry

Buah berry seperti stroberi, blackberry, raspberry, blueberry, dan lain sebagainya banyak mengandung nutrisi penting yang baik bagi kesehatan. Antioksidan yang tinggi pada buah berry, terutama vitamin C, memiliki peran untuk mencegah kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak stroberi dan blueberry mengalami perbaikan fungsi daya ingat. Biji dari buah berry diketahui juga mengandung asam lemak omega-3

7. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan makanan yang spesial karena menawarkan segudang energi yang berasal dari karbohidrat kompleks dan protein. Selain itu, kacang juga merupakan sumber serat, mineral, dan vitamin. Kacang dikatakan baik untuk otak karena makanan ini dapat memberikan energi lebih lama dan membantu kemampuan berpikir anak-anak. Berdasarkan hasil penelitian, kacang pinto dan kacang merah mengandung asam lemak omega-3 (khususnya ALA) lebih banyak dibandingkan dengan kacang jenis lainnya.

8. Sayuran berwarna

Wortel, bayam, labu, ubi jalar, dan tomat merupakan sayuran-sayuran kaya nutrisi dan antioksidan yang akan membuat sel-sel otak jadi lebih kuat dan sehat.

9. Daging sapi tanpa lemak

Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber makanan yang kaya akan zat besi. Zat besi adalah mineral esensial yang dapat membantu anak-anak berkonsentrasi dan tetap berenergi ketika di sekolah. Daging sapi juga memiliki kandungan mineral lain seperti seng yang dapat membantu menjaga daya ingat.

10. Susu dan Yogurt

Makanan-makanan dari produk susu cenderung mengandung vitamin B dan protein yang tinggi. Kedua jenis nutrisi penting ini dapat membantu pertumbuhan jaringan otak, enzim, dan neurotransmitter. Susu dan yogurt juga bisa membantu perut kenyang karena kandungan karbohidrat dan proteinnya sekaligus menjadi sumber energi untuk otak.

Thank you for reading 10 Makanan Terbaik Untuk Kecerdasan Otak Anak

Sunday, July 26, 2015

Pure Apel

RESEP ini bisa menggunakan segala jenis apel, tetapi kami merekomendasikan untuk menggunakan apel fuji, apel gala, apel washington atau apel lain yang bertekstur lembut dan berasa manis. Kami hanya memberikan cara pengolahan untuk komposisi apel yang digunakan tergantung keperluan. Pure apel ini bisa digunakan sebagai campuran makanan bayi, atau untuk dibuat cake, dan puding bayi.

Apel mengandung vitamin A, vitamin C, folat, potassium, magnesium dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan bayi Anda.
Berikut cara membuat Pure Apel :
  1. Cuci bersih apel, kupas dan buang bijinya, potong-potong kecil.
  2. Masukan ke dalam panci, beri air sampai menutupi apel, masak dengan api sedang sampai apel lunak, bisa juga dengan cara dikukus.
  3. Dinginkan, hancurkan dengan food procesor atau blender, sampai menjadi pure / lembut.
  4. Setelah lembut, letakkan dalam wadah dan tambahkan sedikit air agar bayi tidak tersedak. Bubuhi sedikit kayu manis bubuk.
  5. Bisa langsung digunakan atau bisa disimpan dalam frezer.
Untuk usia 6-12 bulan.
Thank you for reading Pure Apel

Makanan Pendamping ASI

ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan tunggal terbaik yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi normal untuk tumbuh kembang di bulan-bulan pertama kehidupannya. Itu sebabnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana PBB untuk Anak-anak (UNICEF) menetapkan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan. Ini berarti, si kecil hanya mendapat ASI, tanpa makanan tambahan lain selama masa itu. Penelitian menunjukkan, banyak manfaat diperoleh bayi yang mendapat ASI.

Tidak ada yang bisa menggantikan ASI yang memang di'desain' khusus untuk bayi. Dan jangan lupa, proses pemberian ASI akan menumbuhkan kelekatan emosi yang dalam dan kuat antara mama dan bayi.

Setelah usia 6 bulan, ASI hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan gizi bayi. Jadi, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian makanan padat pertama ini harus memperhatikan kesiapan bayi, antara lain, keterampilan motorik, keterampilan mengecap dan mengunyah, plus penerimaan terhadap rasa dan bau. Makanya, pemberian makanan padat pertama perlu dilakukan secara bertahap. Misalnya, untuk melatih indera pengecapnya, berikan bubur susu satu rasa dulu, baru kemudian dicoba yang multi rasa.

Usia 6-8 Bulan – Makanan Lumat
Saat mulai memberi si kecil makanan padat, jangan bertubi-tubi memberi aneka jenis makanan dalam waktu singkat. Beri jeda beberapa hari antara setiap jenis makanan baru, sehingga tidak terlalu memaksa anak. Anda pun punya cukup waktu untuk memantau kalau-kalau ada masalah yang timbul berkaitan dengan makanan tertentu.
Juga, biarkan bayi memutuskan berapa banyak makanan yang mau ditelannya. Untuk beberapa jenis makanan—dalam sehari—bayi Anda bisa jadi kelihatannya tidak makan terlalu banyak. Sedangkan bayi lain malah kelihatan sangat rakus. Tidak usah pusing. Ikuti saja apa maunya. Yang penting, Anda selalu memantau proses tumbuh kembangnya secara teratur.

Bagaimana memulainya?
Setelah usia 6 bulan, makanan padat pertama si kecil ini adalah makanan lumat, yakni bubur susu dan buah. Selama 2 minggu pertama, si kecil cukup diberi dua jenis makanan ini. Makanan lumat mudah dicerna dan cepat meninggalkan lambung si kecil. Pemberian makanan lumat ini dimulai dalam bentuk encer dan jumlahnya sedikit. Secara bertahap, makanan dikentalkan serta jumlahnya ditambah.
Pemberian secara bertahap ini perlu dilakukan karena sampai usia ini, jenis makanan yang paling bayi kenal adalah ASI (dan ia masih tetap membutuhkannya sampai usia 2 tahun). Jika ia mendorong keluar makanan atau menutup mulut rapat-rapat, jangan paksa. Mungkin ia belum siap untuk makan makanan padat.
Setelah bayi berhasil melalui masa 2 minggu ini dengan baik, Anda bisa memberinya makanan lunak, yakni nasi tim saring, sebanyak 1 kali dalam sehari. Nasi tim ini harus terdiri dari sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber zat pengatur.
Bagaimana dengan buah? Sebaiknya disajikan dengan cara disaring dan mulailah dengan buah berserat rendah. Misalnya, jeruk, pisang, pepaya, dan avokad. Secara bertahap, Anda boleh memberinya buah lain. Peralihan dari makanan lumat ke makanan lunak juga perlu dilakukan secara bertahap. Ini berarti, Anda perlu mengatur kekasaran teksturnya. Awalnya, pilih sayur berserat rendah, seperti wortel, tomat, bayam, dan sebagainya. Setelahnya, Anda bisa memberinya brokoli dan lainnya.
Makan dari sendok butuh keterampilan tersendiri. Bisa jadi, Anda harus uji coba selama beberapa kali sampai bayi betul-betul terbiasa. Di usia ini, kebanyakan pemenuhan kalori masih berasal dari ASI. Dan tujuan utama mengenalkan makanan padat pada bayi adalah mengajarinya cara makan yang benar-benar berbeda serta memperkenalkan aneka citarasa dan tekstur makanan baru. Yang terpenting, buat proses belajar mengenal makanan baru jadi pengalaman yang menyenangkan.

Pentingnya Variasi
Untuk memperkenalkan makanan pada bayi, mulailah dengan 1 jenis makanan. Tunggu paling tidak selama 4 hari sebelum mengenalkan makanan jenis lain. Adanya tenggang waktu membuat bayi makin mengenal dan bisa menerima makanan barunya. Reaksi alergi biasanya baru muncul beberapa hari setelah jenis makanan itu dikonsumsi. Jika timbul reaksi alergi jenis tertentu, Anda jadi tahu persis penyebabnya.
Sebagian pakar percaya, penting untuk mulai memperkenalkan sayuran hijau dulu, sehingga pola citarasa bayi tidak ‘termanjakan' dengan rasa manis dari buah-buahan. Sebagian pakar lagi menganggap itu hanya mitos belaka. Menurut mereka, bayi terlahir dengan menyukai yang manis-manis. Anda bisa mengombinasikan kedua pendapat ini, dan melihat mana yang paling pas buat bayi Anda.
Yang pasti, mengombinasikan berbagai jenis makanan akan membuat bayi tidak cepat bosan, memicu selera makannya plus tidak menjadikannya si pemilih makanan. Jangan sampai ia terbiasa makan makanan yang itu-itu saja. Ia bisa kekurangan gizi yang dibutuhkannya.

Jadikan Sebagai Rutinitas
Waktu makan—sarapan, makan siang dan makan malam—harus Anda terapkan secara konsisten. Ini bukannya tanpa alasan. Sistem pencernaan bayi perlu dilatih untuk belajar menerima, mencerna, serta menyerap makanan pada waktu-waktu yang ditentukan. Untuk masing-masing waktu makan itu, sajikan kelompok makanan yang ada dalam tabel 'Jadwal pemberian makanan si kecil' . Perlu dicatat, kalau kenyang si kecil akan memberi sinyal. Misalnya, menjulurkan lidah atau memalingkan kepala. Jadi, jangan takut si kecil akan makan secara berlebihan.

Mulai Memperkenalkan Biskuit
Anda sudah bisa mulai memberi biskuit bayi sebagai camilan di antara waktu makan. Koordinasi antara mata dan tangannya sudah cukup baik, sehingga ia bisa membawa tangannya ke mulut. Pada umur 7 bulan, rata-rata bayi sudah mampu makan sendiri biskuitnya. Umumnya, tekstur biskuit yang lembut membuat bayi mudah mengemutnya, bahkan akan membantu merangsang pertumbuhan giginya.

Gizi Penting untuk Usia 6-12 Bulan
Pada usia 6-12 bulan, pola makan anak harus mengikuti piramida makanan. Makin ke atas makin sedikit porsi makanan yang harus dikonsumsi anak. Berikut urutannya dari paling bawah ke paling atas:
  • Sumber karbohidrat , yakni roti, jagung, nasi, cereal , dan sebagainya, dikonsumsi sebanyak 1-3 kali/hari @ 1 mangkuk kecil.
  • Sumber zat pengatur , yaknis sayuran dikonsumsi sebanyak 1-2 kali/hari sekitar 25-50 g mentah. Buah dikonsumsi sebanyak 1-2 kali/hari sekitar 25-75 g.
  • Sumber protein yaitu ASI dikonsumsi sebanyak 2-3 kali/hari. Protein lainnya dikonsumsi sebanyak 1-3 kali/hari. Misalnya, ayam kampung (paha bawah), telur (1/2–1 butir), daging (1/2 potong sedang/20 g), kacang-kacangan (1-2 sendok makan), tahu (1 potong/50 g), tempe (1 potong/25 g), serta ikan (1 potong sedang/20 g).
  • Bila perlu, berikan sumber lemak berupa minyak sebanyak 1/2 sendok teh.
Penting: ASI adalah sumber utama untuk karbohidrat, lemak dan protein.

Masalah Makanan yang Bisa Timbul Bagi Bayi Usia 6-8 Bulan: Alergi Makanan
Alergi makanan adalah suatu reaksi yang timbul pada tubuh setelah seseorang mengonsumsi suatu jenis makanan. Reaksi ini dipicu oleh kondisi kekebalan tubuh pada orang tersebut. Bila salah satu dari Anda atau pasangan Anda punya riwayat alergi makanan, risikonya pada si kecil meningkat sampai 20-30%. Jika Anda berdua alergi, risikonya pada anak naik lagi hingga 40-70%.
Tanda-tanda si kecil mengalami alergi makanan, adalah jika setelah Anda memberinya satu jenis makanan, ia menunjukkan gejala-gejala, antara lain:
  • Ruam di kulit
  • Diare
  • Muntah
Munculnya alergi membutuhkan lebih dari satu kali paparan untuk sensitif terhadap alergen. Dan jika anak Anda menolak satu jenis makanan, ini belum tentu berarti ia mengalami alergi. Siapa tahu ia hanya tidak mau makan saja.
Perlu dicatat: Menangis terus-menerus bisa pula menjadi pertanda alergi makanan, meski umumnya diikuti ruam, diare, atau muntah. Kebanyakan anak yang alergi makanan akhirnya bisa mengatasi alerginya. Makanya, Anda bisa memperkenalkan lagi makanan itu dengan aman (konsultasi dulu dengan dokter anak Anda).

Jadual Pemberian Makan Bagi Si Kecil Usia 6-8 Bulan
6-7 bulan
  • ASI sesuai keinginan atau MP-ASI sehari 3-4 kali 150-180 ml
  • 1 kali bubur susu + 1 kali buah + 1 kali nasi tim saring
7-8 bulan
  • ASI sesuai keinginan atau MP-ASI sehari 3-4 kali 180-210 ml
  • 1 kali bubur susu + 1 kali buah + 2 kali nasi tim saring
Thank you for reading Makanan Pendamping ASI

Wednesday, June 24, 2015

Baguskah agar-agar untuk cemilan anak?

Agar-agar berasal sari rumput laut atau alga yang di olah ke dalam bentuk bubuk. Jika di larutkan dalam air panas akan menjadi padatan lunak yang kenyal dan digemari oleh anak-anak. Biasanya agar-agar di hidangkan sebagai makanan pencuci mulut yang bisa di sajikan dengan bermacam-macam kreasi dan warna sehingga tampilan dan rasa agar-agar menjadi lebih menarik. Agar-agar berbeda dengan jelly walaupun secara kasat mata bentuknya hampir sama. Jelly berasal daru campuran sari buah dan gula yang diberi aroma perasa.

Apa saja manfaat agar-agar untuk kesehatan, berikut beberapa diantaranya :
  1. Agar-agar mengandung serat yang tinggi sehingga memberikan rasa kenyang pada orang yang mengomsumsinya, ini baik terutama untuk anak supaya dapat mencegah munculnya kegemukan pada anak-anak. Agar-agar dapat menyerap lemak jenuh yang terdapat dalam tubuh dan akan di buang bersama ampas makanan. Serat dalam agar-agar sangat berguna untuk mencegah sembelit.
  2. Kadar Kalsium dan Fosfor dalam agar-agar cukup besar sehingga sangat membantu dalam pembentukan tulang.
  3. Dapat menekan kolesterol  yang berasal dari daging sapi, ayam ataupun hewani lainnya. Anak-anak biasanya menyukai makanan cepat saji yang bahan dasarnya dari hewan sehingga dapat memacu kolesterol dalam darah tidak terkecuali pada anak-anak.
  4. Mengandung rendah kalori  dan bagus untuk anak dengan berat badan berlebih yang dapat membantu melancarkan pencernaan
Penyajian agar-agar bisa di campurkan dengan perasa makanan lain supaya anak tidak bosan dan menjadi lebih menarik. Contohnya, mencampurkan agar-agar pada minuman segar, es krim , sebagai pengental kuah sup untuk anak. Ada banyak menu yang bisa di berikan untuk anak dengan menggunakan bahan dasar dari agar-agar.
Thank you for reading Baguskah agar-agar untuk cemilan anak?

Kenalkan si Kecil dengan Tahu

Teksturnya yang lembut membuat tahu mudah di kunyah dan dicerna sehingga cocok di konsumsi anak mulai dari usia 6 bulan di mana di usia ini anak sudah mulai di kenalkan pada makanan padat. Tahu bisa menjadi salah satu makanan yang bisa di sajikan sebagai campuran makanan lain atau pun bisa di konsumsi tanpa campuran lain.  Kandungan kalsium yang tinggi serta protein, nabati dan serat yang terdapat pada tahu membuat tahu menjadi salah satu makanan yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, pilihan pengolahan tahu pun bisa beraneka macam sehingga menarik dan tidak membosankan untuk anak.

 Beberapa Manfaat tahu untuk anak, yaitu:
  1. Memiliki kandungan kalsium yang tinggi sehingga mendukung proses pemadatan tulang pada anak agar tidak mudah keropos
  2. Sumber energi, kandungan zat besi di dalam tahu memberikan energi baru pada anak dan bekerja baik pada sel darah merah
  3. Memiliki kandungan lemak jenuh rendah dan bebas kolesterol sehingga ibu tidak perlu kawatir anak akan kegemukan jika banyak mengonsumsi tahu
  4. Mudah di kunyah dan serat dalam tahu membantu memperlancar perncernaan anak
Dengan beberapa manfaat yang di tawarkan oleh si putih ini membuat tahu menjadi salah satu makanan yang bisa menjadi pilihan untuk anak baik untuk pendamping lauk maupun untuk cemilan. Banyak nya pedagang keliling atau pedagang di pasar tradisional yang menjual tahu setiap hari memberi kemudahan kepada ibu agar dapat menyajikan menu dengan tahu yang segar untuk anak dan anggota keluarga lain. Jika ingin menyimpan tahu sebaiknya rebus tahu sebelum di simpan kemudian rendam dengan air yang bersih sehingga kualitas tahu tidak rusak serta membuat tahu bisa bertahan sampai 4 hari.
Thank you for reading Kenalkan si Kecil dengan Tahu

Anak dan Telur

Telur, si lonjong yang kaya gizi dapat di konsumsi segala usia dengan berbagai macam pengolahan. Sebagian anak sangat gemar dengan telur dan sebagian anak lainnya tidak menyukai telur, padahal telur sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil.  Kandungan protein pada telur lebih besar di bandingkan susu dan daging ayam, kuning telur lebih banyak mengandung gizi dibandingkan putih telur seperti Vitamin A, zat besi dan kalori.

Banyak yang beraggapan jika mengkonsumsi banyak telur akan dapat menyebabkan kegemukan, hal ini tidak sepenuhnya benar karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi seberapa banyak kita boleh mengkonsumi telur seperti rutinitas harian, usia dan berat badan. Pada usia anak-anak, sebaiknya telur di konsumsi 1butir/hari untuk mendukung pertumbuhan fisik serta otak. Gizi yang terkandung pada telur antara lain vitamin A, vitamin B2, vitamin B3, Vitamin D, kolin, lutein serta protein. Walaupun telur mengandung kolesterol tidak menjadi alasan untuk tidak mengonsumsi telur karena kandungan lemak jenuhnya sedikit.

Selain bagus untuk perkembangan otak anak, telur juga bagus untuk mata anak karena pada kuning telur terdapat karotenoid sebagai antioksidan untuk mata yang dapat menurunkan resiko katarak. Secara keseluruhan gizi yang terdapat pada telur sangat menunjang pertumbuhan anak mulai usia batita baik fisik maupun jantung dan otak anak, ada banyak pilihan cara pengolahan telur mulai dari di rebus, mata sapi, dadar ataupun untuk campuran pudding dan kue.

Perhatikan saat memilih telur karena jika kulit telur rusak sebaiknya jangan di gunakan, ada bakteri yang dapat merusak telur yaitu bakteri salmonella sehingga menyebabkan orang yang mengkonsumsi akan terjangkit diare atau demam. Untuk mencegah bakteri ini sebaiknya konsumsi telur yang benar-benar matang karena proses pematangan telur pad suhu minimal 75 derajat celcius dapat membunuh bakteri salmonela ini, hindari mengonsumsi telur mentah atau separo matang untuk anak-anak.

Semoga bermanfaat
Thank you for reading Anak dan Telur

Tuesday, June 2, 2015

Mengenal Lemak Baik untuk Anak

Lemak, jika mendengar kata ini pikiran kita biasanya akan mengacu pada hal-hal buruk seperti kegemukan, sumber penyakit, kolesterol dan lain sebagainya walaupun sebenarnya banyak hal baik lainnya dari si lemak ini sendiri. Lemak di butuhkan oleh tubuh sama hal nya seperti tubuh membutuhkan protein dan karbohidrat untuk pertumbuhan, yang perlu di perhatikan adalah asupan lemak yang masuk ke dalam tubuh sehingga tidak merugikan kesehatan terutama pada anak.
Fungsi lemak untuk tubuh, antara lain:
  1. Mendukung perkembangan dan fungsi otak, artinya lemak baik untuk kecerdasan anak .
  2. Sebagai sumber energi yang bermanfaat membantu anak dalam menjalani aktivitas harian mereka sehingga tidak cepat lelah
  3. Membantu peyerapan berbagai vitamin
  4. Memberi rasa kenyang sehingga dapat mengurangi keinginan ngemil
Beberapa jenis makanan sumber lemak yaitu:
  1. Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, mede dan lain-lain yang merupakan sumber nutrisi yang kaya lemak tak jenuh.
  2. Alpukat, lemak dalam buah alpukat dapat menghambat dan menghancurkan sel-sel kanker mulut
  3. Algae dan tumbuhan laut lainnya dimana lemak yang terkandung di dalamnya dapat mengurangi resiko peyakit jantung
  4. Mentega, lemak pada mentega berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh
  5. Ikan laut dan Minyak ikan, kaya akan omega 3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak
  6. Kuning telur dan susu
Jaga keseimbangan antara lemak baik dan lemak jahat yang masuk ke dalam tubuh agar anak terhindar dari resiko obesitas. Kenaikan berat badan secara berlebihan pada anak merupakan salah satu tanda bahwa lemak jahat lebih banyak dari pada lemah baik di dalam tubuh. Ajak anak untuk melakukan rutinitas harian yang banyak bergerak untuk mengurangi lemak jahat di dalam tubuh, alihkan keinginan anak untuk ngemil dengan kegiatan lain serta jaga pola makan anak dengan mengatur menu yang dapat membuat anak merasa kenyang sehingga anak tidak banyak ngemil makanan lainnya
Thank you for reading Mengenal Lemak Baik untuk Anak

Beberapa Tips Jaga Makanan Sehat Untuk Anak

Anak-anak, terutama balita, akan sangat rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh makanan yang tidak higienis. Oleh karena itu, kita sebagai ibu, seharusnya bisa mengontrol makanan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya. Terutama kalau anak kita biasanya diasuh oleh orang lain ya, Ladies, kita harus lebih strict lagi menjaga pola makannya. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga makanannya agar tetap sehat, seperti yang dilangsir oleh laman kidshealth.org.
Kontrol Makanan Apa Saja yang Akan Anda Stok

Sebagai orang tua, kita harus bijak menentukan makanan yang mana saja yang akan kita stok di rumah untuk anak-anak. Anda juga bisa mengatur kapan makanan sehat tersebut akan disajikan untuk anak-anak. Walaupun anak-anak akan lebih menyukai makanan yang cenderung memiliki nutrisi yang sedikit, kita bisa mengontrol makanannya melalui stok yang ada di rumah. Yang pasti, mereka tidak akan bisa menahan rasa lapar terlalu lama. Nah, dengan begitu, mereka mau tidak mau, akan memakan makanan yang tersedia di dalam rumah Anda. Kalau memang mereka menyukai snack tertentu, Anda bisa mengijinkan mereka sesekali untuk memakannya agar mereka tidak bosan dengan menu yang ada.

Atur Jadwal Menu Mereka
Ladies, dari makanan yang Anda sajikan di rumah, anak-anak akan memilih yang mana saja yang mereka sukai. Jangan lupa juga sediakan waktu khusus untuk mereka dimana mereka bisa makan snack yang mereka sukai, seminggu sekali atau dua kali misalnya. Jadi, akan tetap ada selingan untuk menu hariannya.

Nah, dari menu makanan yang Anda tawarkan di rumah, biarkan anak-anak memilih apa yang mereka sukai, dan seberapa banyak yang mereka inginkan. Nah, dengan begitu mereka akan merasa bebas memilih makanan yang ada, tentunya sesuai dengan jadwal menu bernutrisi yang sudah Anda rancang setiap harinya.

Jangan Paksa Anak Untuk Menghabiskan Makanan
Biarkan anak-anak berhenti makan kalau memang mereka sudah merasa kenyang. Banyak dari kita yang mengharuskan anak-anak menghabiskan makanan sementara mereka sudah sangat kenyang. Padahal cara seperti ini tidak akan membuat anak-anak mendengarkan tubuh mereka sendiri ketika mereka sudah kenyang. Berbeda halnya kalau mereka bisa merasakan kenyang, mereka tidak akan makan berlebihan.

Biasakan Pola Makan Sejak Dini
Preference terhadap makanan ini berkembang sejak dini, jadi biasakan pola makan anak-anak ini setiap harinya sejak mereka balita. Bahkan, dikatakan bahwa kesukaan atau ketidaksukaan terhadap makanan ini berkembang sejak mereka bayi.
Untuk itu, mungkin Anda harus menyajikan variasi makanan yang baru dalam kesempatan yang berbeda sehingga perlahan mereka bisa menyukainya. Yang terpenting, jangan pernah memaksa anak untuk makan, namun tawarkan sesuatu yang berbeda yang membuat mereka ingin mencobanya.
Thank you for reading Beberapa Tips Jaga Makanan Sehat Untuk Anak