Showing posts with label Kesehatan Reproduksi. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Reproduksi. Show all posts

Saturday, April 8, 2017

Faktor Penyebab keguguran


Keguguran adalah salah satu hal yang paling banyak dikahawatirkan dan ditakutkan oleh para ibu hamil. Bayangan akan hadirnya buah hati, lucunya bayi mungil sirna sudah ketika keguguran menghampiri. Ditambah lagi oleh rasa sakit, stress, dan bahkan trauma menghantui para ibu hamil yang mengalami keguguran.

Oleh karena itu, mari kita ketahui mengenai apa itu keguguran, apa penyebabnya dan bagaimana tanda-tanda dari keguguran ini. Agar dengan diketahui mengenai seluk beluk keguguran, diharapkan keguguran dapat terhindarkan.
Keguguran diartikan sebagai keluarnya janin atau persalinan prematur sebelum mampu untuk hidup. Resiko keguguran memiliki persentase sebesar 15% – 40% dari ibu hamil, dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan. Namun jumlah kejadian atau resiko keguguran akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan.

Penyebab Terjadinya Keguguran
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah:

Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.

Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sisterm hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.

Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.

Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.

Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan dan aktivitas berlebihan yang mengakibatkan kondisi tubuh lemah/lelah.

Tanda-Tanda Keguguran

Sebelum keguguran benar-benar terjadi, biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang tidak betul pada proses kehamilan. Tanda-tanda terjadinya keguguran yaitu:

Perdarahan

Perdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.

Kram atau Kejang Perut

Tanda ini rasanya mirip seperti kram perut pada awal datang bulan. Biasana kram ini berlangsung berulang-ulang dalam periode waktu yang lama. Kram atau kejang juga dapat terjadi di daerah panggul

Nyeri Pada Bagian Bawah Perut

Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan. 

Thank you for reading Faktor Penyebab keguguran

Sunday, March 26, 2017

Cara Menentukan Masa Subur



Cara Menentukan masa subur – Pada setiap wanita yang sudah matang secara seksual yaitu wanita yang sudah mengalami pubertas ditandai dengan perkembangan organ kelamin sekunder serta berkembangnya alat reproduksi dan siap menghasilkan keturunan, maka setiap bulan akan mengalami ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi menuju ke tuba faloppi. Ovulasi ini terjadi pada hari ke- 14 + 1 setelah menstruasi terakhir. Inilah yang dipakai patokan untuk menentukan masa subur.

Masa subur adalah periode bulanan diantara dua periode menstruasi , masa dimana terjadi ovulasi dan apabila pada masa ini melakukan hubungan seksual maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan. Dasar perhitungan masa subur memakai patokan bahwa ovulasi terjadi pada hari ke 13 – 15 sejak hari pertama menstruasi terakhir serta asumsi bahwa sel telur dapat bertahan hidup di selama 2-3 hari serta sperma yang dapat bertahan selama 24 jam.

Cara menghitung masa subur adalah : Pertama catatlah berapa lama siklus haid yang terpendek dan terpanjang (misalnya yang terpendek 25 hari dan terpanjang 31 hari ) Kemudian tentukan periode hari subur pertama dengan cara mengurangi siklus haid terpendek dengan 18. Jadi 25-18 = 7, maka hari ke-7 setelah awal haid adalah masa subur. Untuk menentukan masa subur terakhir adalah siklus haid terpanjang dikurangi 11. Jadi 31-11=20, mulai hari ke-7 sampai hari ke-20 dihitung dari hari pertama haid adalah masa subur. 

Dengan mengetahui Cara Menghitung Masa Subur, remaja diharapkan memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang dapat dipakai pegangan saat memasuki kehidupan perkawinan untuk perencanaan keturunan.
Thank you for reading Cara Menentukan Masa Subur

Saturday, March 25, 2017

Manfaat Khitan Bagi Kesehatan



Mungkin Anda pernah mendengar bahwa kaum pria dianjurkan untuk melakukan khitan atau sunat. Sebetulnya apakah khitan itu memang perlu dilakukan? Kira- kira apa saja ya keuntungan melakukan khitan? Yuk kita simak lebih jauh tentang khitan.

Pro-kontra mengenai perlu-tidaknya khitan pada laki-laki sudah lama berlangsung. Tapi tampaknya hasil penelitian terbaru ini bisa dijadikan pegangan bahwa khitan memang perlu.

Laki-laki yang dikhitan terbukti jarang sekali tertular infeksi yang menular melalui hubungan seksual dibanding mereka yang belum disunat, itulah yang termuat dalam jurnal Pediatrics.

Dalam jurnal disebutkan bahwa khitan dapat mengurangi risiko tertular dan menyebarkan infeksi sampai sekitar 50%. Makanya jurnal juga menyarankan manfaat besar mengenai sunat bagi bayi yang baru lahir.

Studi saat ini hanya satu dari sekian studi untuk mengupas lebih jauh tentang topik kontroversial ini. Meskipun berbagai studi mendapati bahwa sunat bisa mengurangi tingkat HIV (virus penyebab AIDS), sipilis, dan borok pada alat kelamin, hasil tersebut bercampur dengan penyakit lain yang menular melalui hubungan seks (STD).

Academy of Pediatrics, Amerika menyebut bukti tersebut “rumit dan bertentangan”, karena itu mereka menyimpulkan bahwa, untuk saat ini, bukti tersebut tak memadai untuk mendukung khitan rutin pada bayi yang baru lahir.

Seperti dikutip Reuters, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan Christchurch Health and Development Study, yang mencakup kelompok kelahiran anak dari Selandia Baru.

Dalam studi ini responden laki-laki dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan status khitan sebelum usia 15 tahun dan kelompok yang mengalami infeksi menular melalui hubungan seks antara usia 18 dan 25 tahun yang ditentukan melalui sebuah kuisioner.

Sebanyak 356 anak laki yang tak dikhitan memiliki risiko 2,66 kali serangan infeksi yang menular melalui hubungan seks dibandingkan dengan 154 anak laki yang disunat, demikian kesimpulan pemimpin peneliti Dr. David M. Fergusson dan rekan dari Christchurch School of Medicine and Health Sciences.

Sebagian besar risiko yang berkurang tersebut tak berubah setelah diperhitungkan juga faktor pemicu yang potensial, seperti jumlah pasangan seks dan hubungan seks tanpa pelindung.

Para ilmuwan itu memperkirakan bahwa kalau saja khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan telah dilembagakan, angka infeksi yang menular melalui hubungan seks dalam kelompok saat ini tersebut mungkin telah berkurang setidaknya 48%.

Analisis tersebut memperlihatkan manfaat khitan dalam mengurangi risiko infeksi yang menyerang melalui hubungan seks mungkin sangat banyak. “Masalah kesehatan masyarakat yang diangkat dalam temuan ini jelas melibatkan pertimbangan manfaat jangka panjang bagi khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan dalam mengurangi risiko infeksi di dalam masyarakat, berbanding perkiraan biaya prosedur tersebut,” ujar para peneliti.

Thank you for reading Manfaat Khitan Bagi Kesehatan

Friday, March 24, 2017

Efek Khitan Terhadap Hubungan Intim

bimbata.blogspot.com


Dalam kehidupan seorang muslim, khitan adalah wajib hukumnya bagi laki-laki. Selain sebuah perintah yang wajib hukumnya bagi laki-laki dalam hukum Islam. Khitan memiliki maksud dan tujuan yang dapat diterima oleh logika. Salah satu tujuannya adalah untuk kesehatan dan kebersihan. Selain itu bagi laki-laki yang berkhitanakan berdampak langsung terhadap kehidupan bercintanya.


Pada beberapa studi awal untuk mempelajari efek khitan terhadap fungsi hubungan intim, dua penelitian terbaru memberikan hasil yang berlawanan dan memberikan bukti untuk mendukung kedua pihak yang berdebat mengenai prosedur ini. Dalam sebuah penelitian, para peneliti dari University of North Carolina yang dipimpin oleh Dr. Kenneth Fink menunjukkan bahwa pria dewasa yang melakukan khitan melaporkan penurunan baik pada fungsi ereksi dan sensitivitas penis setelah prosedur tersebut.

Sementara pada penelitian lain, berdasarkan hasil dari kelompok pasien yang lebih kecil, Dr. Sean Collins dari Louisiana State University dan timnya menemukan bahwa pria dewasa yang baru saja dikhitan melaporkan tidak adanya perbedaan pada fungsi seksual setelah prosedur tersebut.

Fink dan timnya juga mencatat, meskipun melaporkan penurunan dalam fungsi bercinta mereka, 62% pria tersebut mengatakan kalau mereka puas dengan hasil prosedur ini. Dalam dua penelitiannya, kebanyakan pria menjalani prosedur ini untuk perawatan kondisi medisnya, seperti fimosis, suatu kondisi dimana kulit luar tidakdapat ditarik melewati kepala penis.

Akhir-akhir ini, sebuah perdebatan berlangsung mengenai prosedur ini, dengan satu pihak menekankan penurunan jumlah infeksi dan PMS diantara pria yang dikhitan dan di pihak lain menekankan rasa sakit serta stress yang ditimbulkan terhadap seorang bayi saat di khitan, selain komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh prosedur ini. Saat ini the American Academy of Pediatrics menganggap keuntungan medis potensial dari khitan pada pria tidaklah terlalu penting untuk sampai direkomendasikan agar semua anak laki-laki dikhitan.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Fink dan timnya, para peneliti meneliti 123 pria yang telah dikhitan untuk membandingkan fungsi dan kenikmatan seksual yang mereka rasakan sebelum dan sesudah di khitan, sementara penelitian Collins dan rekan-rekannya berdasarkan survei terhadap 15 pria yang dilakukan khitan pada saat sebelum dan 12 minggu setelah prosedur.

Berkomentar terhadap penelitian Collins kepada Reuters Health, Fink menjelaskan kalau berbicara kepada pasien sebelum dan setelah prosedur merupakan cara yang lebih baik untuk mengukur perubahan, tapi kalau hanya terhadap 15 pasien merupakan jumlahyang terlalu kecil untuk mendeteksi apapun kecuali perbedaan ukuran.

Fink menambahkan bahwa kedua penelitian ini memiliki kelemahan yaitu mereka meneliti perubahan fungsi seksualpada orang dewasa setelah melakukan khitan dimana, pada banyak kasus, melakukan khitan untuk memperbaiki masalah medis mereka. Konsekuensinya, Fink menjelaskan bahwa laporan seorang pria akan kenikmatan dan fungsi bercintanya mungkin dipengaruhi oleh kondisi medis yang ditandai oleh khitan.

Dengan alasan ini, Fink mengatakan, seseorang dapat menduga para partisipan penelitian untuk melaporkan peningkatan dalam fungsi seks setelah dikhitan, yang bisa jadi disebabkan perbaikan kondisi medisnya. Namun, penurunan fungsi seksual, seperti yang dilaporkan dalam penelitian Fink, menunjukkan kalau mungkinada faktor lain yang mempengaruhi perubahan ini, katanya. 

Sebagai penjelasan mengenai mengapa priadalam penelitiannya melaporkan kepuasaan yang tinggi meskipun ada penurunan dalam fungsi seksualnya, Fink mengatakan kalau beberapa orang merasa senang akan penurunan sensitifitasnya, yang memungkinkan mereka untuk menunda orgasme dan lebih baik dalam memuaskan pasangannya. Fink mencatat kalau laporan pria akan kepuasaan seksualnya tergantung banyak faktor. “Ini berarti berbeda untuk tiap pria,” katanya, “Secara keseluruhan, tampaknya cukup berharga bagi mereka untuk menjalani khitan ini.

Fink menekankan kalau penelitian mengenai khitan pada orang dewasa tidaklah dapat langsung diaplikasikan pada bayi yang baru lahir. Tapi mungkin dapat menjadi pertimbangan orang tua saat memutuskan untuk menyunat anaknya.

Mungkin informasi diatas sangat bermanfaat. Bagi laki-laki yang memiliki beberapa masalah dengan bercinta seperti masalah Ejakulasi Dini dan masalah Disfungsi Ereksi. 

Thank you for reading Efek Khitan Terhadap Hubungan Intim

Thursday, March 23, 2017

Usia Terbaik untuk Hamil

usia terbaik mulai hamil

Usia Terbaik untuk Hamil – Hamil adalah proses dimana seorang wanita mengandung janin selama kurang lebih sembilan bulan di dalam rahimnya sampai janin tersebut siap untuk dilahirkan. Dalam rahim selama proses mengandung tersebut janin tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sempurna. Untuk lebih jelasnya baca artikel Kehamilan dan Proses Terjadinya. 

 Kehamilan merupakan kodrat seorang wanita. Wanitalah yang akan melahirkan keturunan, keturunan yang akan meneruskan keberlangsungan keluarga kita. Oleh karenanya menjadi penting untuk menentukan waktu terbaik untuk hamil, agar keturunan yang akan dihasilkan sehat serta ibu yang melahirkan juga sehat dan tidak mengalami risiko kesehatan yang terlalu berat.

Remaja kadang terjerumus perilaku negatif yaitu hubungan intim pranikah, akibatnya sering terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan atau kehamilan diluar nikah. Ini tentu menjadi masalah serius, dimana remaja karena usia yang masih muda belum memiliki kesiapan untuk berkeluarga baik dari segi ekonomi dimana remaja belum berpenghasilan, masih tergantung kepada orang tua dan belum mampu menghidupi keluarganya. 

Kemudian dari segi mental, remaja belumlah siap secara psikologis untuk menjadi orang tua bagi anaknya dimana mereka masih labil dan belum memiliki rasa tanggung jawab. Akibatnya sering terjadi aborsi kriminal yang sangat berbahaya bagi remaja perempuan yang melakukannya seperti dapat menyebabkan pendarahan, infeksi sampai kematian bila aborsi dilakukan tidak secara medis.

Kehamilan pada usia dini juga dapat menyebabkan risiko saat hamil dan persalinan, misalnya janin yang dikandung mengalami pertumbuhan kurang optimal, kekurangan zat gizi dan saat persalinan sering terjadi persalinan macet, pendarahan dan komplikasi persalinan yang lainnya. 

Oleh karenanya menjadi penting untuk menentukan waktu yang baik untuk hamil. Secara fisik dan emosional wanita paling siap untuk hamil adalah pada rentang usia 20 tahun sampai 35 tahun, paling baik dalam rentang usia 25 tahun sampai 30 tahun. Pada saat ini alat-alat reproduksi sudah berkembang secara optimal dan sudah siap untuk hamil dan melahirkan. Disamping itu secara psikologis wanita sudah dewasa dan sudah matang secara mental. Pada rentang usia ini komplikasi kehamilan dan persalinan juga lebih minimal. Sedangkan kalau kehamilan itu pada usia di atas 35 tahun juga sangat berisiko terjadi komplikasi yang berat.

Penting bagi remaja untuk menghindari seks pranikah yang kadang –kadang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan dan pernikahan usia dini disamping juga untuk mengindari penularan infeksi menular seksual. Pernikahan pada usia dini oleh karena kehamilan yang tidak diinginkan tidak didukung kesiapan remaja secara ekonomi, sosial dan psikologis untuk berperan sebagai orang tua bagi anak-anak mereka, akibatnya keturunan yang dihasilkan juga kurang berkualitas. 

Perencanaan waktu yang tepat untuk hamil yang tentunya didahului oleh pernikahan terencana dengan kesiapan dari berbagai aspek sangat penting untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas. Sedangkan waktu yang tepat untuk hamil bagi perempuan adalah pada usia 20-35 tahun, tentunya harus didahului oleh pernikahan sah dengan seorang pria.

Thank you for reading Usia Terbaik untuk Hamil

Monday, March 13, 2017

Kehamilan Serta Proses Terjadinya

Kehamilan serta Proses terjadinya - Salah satu tujuan mahluk hidup dalam hal ini manusia untuk bereproduksi adalah menghasilkan keturunan dan menjaga kelestarianya. Cara perkembangbiakan mahluk hidup pun beragam. Manusia sendiri termasuk salah satu mamalia yaitu mahluk hidup yang berkembang biak dengan beranak dan menyusui. Sedangkan kehamilan merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum beranak. Hamil atau kehamilan pada manusia berlangsung selama 40 minggu atau sekitar sembilan bulan lebih sedikit. Kehamilan adalah proses berkembangnya janin di dalam rahim agar bisa hidup di lingkungan luar setelah lahir.

Saat manusia memasuki masa remaja yang ditandai dengan pubertas, maka akan terjadi proses pematangan seksual yang dicirikan oleh berkembangnya organ reproduksi serta berkembangnya organ kelamin sekunder. Untuk lebih jelasnya baca artikel Pubertas. Dengan telah matangnya organ reproduksi maka tubuh sudah siap melakukan reproduksi, laki-laki sudah siap membuahi sedangkan perempuan juga sudah siap untuk hamil dan melahirkan.

Kehamilan adalah proses dikandungnya janin dalam rahim perempuan, diawali oleh proses pembuahan sampai dengan melahirkan, yang biasanya berlangsung selama 40 minggu. Dalam rahim atau kandungan janin tumbuh dan berkembang agar siap hidup di lingkungan luar rahim. Remaja khususnya remaja perempuan perlu mengetahui proses kehamilan agar menambah wawasan tentang proses-proses yang akan mereka lalui khususnya yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Dalam artikel ini akan kita bicarakan mengenai proses kehamilan itu sendiri sejak masa pembuahan sampai proses kelahiran.

Pembuahan

Pada perempuan setiap bulan terjadi pelepasan sel telur yang telah matang dan siap dibuahi dari indung telur (ovarium) ke saluran tuba faloppi yang dikenal dengan proses ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi pada hari ke- 14 + 1 hari dari hari pertama menstruasi terakhir. Sel telur atau ovum yang telah matang itu kemudian disalurkan menuju tuba faloppi untuk persiapan pembuahan. Masa dimana terjadi proses ovulasi dikenal dengan istilah masa subur. Baca artikel Mengenal Sistem dan Alat Reproduksi Manusia serta Cara Menentukan Masa Subur.

Pada saat masa subur, bila melakukan hubungan intim maka sel sperma akan masuk ke rahim dan bertemu sel telur di tuba faloppi dan melakukan pembuahan. Walaupun jumlah sel sperma yang dikeluarkan saat berhubungan intim berjuta-juta, namun yang membuahi sel telur hanya satu. Pembuahan akan menghasilkan zygot atau bakal janin yang selanjutnya akan menuju rahim atau uterus untuk melakukan implantasi di rahim. 


Implantasi

Zygot atau sel telur yang telah dibuahi kemudian menuju ke rahim untuk selanjutnya menempel di puncak rahim ( fundus uteri ) yang dikenal dengan proses implantasi. Zygot kemudian mengalami serangkaian pembelahan sel berkembang menjadi embrio. Selanjutnya embrio akan berkembang sehingga terbentuk organ-organ yang sempurna.

Pekembangan Embrio

Embrio selanjutnya berkembang. Pada usia kehamilan 16 – 17 minggu terbentuk jantung dan pembuluh darah, pada umur kehamilan 20 minggu terbentuk plasenta atau ari-ari yang berfungsi untuk member nutrisi bagi janin. Pada trimester pertama atau 12 minggu pertama terjadi pembentukan organ-organ, saat ini janin sangat sensitif dengan pengaruh bahan kimia dan obat-obatan yang kadang-kadang menyebabkan kecacatan. Janin berkembang dalam rahim atau uterus dibungkus selaput ketuban dan cairan ketuban. Pada umur 36 minggu janin sudah matang dan siap lahir, namun yang paling optimal adalah umur 38 – 40 minggu.

Proses Kelahiran

Pada saat janin sudah matur dan sudah siap hidup diluar yaitu umur kehamilan 38-40 minggu , tubuh sudah mempersiapkan diri untuk proses kelahiran tersebut. Tanda – tanda awal dari proses persalinan adalah adanya kontraksi rahim secara teratur dan bertambah kuat yang ditandai dengan nyeri perut hilang timbul, disertai keluarnya lendir campur darah dari vagina. Penolong persalinan yaitu dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan kemajuan proses persalinan seperti memeriksa pembukaan mulut rahim, dan penurunan kepala janin.

Pada pembukaan mulut rahim kira-kira 10 cm disebut pembukaan lengkap dan kepala bayi sudah terlihat, maka janin sudah siap lahir dan penolong persalinan mulai memimpin persalinan.

Thank you for reading Kehamilan Serta Proses Terjadinya

Saturday, March 11, 2017

Apa itu Mimpi Basah?

mimpi basah

Mimpi Basah - Suatu malam menjelang dini hari, Anton tiba-tiba terbangun dai tidurnya dan ia ingat tadi dia telah mimpi tentang sesuatu yang erotis. Dia juga merasakan tidak nyaman dan terasa basah di celana dalamnya. Setelah dibaui ternyata bukan bau air kencing, akan tetapi bau yang khas, mirip-mirip bau bunga akasia. Anton pun heran, apa ini dan mengapa bisa terjadi?

Apa yang dialami Anton adalah sesuatu yang umum, hamper setiap pria normal pasti pernah mengalaminya. Kejadian yang dialami Anton ini serimg disebut mimpi basah. Yang dikeluarkan disini adalah sperma atau air mani, bukan air kencing.

Mimpi basah merupakan pertanda bahwa seorang laki-laki itu mencapai kematangan seksual, dimana organ –organ reproduksinya sudah berfungsi dan siap untuk bereproduksi. Setiap laki-laki yang mengalami pubertas

akan menjadi aktif organ-organ reproduksinya sehingga sperma secara terus menerus akan dihasilkan oleh testes. Setiap hari seorang laki-laki kira-kira memproduksi aperma sebanyak kurang lebih 100-400 juta sel sperma. Sel sperma ini diproduksi oleh tubuh manusia dari makanan-makanan yang masuk setiap hari ke dalam tubuh kita. Jika penuh akan secara otomatis keluar. Sperma ini akan disimpan dalam kantung mani dan jika tidak ada pengeluaran, sperma akan diserap kembali oleh tubuh. Produksi sperma akan mengalami penurunan karena pengaruh usia, penyakit tertentu, obat-obatan dan alkohol.

Se-sel sperma yang dihasilkan melalui proses yang disebut spermatogenesis akan dikeluarkan melalui hubungan seksual atau melalui masturbasi atau onani (mengenai hal ini akan dibahas pada artikel belakangan). Apabila tidak terjadi pengeluaran, maka kantong sperma akan penuh. Tubuh akan mengeluarkan sperma melalui proses mimpi basah ini.

Jadi mimpi basah adalah mekanisme alami yang dilakukan tubuh sebagai respon dari penuhnya kantong sperma karena tidak dikeluarkan, yang didahului oleh mimpi, biasanya mimpi yang bersifat erotis. Laki-laki yang secara teratur mengeluarkan sperma apakah itu melalui onani atau masturbasi jarang yang mengalami mimpi basah. Itu adalah hal yang normal.
Thank you for reading Apa itu Mimpi Basah?

MENGENAL KESEHATAN REPRODUKSI



Kesehatan Reproduksi- Mungkin banyak diantara kamu yang belum mengetahui, pernah mendengar tetapi belum tahu apa itu kesehatan reproduksi? Kesehatan Reproduksi merupakan hal yang harus diketahui dan diterapkan oleh remaja. Remaja sering mencari tahu melalui media massa ataupun melalui internet tentang kesehatan reproduksi akibat kurangnya pendidikan yang diberikan oleh orangtua maupun di bangku sekolah. Akan tetapi kadang-kadang informasi yang didapatkan itu tidak semuanya benar, malah kadang-kadang ada yang menyesatkan. Dengan demikian pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sesuatu yang penting.

Secara harfiah Kesehatan Reproduksi terdiri dari kata kesehatan dan Reproduksi. Kesehatan berasal dari kata sehat. Sehat menurut WHO adalah suatu keadaan tubuh manusia yang menggambarkan berfungsinya tubuh secara memuaskan dalam lingkungan dan sifat tertentu. Sehat adalah keadaan yang baik dari unsur somatik, sosial dan psikis. Reproduksi yang dimaksud disini adalah kemampuan mahluk hidup untuk menghasilkan keturunan dan berkembang biak agar tidak punah. Jadi yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi disini adalah kondisi yang baik ditinjau dari aspek jasmaniah, sosial dan psikis kaitannya dengan hal reproduksi atau kemampuan manusia untuk berkembang biak dan menghasilkan keturunan.

Kalau kita simak definisi diatas, maka ada tiga aspek yang harus dalam kondisi baik agar kita dikatakan sehat yaitu aspek somatik dengan kata lain adalah aspek fisik yaitu jasmani atau badan kita. Tidak mengidap penyakit seperti kencing manis, sakit ginjal, penyakit jantung ataupun yang lainnya. Sedangkan dari sudut reproduksi adalah berfungsinya dengan baik organ-organ reproduksi serta tidak ada penyakit yang berhubungan dengan alat-alat reproduksi manusia seperti kanker, penyakit menular hubungan intim.

Aspek sosial adalah kondisi yang baik ditinjau dari kemasyarakatan, pergaulan dan lingkungan. Menghindari pergaulan bebas yang menjurus ke hubungan intim bebas adalah salah satu contoh sehat secara sosial. Berpacaran harus yang sehat, yaitu tidak selalu mengasosiasikan pacaran dengan ciuman, pelukan, atau bahkan berhubungan badan (ML, making love). Berpacaran harus diujudkan kearah hal yang positif yang mendukung prestasi akademik dan sosial lainnya. Hindari perilaku berisiko lainnya seperti penyalahgunaan drug atau obat terlarang ataupun “ jajan sembarangan”, yaitu berhubungan bercinta dengan Perempuan Penjaja kepuasan, HIV /AIDS dan yang lain.

Aspek berikutnya adalah aspek psikis/mental harus berfungsi dengan baik. Selalu menguatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan, mematuhi nasehat orangtua dan guru agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang yang dapat mengganggu kemapuan bereproduksi.

Ketiga aspek tersebut harus sehat agar kemampuan reproduksi kita optimal sehingga nantinya menghasilkan keturunan dan generasi yang bagus dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Beberapa hal yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi akan dibahas disini, sehingga kamu tahu segala informasi tentang kesehatan remaja.

Thank you for reading MENGENAL KESEHATAN REPRODUKSI

Wednesday, March 8, 2017

Tanda - tanda Pubertas


Pubertas - Remaja adalah peralihan masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Masa remaja menurut WHO berkisar antara 12 sampai 24 tahun. Masa remaja diawali dengan periode transisi atau yang dikenal dengan Pubertas atau Puber. Setiap orang akan mengalami fase ini. Istilah yang sering dipakai untuk pubertas adalah akil balik. Pada masa pubertas terjadi perkembangan fisik dan psikis yang pesat yang kadang-kadang tidak dimengerti remaja. Seiring dengan perkembangan tersebut sering terjadi beberapa problem kesehatan pada remaja. Masalah-masalah tersebut dibahas pada artikel Masalah Kesehatan pada Remaja

Puber atau Pubertas adalah istilah untuk masa ketika seorang anak mengalami perubahan secara fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Pertumbuhan fisik terjadi sangat cepat dan tidak beraturan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap anak berbeda-beda. Pada masa pubertas terjadi perubahan yang sangat mencolok dan membutuhkan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial. Ketika seseorang mengalami pubertas maka ia dapat bereproduksi dan melanjutkan keturunan secara biologis, akan tetapi belum tentu siap untuk memiliki keturunan ditinjau dari aspek ekonomi dan psikologis. Pubertas pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah sedangkan pada perempuan ditandai dengan menstruasi yang pertama (menarche)


Pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi berfungsi untuk menghasilkan keturunan dan terjadi perubahan fisik. Hormon seks yang terdapat pada wanita adalah hormone estrogen dan progesterone sedangkan untuk anak laki-laki dipengaruhi oleh hormone testoteron. Pada sekitar 1950-an usia pubertas dimulai pada umur 15 tahun, namun sekarang sekitar 10-13 tahun. Hal ini berbeda-beda setiap orangnya. Faktor-faktor yang diduga menyebabkannya adalah faktor sosial ekonomi, iklim, jumlah anggota keluarga serta keadaan gizi yang semakin baik mempercepat kesiapan tubuh.





Pubertas pada Laki-laki


Pada laki-laki perubahan yang terjadi meliputi perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik ditandai dengan berkembangnya tanda-tanda kelamin skunder antara lain pertumbuhan bulu-bulu di ketiak, daerah sekitar kemaluan, kumis, jenggot, cambang, bulu dada, tumbuhnya jakun, suara menjadi besar dan berat, serta ditandai dengan berfungsinya alat reproduksi. Perubahan secara psikis antara lain timbulnya perhatian pada diri sendiri dan lawan jenis, ingin diakui kedewasaanya, tidak ingin tergantung pada orang lain dan sebagainya.

Di masyarakat sering kita dengar istilah puber kedua pada laki-laki. Istilah tersebut sebenarnya tidak ada. Istilah ini muncul karena berhubungan dengan factor gender. Pada usia 35-40 tahun seorang laki-laki merasa khawatir dengan daya tariknya kepada lawan jenis. Maka pada usia ini ia ingin menampakkan kembali kemampuannya untuk menampilkan daya tariknya terhadap lawan jenisnya.

Pubertas pada perempuan

Pada abad yang lalu menstruasi dimulai pada usia rata-rata 16 tahun. Sedangkan abad ini remaja perempuan mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun dan mengalami menarche pada rata-rata usia 12 tahun. Semakin hari usia menarche semakin dini. Pengaruh media yang memberikan informasi seksual yang semakin mudah juga mempengaruhi otak sehingga segera mengaktifkan hormon seksual.

Pada remaja perempuan perubahan fisik ditandai dengan bentuk tubuh yang berlekuk-lekuk, tumbuhnya payudara, kulit menjadi lebih halus, suara menjadi lebih lembut, tumbuhnya bulu-bulu di ketiak dan seputar kemaluan. Perubahan psikis yang terjadi misalnya menjadi lebih sensitive perasaannya, ingin diperhatikan lawan jenis, suka mematut diri di depan cermin dan lain-lain.

Perubahan-perubahan yang dialami perempuan pada masa pubertas

  • Tubuh menjadi lebih tinggi
  • Pinggul tambah lebar
  • Payudara mulai tumbuh
  • Di daerah-daerah tertentu seperti ketiak dan kemaluan mulai ditumbuhi rambut
  • Mulai mengalami haid
Dengan mengalami pubertas terjadi kematangan seksual yaitu alat-alat reproduksi sudah mulai berfungsi ( sel telur dan sel sperma sudah siap melakukan pembuahan ) sehingga sudah bisa melakukan reproduksi dan melanjutkan keturunan. Pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan tumbuhnya alat–alat kelamin sekunder sedangkan perempuan ditandai dengan menarche atau menstruasi yang pertama.

Perubahan-perubahan yang dialami tersebut diakibatkan oleh perubahan sisten hormone menuju kematangan seksual. Perubahan hormone itu juga mempengaruhi suasana hati. Cara berpikir remaja juga berubah karena perkembangan otak. 

Komunikasikan Perubahan itu ke Orangtua


Reaksi tiap remaja terhadap pubertas berbeda-beda mekanismenya, ada yang berdebar-debar, bingung atau biasa-biasa saja. Remaja kadang-kadang berdebar-debar melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya atau kadang-kadang merasa mali dan minder terhadap perubahan-perubahan ini dan merasa belum siap dan masih ingin menjadi anak-anak. Semua perasaan itu normal adanya.

Yang paling penting adalah selalu berusaha menjalin komunikasi terhadap orangtua. Cara mengkomunikasikan perubahan ini tergantung pada tipe kedua orangtua kita. Ada orangtua yang terbuka pada anaknya dalam masalah pendidikan seks sehingga anak mudah berterus terang perubahan yang dialaminya pada orangtua, bahkan orangtua memberikan informasi dan pengetahuan pada si anak tentang perubahan yang dialaminya.

Selain itu ada juga orangtua yang bersifat tertutup dan kurang terbuka pada anaknya serta menganggap masalah seks adalah masalah yang tabu untuk dibicarakan. Terhadap tipe orangtua yang demikian sebaiknya kita mengambil inisiatif mulai membuka percakapan dan menceritakan perubahan yang kita alami dengan mempertimbangkan saat yang tepat. Untuk anak perempuan komunikasikan terlebih dahulu pada ibu sedangkan remaja laki-laki ceritakan lebih dulu pada ayah bila merasa malu menceritakan kepada kedua orangtua.
Thank you for reading Tanda - tanda Pubertas

Thursday, September 8, 2016

Menstruasi, Siklus Bulanan Perempuan

menstruasi





Ani adalah seorang cewek berusia 13 tahun. Suatu hari Ani merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, merembes dan membuat roknya basah. Ani pun segera memeriksa, dan betapa ia terkejut!! Ternyata ada darah yang keluar. Ani menjadi panik, cemas dan takut bila telah terjadi sesuatu padanya. Sakit apakah dia?

Ketakutan, kecemasan dan kepanikan Ani adalah sesuatu yang wajar. Ani belum mengetahui apa yang terjadi padanya. Ani adalah anak menjelang remaja dan sedang mengalami pubertas.

Apa yang dialami oleh Ani adalah hal yang biasa dan dialami oleh setiap wanita tiap bulannya. Saat ini adalah kali pertama Ani mengalaminya. Banyak anak ABG lainnya yang juga mengalami perasaan serupa, takut, cemas, bingung dan panik. Hal yang dialami Ani dan teman sebayanya adalah karena mereka belum memahami tentang pendidikan kesehatan reproduksi, dan belum mengetahui tentang haid atau menstruasi senagai siklus bulanan perempuan. Apa yang dialami Ani adalah haid atau menstruasi atau sering diistilahkan dengan mens, datang bulan atau tamu bulanan.

Pada artikel sebelumnya yaitu Apakah Aku Puber? telah dijelaskan Sistem Reproduksi akan berfungsi apabila telah terjadi kematangan seksual. Kematangan seksual ditandai dengan menculnya menstruasi pada wanita sedangkan pada pria ditandai dengan muncunya mimpi basah. Menstruasi yang muncul pertama kali disebut menarche. Biasanya menarche terjadi pada usia 9 sampai 15 tahun. Biasanya perempuan mengalaminya 2 tahun setelah payudara tumbuh. Faktor keturunan juga berpengaruh terhadap kapan dimulainya menarche ini. Bila sampai umur 16 tahun belum juga mendapt haid maka segera konsultasikan ke dokter.

Menstruasi atau Haid adalah peristiwa keluarnya darah dari rahim yang terjadi secara teratur setiap bulan, berlangsung selama 3-7 hari sebagai akibat meluruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Waktu sejak hari pertama datangnya menstruasi sampai hari pertama periode menstruasi berikutnya disebut Siklus Menstruasi. Pada umumnya siklus tersebut berlangsung selama kurang lebih 28 hari (21-35 hari). Supaya Kamu mengetahui berapa lama siklus haid kamu maka hitunglah dari hari pertama kamu haid sampai hari pertama kamu mendapat haid berikutnya. Jadi kalau kamu memiliki siklus haid 32 hari maka kamu mengalami ovulasi kira-kira pada hari ke18 siklusmu. Kalau kamu memiliki siklus haid 27 hari maka ovulasi tejadi pada hari ke-13 siklus. Ovulasi adalah proses pengeluaran sel telur atau ovum yang sudah matang dan siap dibuahi dari ovarium melalui tuba fallopi (untuk lebih jelasnya tentang organ reproduksi baca artikel Mengenal Sistem dan Alat Reproduksi).Biasanya Ovulasi terjadi pada hari ke 14+1 dari siklus menstruasi. Periode saat terjadinya ovulasi disebut masa subur dan apabila pada saat ini melakukan hubungan seksual maka kemungkinan besar akan terjadi kehamilan.






Menstruasi terjadi oleh karena peluruhan dinding rahim sebagi akibat menurunnya kadar hormon progesterone secara tiba-tiba. Dinding rahim sendiri berfungsi sebagai tempat menempelnya sel telur (ovum) yang sudah dibuahi untuk krmudian berkembang menjadi janin. Jadi menstruasi berguna untuk membersihkan dinding rahim dan untuk pembuatan dinding rahim yang baru pada siklus berikutnya.

Pada saat pubertas terdapat sekitar 300.000 sel telur pada kedua ovarium, tetapi hanya sekitar 500 sel telur yang dapat berkembang menjadi matang dan dikeluarkan hanya sebuah pada saat ovulasi. Dalam siklus menstruasi sistem hormon sangat berperan. Mula-mula hormone FSH (Folicle Stimulating Hormone) merangsangan pematangan sel telur di ovarium. Sel telur yang sudah matang kemudian menghasilkan hormone estrogen. Hormon estrogen ini kemudian menghentikan kerja hormone FSH sehingga tidak lagi terjadi pematangan sel telur dan hanya ada satu sel telur matang. 


Estrogen juga menyebabkan dinding rahim menebal dan siap ditempeli sel telur yang sudah dibuahi serta merangsang pengeluaran LH (Leutinizing Hormone). LH akan merangsang terjadinya ovulasi. Sel telur bila dibuahi oleh sperma kemudian berkembang menjadi zigot dan terjadilah kehamilan. Mengenai proses terkadinya kehamilan akan dijelaskan pada artikel Kehamilan dan Proses terjadinya. Bila sel telur yang sudah diovulasi tersebut tidak dibuahi oleh sel sperma, maka sel telur berubah menjaadi corpus luteum yang menghasilkan hormone estrogen dan progesterone yang menyebabkan rahim semakin menebal. Corpus luteum berubah menjadi Corpus albicanst yang tidak lagi menghasilkan hormon. Penghentian tiba-tiba produksi hormon menyebabkan dinding rahim meluruh dan terjadilah haid atau menstruasi tersebut.






Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa siklus menstruasi normalnya adalah 21 sampai 35 hari. Umumnya adalah 28 hari. Kadangkala siklus menstruasi tidaklah teratur terutama pada awal-awal Kamu mengalami menstruai, bahkan kadangkala berlangsung sampai 2 tahun. Dan ini tetap dianggap normal. Akan tetapi apabila sampai di atas 2 tahun siklus masih juga belum teratur maka segera konsultasikan ke dokter.

Haid adalah perkembangan yang alami. Haid secara teratur adalah pertanda adnya keseimbangan hormonal di dalam tubuh yang juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Haid biasanya berlangsung selama 2 sampai 8 hari, kebanyakan berlangsung selama 5 hari. Kadang-kadang perempuan merasakan keluarnya darah sangat banyak. Namun sebenarnya adalah beberapa sendok makan saja. Biasanya tidak lebih dari 60 ml selama seluruh haid.

Pada saat haid muncul, perempuan biasanya memakai pembalut atau tampon untuk menyerap darah yang keluar dan supaya tidak merembes menembus pakaian. Penggunaan pembalut secara medis berperan untuk perawatan selama menstruasi agar tetap bersih dan tidak lembab. Pembalut sebaiknya sering diganti selama haid, idealnya setiap 4 jam, terutama saat darah sedang banyak-banyaknya keluar dan atau setelah buang air kecil. Pada umumnya pembalut tidak mengakibatkan efek samping, namun ada beberapa perempuan yang sensitive dan bisa menimbulkan alergi. Jika demikian sebaiknya segera ganti pembalut dengan merek lain atau konsultasikan ke dokter.

Kadangkala saat menjelang haid, perempuan sering mengeluh pusing, sakit kepala, nyeri perut/kram perut. Kadang pula disertai gangguan emosi seperti marah-marah, mudah tersinggung, malas-malasan, sedih tanpa sebab pasti dan lain-lain. Sekumpulan gejala ini disebut Sindrom Premenstruasi. Dan ini berbeda-beda tergantung orangnya. Bila keluhan tersebut sangat dirasakan mengganggu maka segera konsultasikan ke dokter. Mengenai Kelainan-kelainan Menstruasi akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Tidak ada pantangan yang khusus bagi perempuan yang sedang haid, namun sebaiknyamemperbanyak istirahat dan makan makanan yang bergizi agar pendarahan cepat berhenti. Ketika sedang haid banyak melakukan aktivitas, terutama aktivitas yang melelahkan maka tubuh akan lemas sehingga kontraksi otot rahim untuk meluruhkan dinding rahim dan menutup pendarahan juga ikut lemah sehingga memakan waktu lebih lama untuk berhenti.


Thank you for reading Menstruasi, Siklus Bulanan Perempuan