Showing posts with label Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Thursday, May 11, 2017

Atasi Bayi Pilek


SI KECIL masih bayi tapi sudah pilek, gimana ya cara mengatasinya???....penyakit Flu adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas(hidung dan tenggorokan) memang mudah menular, lewat udara juga bisa, namun anda bisa koq mencegahnya yaitu dengan memakai masker saat mengendong atau berdekatan dengan bayi termasuk pada saat menyusuinya. Aturan yang sama juga berlaku bagi ayah ataupun siapapun yang berinteraksi dengannya.

Namun bila sudah terlanjur tertular dengan gejala lesu, demam di atas 38`C, batuk-batuk serta rewel karena rasa nyeri dikepala dan tubuhnya, berikut tips yang dapat anda lakukan :
  • Biarkan banyak beristirahat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
  • Tetap susui ASI. ASI membantu kekurangan cairan yang mungkin terjadi akibat demam.
  • Pantau suhu tubuhnya. Setiap 3-4 jam sekali. Untuk menentukan perlu tidaknya diberi penurun panas.
  • Perhatikan sirkulasi udara di kamar bayi mengalir dengan baik. Ruangan yang pengap akan memperparah penyakitnya.

Sebenarnya penyakit flu akan sembuh sendiri tanpa pemberian obat-obatan, bila si kecil ditangani dengan baik ia akan sembuh dalam 4-5 hari. Namun bisa jadi selama rentang waktu tersebut bisa saja si kecil rewel karena hidungnya penuh lendir. Untuk itu ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam pengeluaran lendir:
  • Gunakan pipet khusus untuk menyedot lendir bayi. Pastikan anda mematuhi cara kerjanya.
  • Jika ingin mengoleskan balsem oles saja di bagian baju depan dada bayi jangan di kulitnya karena bisa saja terjadi iritasi pada kulit.
  • Tetesi obat tetes hidung yang kandungannya hanya garam. Obat ini mengencerkan lendir sehingga lebih mudah ditelan bayi dan merangsang bersin, sehingga lendir mudah keluar.
  • Kalau lendirnya terlalu banyak segera bawa ke dokter anak anda, lendir akan dihisap alat yang bernama suction (bentuknya selang kecil dan dihubungkan ke sebuah mesin).
  • Jangan sedot lendir dihidung bayi dengan mulut karena bisa menyebabkan dia tertular penyakit jika anda menderita sakit tertentu.
  • Jangan ganjal kepala bayi dengan tumpukan bantal. Otot-otot leher bayi relatif masih lemah dan pendek tumpukan bantal hanya akan membuat leher lebih menekuk sehingga membuatnya sulit bernafa
Thank you for reading Atasi Bayi Pilek

Wednesday, April 5, 2017

42 Cara Ampuh Mengatasi Anak dan Bayi Susah Makan

Masalah anak susah makan banyak dikeluhkan para orang tua, terutama ibu.

Banyak para ibu yang bingung menghadapi buah hatinya, yang khawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan. Ada beberapa penyebab yang mambuat si kecil susah makan. Biasanya mulai terjadi saat usianya memasuki tahun pertama.


Masalah biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja hingga mengemut makanannya berlama-lama. Kondisi ini membuat ibu khawatir akan kecukupan gizinya, mengingat si kecil masih dalam masa tumbuh kembang.

Cara mengatasi anak susah makan:

1. Sajikan makanan dalam porsi kecil

Yang perlu diketahui para ibu, bahwa lambung si kecil tidak mampu menampung banyak makanan. Sehingga hindari memaksakan anak makan terlalu banyak.

Makanan dengan porsi sedikit akan membuat anak tidak malas untuk makan, serta mengurangi rasa jenuh saat makan. Untuk mensiasatinya, usahakan tambah frekuensi makan anak dengan porsi kecil.

2. Iming-imingi reward

Ketika anak susah makan, coba sesekali memberikan hadiah kepada mereka. Anak kecil biasanya sangat senang dengan pemberian dari orang tua. Sehingga dengan begitu, anak yang sedang malas makan, nantinya bisa menjadi lahap. Anak biasanya bersemangat jika orang tua menjanjikan sesuatu yang disukainya.

Hendaknya memberikan jenis reward yang mendidik bagi anak, hindari memberikan reward seperti makanan manis, tinggi lemak, gorengan, dan semacamnya, yang justru berdampak buruk bagi anak.

3. Buat variasi makanan

Para ibu perlu membuat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati yang memilih makanan yang ia sukai, karena biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya, sehingga dirinya dapat makan dengan lebih semangat.

4. Sajikan makanan dengan menarik

Agar anak tertarik dan lebih semangat untuk makan, maka sajikan makanan dengan tampilan menarik. Seperti mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear, bebek kecil, dsb. Atau juga makanan diletakkan di wadah yang di sukai si kecil, nasi dicetak menggunakan bentuk yang di sukai si kecil, atau bisa juga menambah hiasan agar makanan menjadi menarik.

5. Buat kondisi makan yang menyenangkan

Orang tua kurang baik mengancam atau menakut-nakuti anak agar ia mau makan. Terlalu sering melakukan hal itu, dikhawatirkan anak akan merasa bahwa makan adalah saat yang tidak menyenangkan sehingga bisa menimbulkan trauma psikis bagi anak jika mengingat tentang makanan.

Makan bersama menjadi momen interaksi penting antara orangtua dan anak. Orangtua bisa menjadi teman menyenangkan di meja makan. Yang membuat hubungan orangtua dan anak semakin erat.

Selama waktu makan, minimalkan gangguan yang ada, hal yang perlu dilakukan seperti mematikan televisi dan menjauhkan mainan dari meja makan. Orang tua jangan menciptakan suasana yang “horor” saat anak makan. Hindari memarahi anak saat waktu makan. Karena dapat membuat anak jadinya sangat tidak menyukai waktu makan. Pada akhirnya, anak semakin malas untuk makan.

6. Mengurangi anak jajan di luar

Sebisa mungkin minimalkan anak untuk selalu jajan di luar, karena tentunya makanan di luar sangat dikhawatikan tentang gizinya yang rendah atau tidak terkontrol.

Sering makan atau jajan di luar, membuat anak menjadi sulit untuk diajak makan di rumah.

7. Makan teratur

Para ibu hendaknya mencoba untuk membuat jadwal waktu makan anak, sehingga anak bisa makan dengan teratur.

Hal ini membuat si kecil nantinya terbiasa dengan waktu makannya. Demikian juga dengan waktu tidur anak, mandi, dsb.

8. Berikan anak cemilan sehat

Setelah anak bisa berjalan, maka memubatnya menemukan kegemaran baru yaitu bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika anak memasuki usia 2 tahun, maka aktivitasnya akan semakin banyak. Kondisi ini membuat anak akan sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang.

Untuk para ibu, maka bisa menyiasatinya dengan memberikan cemilan sehat pada anak. Disarankan untuk membuat cemilan sehat dalam bentuk yang beragam. Contohnya membuat bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, dll.

9. Libatkanlah anak dalam menyiapkan makanan

Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti meminta pertolongan kepada anak untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan. Atau juga meminta anak membantu menyiapkan makanan di meja makan.

Selain itu, orang tuanya perlu menjadi telandan bagi anaknya. Bila orang tua mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontohnya. Keteladanan orang tua membantu pola makan anak agar baik.

10. Ajak anak berolahraga

Dorong si anak untuk berolahraga, atau minimal buatlah tubuhnya aktif bergerak. Saat anak berolahraga maka detak jantungnya akan meningkat. Hal ini membuat pembakaran kalori di dalam tubuh menjadi meningkat, sehingga dapat memuculkan nafsu makannya.

11. Gunakan piring berwarna cerah

Penelitian telah membuktikan bahwa cara menambah nafsu makan anak bisa dengan menggunakan piring-piring berwarna cerah saat si anak sedang makan. Penelitian menyebutkan bahwa warna piring bisa mengubah nafsu makan. Warna yang dinilai cukup efektif untuk meningkatkan nafsu makan adalah merah, kuning atau oranye.

Menurut penelitian, warna yang paling baik untuk menjaga nafsu makan adalah warna merah. Peneliti menjelaskan bahwa warna-warna yang cerah bisa membuat hati menjadi lebih bahagia dan nafsu makan ikut terpancing.

12. Mengonsumsi jeruk

Buah jeruk kaya akan vitamin C. Di dalam tubuh, vitamin C berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ternyata juga dapat meningkatkan nafsu makan. Sehingga, Ibu bisa memberikan buah jeruk kepada anak, atau asupan vitamin C lainnya yang membuat anak akan memiliki nafsu makan, serta mengoptimalkan proses metabolisme di dalam tubuhnya.

Selain vitamin C, cara menambah nafsu makan lainnya yaitu dengna memberikan asupan B dan zinc. Vitamin B dapat meningkatkan nafsu makan dan mengontrol suasana hati, demikian juga dengan fungsi asupan zinc.

Oleh karena itu apabila ada seseorang yang kekurangnan vitamin B dan zinc, nafsu makannya biasanya akan berkurang.

13. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan

Minuman, baik itu air putih, jus buah segar atau lainnya adalah hal yang diperlukan anak, tetapi jika memberikan anak minuman saat makan, membuat anak akan merasa kembung sendiri sehingga membuatnya sulit untuk makan.

14. Akali jenis makanan yang tidak disukai anak

Anda bisa menyelipkan atau menyembunyikan jenis sayuran atau buah yang anak Anda tidak suka. Misalnya saja anak tidak suka pisang dan wortel, maka Anda bisa mengakalinya dengan membuat cake pisang atau muffin wortel untuknya.

15. Kenalkan anak beragam jenis makanan ssehat ejak usia dini agar ia selalu memiliki selera makan yang baik.

16. Jangan memburu anak agar makan dengan cepat. Karena hal ini membuat anak tidak nyaman ketika makan. Sehingga nantinya membuat anak sulit untuk mau makan.

17. Ajak anak ketika anda sedang mempersiapkan menu makannya, beri pujian supaya anak merasa senang dan lebih bersemangat untuk makan

18. Jika anak suka cemilan, maka berikan cemilan jauh sebelum waktu makan utama tiba. Berikan cemilan sehat, seperti buah-buahan dipotong menyerupai dadu, wortel yang telah dikukus, yoghurt, dsb. Hindari memberikan coklat, permen, snack mengandung MSG karena mengurangi nafsu makan anak.

19. Sajikan makanan dengan menarik, jangan dicampur aduk antar nasi dan lauknya. Gunakan piring makan yang ia sukai, pisahkan antara nasi dengan lauk pauknya sehingga tampak menarik.

20. Selama kegiatan makan berlangsung, tetaplah berkomunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak berpikir bahwa kegiatan makan adalah saat yang menyenangkan.

21. Atur dengan baik pemberian minuman saat makan, jangan terlalu banyak minum karena anak akan merasa cepat kenyang dan malas untuk menghabiskan makanannya.

22. Terapkan acara makan bersama keluarga. Dengan melihat orang tua dan anggota keluarga lainnya (kakak, nenek dan kakek, dll) memakan makanan, anak menjadi ikut tertarik menyantap makanan.

23. Anda dapat mengubah cara pengolahan dan penyajian makanan sehingga tampak fresh dan menarik. Misalnya, membuat sate bola-bola daging cincang, bola-bola kentang goreng, ikan dan ayam goreng berbalur tepung goreng, dll.

24. Kalau bisa, menanam sayuran dan buah-buahan di kebun dengan anak Anda, sehingga membuatnya lebih menyukai makanan yang dimakannya. Jika anak mau, jangan dilarang anak untuk membantu Anda merawat tanaman di kebun.

25. Jangan terlalu memaksa anak untuk makan, seperti memaksa untuk menyendoki makanan ke mulutnya, padahal anak meronta keras menolak makan. Hal ini mencegah bahaya tersedak pada anak, dan juga dikhawatirkan anak menjadi trauma atau ketakutan saat jamnya makan.

26. Anda bisa memberikan multi vitamin atau supplemen penambah nafsu makan anak, Curcuma Plus (harga sekitar Rp. 11 ribuan) dan Vidoran plus (harga sekitar Rp.13 ribuan). Senawa curcuma dan asam amino yang terkandung di dalamnya berfungsi meningkatkan penyerapan sari makanan pada saluran pencernaan, sehingga meningkatkan nafsu makan.

27. Apabila anak masih tetap susah makan dalam waktu lama, maka bisa terindikasi kurang gizi, disarankan mengunjungi dokter atau ahli gizi untuk berkonsultasi.

Cara membujuk bayi yang susah makan

Berbagai cara yang pernah dilakukan para bunda, yang dinilai berhasil dalam membujuk bayi agar mau makan. Biasanya membujuk bayi pada beberapa suapan, lalu mengganti cara lain untuk suapan selanjutnya. Berikut di bawah ini dipaparkan trik-triknya:

1. Makan setelah mandi: Air hangat membuat peredaran darah lebih lancar, serta memicu rasa lapar. Bayi susah makan bisa jadi lebih bernafsu makan setelah ia mandi.

2. Membuatnya melihat ke atas: Gunakan mainan atau benda yang menarik perhatian bayi agar ia melihat ke atas. Ketika mulutnya terbuka, masukkan sendok berisi makanannya.

3. Ringtone HP: Bunyikan ringtone HP dan pegang HP agak tinggi sehingga bayi melihat ke atas sambil membuka mulut.

4. Mainan berbunyi: Bayi didudukan di kursi makan bayi, lalu berikan mainan di mejanya. Setiap kali ia bosan dengan mainan yang ada, gantinya dengan mainan yang lain.

5. Mainan yang berbunyi akan lebih menarik perhatian sang bayi, ketika ia lengah maka lebih mudah membuka mulut ketika sendok ditempelkan ke ujung bibirnya.

6. Tayangan film kartun: Bayi duduk di high chair sambil menikmati tayangan kartun, agar nantinya ia membuka mulut tanpa sadar saat didekatkan sendok ke mulutnya.

7. Untuk bayi yang senang menggigit benda di sekitarnya, berikan mainan yang bisa digigit (mainan harus aman dan bersih) guna memancing gigitannya.

Sehingga ketika bayi siap memasukkan mainan tersebut ke mulutnya, secepatnya masukkan sendok berisi makanan ke mulutnya.

8. Dekatkan dengan hidangan yang harum yang mengepulkan asap. Keharuman masakan dapat menggugah bayi agar mau makan.

9. Menyuapi dengan tangan jika bayi sering menolak saat disuapi dengan sendok.

10. Makan bersama: Bayi bisa tergugah nafsu makannya ketika melihat orang lain makan. Cobalah Anda sambil makan ketika menyuapinya.

Bisa juga dengan meminta bantuan orang lain untuk makan di hadapan bayi. Anda harus sigap menyuapinya ketika bayi mulai menganga karena ‘latah’ melihat orang lain menyuap makanan.

11. Tepuk tangan: Cara ini butuh bantuan orang lain untuk bertepuk tangan sambil berkata, “Horeeeee”, sementara Anda menyuguhkan sendok berisi makanan ke mulut si bayi. Jika tidak berhasil, coba lebih banyak orang yang bertepuk tangan dan menyebutkan “horeee”.

12. Air putih: Kadang bayi menutup mulut setelah beberapa suapan. Cobalah tawarkan air putih sedikit, lalu berikan lagi suapan berikutnya.

13. Menu selang-seling: Jika bayi susah makan, mungkin karena bosan dengan rasa makanan yang sama. Anda bisa mengakalinya, misalnya memberikan sesuap bubur / nasi tim, lalu suapan berikutnya puree buah. Demikian seterusnya, lakukan secara selang seling sehingga bayi tidak bosan.

14. Variasi sendok: ganti-ganti sendok yang digunakan, sehingga bayi tertarik pada sendok baru tersebut.

15. Perbaiki rasa makanan: Bayi susah makan mungkin karena tidak suka dengan rasa makanannya. Walaupun banyak yang melarang tambahan garam atau kecap pada makanan bayi, tetapi terpaksa dilakukan jika bayi tidak mau juga makan, agar makanan menjadi sedap.

Bisa juga menambahkan bawang goreng agar wangi. Yang penting, menghindari asupan MSG pada bayi.

Hal yang perlu diketahui dari bayi yang susah makan

Untuk mengatasi anak yang susah makan diperlukan kesabaran. Bisa juga anak susah karena ada faktor psikis, sehingga harus diatasi masalahnya tersebut.

Pada anak, coba berikan vitamin untuk menambah nafsu makan, seperti sirup elkana atau kurkuma, atau sirup vitamin yang mengandung unsur lysmin di dalamnya.

Sebelum makan, anak jangan diberi susu dahulu, hendaknya anak diajak makan sama-sama seperti halnya orang dewasa.

Pada bayi, ada saat-saat tertentu dimana bayi susah makan. Anda perlu mengenali 4 penyebab bayi susah makan:

Sariawan

Sariawan membuat si Kecil enggan untuk makan. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi.

Sariawan disebabkan trauma pada mulut seperti tergigit, kekurangan vitamin, alergi makanan, terinfeksi virus, dll

Untuk mengatasi kondisi ini, maka perlu dilakukan usaha menyembuhkan sariawan, atau minimal membuat sariawan menjadi mati rasa, sehingga bayi tidak “tersiksa” saat makan.

Menolak makanan baru

Bayi mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur makanan yang baru dimakannya, sehingga bayi tidak mau makan.Untuk mengatasinya coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya.

Misalnya, si Kecil menyukai bubur wortel, makan anda bisa memperkenalkan bubur ubi manis pada bayi. Tampilan dan tekstur yang mirip membantu bayi mau “berkenalan” dengan makanan barunya itu.

Jangan langsung memberinya dalam porsi biasa, akan tetapi perlu disiasati, caranya dengan memberikan sedikit demi sedikit. Jika bayi menolaknya, jangan memaksanya, beralihlah ke makanan yang disukainya.

Pada masa-masa ini Bunda jangan patah semangat. Teruslah menjejali bayi dengan jenis makanan baru.

Refluks gastroesofagus (GER)

Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi perutnya, tetapi GER berbeda dengan muntah. Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, jaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan selama 30 menit.

Kemudian, hindari memberikan bayi makanan dalam porsi besar. Jauhkan juga bayi dari asap rokok, yang sangat berdampak buruk bagi bayi.

Selain itu, bayi tidak mau makan karena masih merasa kenyang, tubuhnya kelelahan, atau juga karena sakit. Orang tua harus peka memberhatikan kondisi bayi.

Cara bertahap memberikan makanan pada balita

Pada anak balita anda berusia diatas 6 bulan, mulai berikan makanan pendamping ASI seperti bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya.

Untuk makanan pendamping, harus disesuaikan dengan umur balita. Jangan langsung diberikan nasi padat karena dapat mengganggu saluran pencernaannya.

Saat memilih bubur instant, perhatikan label pada kemasan agar disesuaikan dengan usia anak balita. Biasanya tersedia bubur instant untuk usia 6 – 24 bulan dengan berbagai rasa. Anda bisa memberikan variasi rasa saat memberikan makan kepada balita, sehingga ia tidak merasa bosan.

Untuk anak balita diatas 2 tahun, variasikan menu lauk pauknya. Buat pilihan menu makanan dan biarkan anak memilih makanan favoritnya.

Cara lainnya, Bunda bisa langsung yang membuat variasikan makanan pada anak. Misalnya sarapan pagi, variasi makanannya yaitu telur, roti, kentang, dan minum segelas susu.

Demikian seterusnya pada makan siang dan malam, berikan variasi makanan seperti sayuran, ikan, daging, ayam dan seterusnya.

Jangan lupa sediakan buah-buahan bagi kebutuhan vitamin anak, dan dorong anak agar mau makan sayur.

Thank you for reading 42 Cara Ampuh Mengatasi Anak dan Bayi Susah Makan

Monday, January 16, 2017

Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?

Zat besi merupakan kandungan yang sangat diperlukan oleh tubuh, lebih-lebih bagi oleh anak-anak, termasuk juga bayi. Zat ini memberikan manfaat dan fungsi yang besar bagi tubuh, sehingga bisa menjadi masalah serius jika tubuh kekurangan zat besi.

dr Yoga Devaera, SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang bekerja di RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, menjelaskan bahwa nutrisi mineral zat besi memiliki peran besar sebagai dasar yang penting agar anak atau bayi memperoleh MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas dan sehat.

Yoga Devaera menjelaskan (seperti dikutip dari detikHealth) bahwa jenis zat besi yang bersumber dari hewan (sumber hewani) biasanya lebih gampang untuk diserap oleh tubuh, hal ini terutama bagi anak-anak.


Dokter juga mengingatkan agar Orang tua tetap harus memperhatikan asupan viamin C pada anak. Selain manfaat vitamin C untuk menjaga susana hati (mood), menjaga kesehatan kulit, mata, mencegah sariawan, pilek, hingga mencegah kanker. Juga fungsi dari nutrisi vitamin C yang dikonsumsi adalah untuk memaksimalkan proses penyerapan zat besi dari nabati.

Ciri-ciri anak kekurangan zat besi

Adapun ciri-cirinya anak yang kurang mendapatkan asupan zat besi yaitu terlihat pada wajahnya yang sering pucat, bahkan kondisi pucat pada wajah anak dapat terjadi dalam waktu yang panjang. Jika hal ini terjadi pada anak maka berkemungkinan anak mengalami masalah kekurangan nutrisi zat besi.

Apalagi jika akan juga mengalami mudah lelah, terlihat tubuhnya lemas, rentan terkena infeksi, mudah terserang penyakit, hingga mengalami masalah mental seperti mendadak tidak mau diam, atau sulit untuk tenang (gelisah), maka sangat harus diwaspadai bahwa anak mengalami kekurangan zat brsi.

Apabila anak benar-benar terlihat pucat, maka ini hal yang cukup serius, dokter dr Yoga Devaera menganjurkan agar Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter, karena dikhawatirkan anak yang masih kecil tertimpa hal-hal buruk. Oleh dokter, biasanya akan dilakukan pengecek terhadap kondisi anak yang lemas. Orang tua bisa memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada anak, diantaranya daging sapi dan hati.

Kandungan zat besi sangat diperlukan tubuh anak, terutama untuk pertumbuhan perkembangan sistem sarafnya. Akibat dari anak yang tidak memperoleh asupan zat besi sebagaimana mestinya, mengakibatkan masalah serius pada kemampuan dan fungsi kognitif anak. Selain itu memberikan gangguan pada kekmampuan tingkah laku anak. Zat besi juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

Penyebab terjadinya kekurangan zat besi pada anak berumur 1-2 tahun yaitu karena beberapa faktor, yaitu:
  1. Anak tidak memperoleh makanan pemdamping yang mencukupi kebutuhannya.
  2. Anak terlalu banyak mengonsumsi minum susu juga bisa menyebabkan tubuhnya kekurangan zat besi.
  3. Anak mengalami kegemukan

Khsus pada bayi atau balita sangat rentan mengalami kekurangan zat besi. Bentuk gejala dari kekurangan zat besi ini sering tidak terasa oleh seorang ibu. Alhasil, anak tidak mendapatkan penanganan yang baik dan semestinya.

Sehingga perlu diingat lagi, bahwa tanda-tanda dari anak yang mengalami kekurangan zat besi yaitu dirinya lebih seirng tidur-tidur, terlihat lemas, cepat capek, dan mudah mengantuk (padahal waktu tidur sudah cukup). Gejala-gejala seperti lemas, mengatuk dan lainnya (seperti disebutkan diatas) terjadi akibat fungsi zat besi untuk membantu mengirim oksigen ke seluruh tubuh (yang termasuk ke otak), mengalami hambatan.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir untuk memberikan makanan hewani pada bayi setelah 6 bulan. Penyebabkan takut anak terkena alergi, atau tekstur daging yang dinilai masih terlalu keras. Padahal perlu diketahui bahwa kekurangan asupan protein hewani mengakibatkan anak kekurangan zat besi. Disamping itu, pada beberapa sayuran terdapat kandungan zat besi yang penting, walaupun kadar kandugan zat besinya masih dibawah daging.

Sebenarnya, makanan hewani sudah bisa dicobakan pada bayi diatas usia 6 bulan. Caranya dengan memastikan memasak daging hingga benar-benar matang, kemudian daging dihaluskan agar mudah dimakan dan dicernanya. Orang tua perlu menghindari memberikan asupan daging dari makanan olahan, contohnya ada banyak, diantaranya bakso dan sosis.

Mengapa tidak boleh? Hal itu karena jenis makanan olahan seperti itu biasanya telah dimasukan berbagai bahan tambahan zat kimia, seperti penyedap rasa, bahan pengawet dan lainnya.

Hal lainnya yang juga perlu diketahui

Memberikan bayi susu formula yang tidak memiliki asupan zat besi di dalamnya, juga bisa memicu anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga yang terbaik bagi anak adalah ASI (air susu ibu) ketimbang penggunaa produk susu formula.

Jikapun ingin menggunakan susu formula, maka gunakan produk susu formula yang di dalamnya memiliki asupan zat besi. Hanya yang penting diketahui oleh bunda, bahwa memberkan ASI sampai anak berusi 1 tahun adalah hal yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan. Untuk mencukupi kebutuhan zat besi bagi anak, maka Anda bisa memberikan asupan berupa daging ayam, kuning telur, kacang-kacangan, ikan dan sayuran berdaun hijau gelap.

Selain itu, perhatikan asupan vitamin C paad anak. Nutrisi vitamin C bisa diperoleh dari melon, tomat, jeruk manis. Manfaat vitamiin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh agar maksimal.

Thank you for reading Apa Saja Ciri-Ciri Anak & Bayi Kekurangan Zat Besi? Cara Mengatasinya?

Sunday, November 13, 2016

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Sebagai orang tua pasti akan khawatir ketika mendapati tubuh si anak (apalgi jika masih bayi) terasa panas.

Ketika megalami hal ini, maka ada beberapa hal awal yang bisa dilakukan, sehingga tidak perlu landung tergesa-gesa ke dokter.

Demam sendiri sebenarnya sebuah gejala. Dimana ketika demam menjadi pertanda bahwa tubuh si anak sedang melawan penyakit.

Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam bisa dikatakan menjadi bukti sistem kekebalan tubuhnya yang bekerja dengan baik. Dimana baiknya sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melawan serangan penyakit.

Demam juga bisa menyerang anak kecil jika dia terlalu lama berada di bawah terik matahari panas. Anda  tidak perlu khawatir berlebihan jika anak masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

Adapun beberapa kondisi yang membuat orang tua perlu waspada ketika sang anak mengalami demam, dengan tanda-tanda seperti berikut:
  1. Anak terlihat sangat lesu, serta tidak ada semangat saat dihibur atau diajak bermain
  2. Tidak nafsu makan
  3. Tidak responsif karena rasa sakit yang dialaminya
  4. Muncul ruam
  5. Anak uring-uringan saat tidur
  6. Pernapasannya terganggu
  7. Terlihat tanda-tanda dehidrasi pada anak, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, dll
  8. Tubuh anak mengalami kejang

Demam tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang.

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh karena adanya benda asing di dalam sistem tubuh. Anak bisa demam setelah diberikan imunisasi, kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis.

Demam juga disebabkan karena adanya virus yang masuk ke dalam tubuh, kalau ini memerlukan antibiotika. Ketika anak demam, pertama kali orang harus mengetahui penyebab demam pada anak.

Penanganan yang berlebihan ketika anak mengalami demam, contohnya: langsung memberikan obat antibiotika, langsung melakukan cek darah, dll.

Hal ini malah bisa memberikan hal buruk dan merugikan pada anak. Sehingga masalah bukannya hilang, malah bisa muncul masalah lain.


Pengobatan demam pada anak
Jika anak mengalami demam, maka motivasi anak untuk lebih banyak minum air. Oang tua bisa menyuruh anak minum air sedikit demi sedikit.

Hal itu karena kondisi demam membuat anak kehilangan cairan, yang beresiko anak mengalami dehidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein dan minuman kaleng / bersoda.

Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dan ibuprofen bisa diberikan kepada anak. Untuk  melakukannya, penting untuk selalu ikuti petunjuk dan aturan yang benar.

Perlu diketahui, umur, tinggi dan berat badan anak akan menentukan dosis. Dengan memberikan obat pada anak diharapkan dapat membuat anak merasa lebih nyaman dan tenang.

Hindari memberikan aspirin pada anak, karena menimbulkan efek samping sindrom / penyakit fatal yang memengaruhi otak dan hati.

#Pastikan anak istirahat yang cukup
Ketika anak sakit atau demam harus banyak-banyak untuk tidur / istirahat, hal ini pentig agar suhu tubuh dapat reda menjadi normal.

Jika anak sakit akan tetapi dirinya terus aktif bergerak, maka hal ini kurang baik, karena akan membuat tubuhnya sangat lelah sehingga kemampuan sistem tubuh dalam melawan penyakit menurun.

Tetapi hal ini bukan berarti anak seharian berda di tempat tidur, yang dimaksudkan dari banyak istirahat adalah porsi anak untuk tidur atau istirahat ditingkatkan dari biasanya (saat anak normal / tidak sakit).

Anak seharian berada di atas tempat tidur juga bukan hal yang diharuskan, kecuali jika kondisi sakit demam yang dialami anak sangat parah sehingga memasaksanya untuk seharian di tempat tidur.

#Mandi dengan air hangat
Anda bisa nemandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, yang bermanfaat untuk membantu meredakan demam anak.

Jika anak tidak mau mandi (karena sakit dideritanya) maka Anda bisa mengelap tubuh anak dengan handuk atau washlap basah yang hangat.

loading...

#Pijat dengan PepperMint Oil
Anda bisa memijat memakai PepperMint Oil pada dada, punggung dan bagian tubuh lainnya guna meredakan demam pada anak.

Nantinya, mentol yang ada di dalam PepperMint Oil berfungsi untuk melancarkan hidung yang tersumbat.

Orang tua bisa memijat bagian dada dan punggung anak secara perlahan.

# Motivsi anak agar banyak minum air putih
Kondisi  demam bisa memicu resiko terjadinya dehidrasi pada anak. Orang tua hendaknya jangan sampai lupa memmerikan minum air putih pada anak. Pastikan anak minum air putih yang cukup.

Selain itu, Ada bisa memberikan anak makanan berkuah kaldu, teh herbal / teh jahe, madu, dan jus buah (jambu, pepaya, strawberry, pear, dll).

#Berikan makanan yang agak pedas dan hangat
Kalau memang anak kuar untuk makan pedas, dan dirinya joga menyukainya. Maka orang tua bisa memberikan sedikit makanan pedas kesukaannya...

...seperti sup ayam, sup buntut atau bakso, dengan menambahkan lada di dalam makanan (tetapi jangan teralu banyak).

Hal itu karena makanan pedas bisa membuatnya anak berkeringat, serta juga dapat melancarkan peredaran darah. Hal ini sangat baik.

#Perhatikan gizi makanan anak
Untuk anak, terutama saat sakit sangat penting untuk memberikan makanan sehat yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya dapat optimal.

Pastikan makanan yang dikonsumsi anak benar-benar bergizi. Anda bisa memberikan makanan kesukaannya yang sehat, seperti kaldu sup ayam, Sup iga, bakso, dll.

Penting bagi orang tua saat anak demam, untuk menghindari memberikan makanan kurang sehat  pada anak, seperti makanan instan, junk food, minuman bersoda dan semacamnya.

#Hendaknya orang tua membuat anak senyaman mungkin
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika, dari hasil studi menyarankan agar orangtua berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibandingkan sibuk memikirkan menurunkan suhu demam anak.

Karena penyebab demam bisa beragam, jika orang tua hanya berfokus menurunkan suhu demam, maka tidak memberikan hasi optimal untuk kesembuhan anak.


#Berikan obat penurun demam
Memberikan obat penurun demam pada anak tentunya sesuai dengan usianya, umumnya yang digunakan adalah parasetamol.

Parasetamol merupakan obat penurun demam yang dinilai memiliki efek samping yang rendah, sehingga penggunaan parasetamol dapat diterapkan pada bayi sekalipun.

Tetapi sangat penting untuk membaca petunjuk dokter agar menghindari hal yang tidak diinginkan seperti resiko gangguan fungsi hati (yang paling sering terjadi).

Sangat berbahaya jika memberikan dosis yang tidak tepat (dosis terlalu tinggi).

Beberapa tahun terakhir, terjadi penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen untuk mengobati demam pada anak.

Praktik seperti ini TIDAK DIANJURKAN karena meinumbulkan masalah yiaitu: sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian salah, dan intoksikasi obat karena berlebihan.

Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam TIDAK TERBUKTI  secara ilmiah memiliki efek antipiretik yang lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.

#Penanganan dokter
Bagi bayi yang mengalami demam pada usia 3 bulan kebawah, dimana suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius, maka lebih baik untuk membawanya ke dokter anak.

Terutama lagi jika muncul kondisi lain, seperti anak demam dengan kondisi urin yang kental, kakinya terus-terusan bergerak (tanda bagi tidak nyaman), maka dikhwatirkan bayi terkena infeksi saluran kemih.

Hal lainnya yang membuat orang tua perlu membawa bayi yang demam ke dokter adalah jika panas demam tidak turun-turun selama 3 hari, terjadinya mimisan ataupun bintik merah pada bayi.

Tips lainnya mengatasi demam pada anak:

#Saat anak menggigil atau kedinginan, sebaiknya anak diselimuti selimut yang hangat dan pastikan suhu rungan jangan terlalu dingin.

#Gunakan pakaian ringan (jangan pakaian terlalu tebal), serta berikan selimut pada anak. Memberikan pakaian yang terlalu banyak (atau juga terlalu tebal) justru mencegah panas tubuh keluar dari dalam tubuh, sehingga berdampak buruk pda anak.

#Hindari memberikan pada anak minuman yang mengandung kafein dan soda (seperti cola), karena beresiko terjadinya dehidrasi pada anak.

#Pastikan kamar tidur anak pada suhu yang nyaman, yaitu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jangan berikan baju terlalu tebal pada anak, hal ini agar panas tubuh bisa keluar maksimal.

#Usahakan untuk sering-sering memeriksa suhu tubuh anak. Orang tua bisa menggunakan alat termometer, jangan biasakan hanya mengandalkan rabaan tangan untuk mendeteksi suhu tubuh anak.

#Orang tua perlu selalu memastikan anak agar tidak merasa kedinginan atau kepanasan.

Mengatasi demam pada bayi
Orang tua perlu segera membawa sang bayi ke dokter jika masih berusia di bawah 3 bulan saat demam. Bayi harus cepat ditangani dokter karena demam pada usia tersebut berpotensi sebagai tanda kondisi serius...

...selain itu, karena bayi usia tiga bulan ke bawah belum memiliki lapisan pelindung sel yang kaut antara aliran darah dan sistem saraf pusat.

Hal tersebut beresiko terjadinya masalah serius, berupa mikroorganisme yang menyebar dan merusak jaringan saraf.

Adapun bagi bayi di atas tiga bulan, maka bawa ke dokter jika demamnya tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam sejak bayi sakit demam.

Cara mengetahui demam pada bayi
Dengan menggunakan alat termometer, sisarankan untuk mengukur suhu tubuh bayi melalui anus karena bagian tersebut dinilai lebih akurat dibandingkan ketiak, mulut, dsb.

Termometer anus juga lebih mudah diaplikasikan pada bayi.

Sebelum mengukur suhu tubuhnya pada anus, maa rang tua harus memastikan termometer dalam keadaan higienis. Sehingga, sebelum digunakan harus dicuci hingga bersih.

Posisikan bayi Anda tengkurap, kemudian masukkan termometer yang telah diolesi petroleum jelly perlahan-lahan ke anus dengan kedalaman sekitar 2.5 cm.

Tahan termometer selama dua menit hingga terdengar suara notifikasi dari termometer. Setelah itu orang tua bisa menariknya perlahan, kemudian melihat hasilnya.

Suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36-37 derajat Celcius.

Penanganan demam pada bayi
Untuk menangani demam pada bayi usia tiga bulan ke atas, beberapa penanganan awal dan sederhana yaitu:

#Mandikan bayi menggunakan air hangat. Penting untuk memastikan air tidak terlalu panas bagi kulit bayi. Mandi air hangat bermanfaat untuk melancarkan pernapasannya, dan membaut tubuh bayi menjadi nyaman.

#Lalu pakaikan pakaian bayi dengan bahan yang cenderung tipis, jangan memberikan pakaian tebal bagi bayi yang demam.

#Pasikan bayi tidak kekurangan cairan (dehidrasi), berikan ASI, susu formula atau air putih.

#Adapun jika ingin memberikan obat mengatasi demam pada bayi, maka harus berkonsultasi pada dokter.

#Ingat, apabila demam menyerang bayi yang berusia tiga bulan ke bawah, hendaknya segera membawa sang bayi ke dokter.
Thank you for reading Cara Yang Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Saturday, July 30, 2016

Penyebab diare pada bayi yang perlu Anda tau

Bayi yang baru lahir sering membuang kotoran bahkan hampir terjadi setiap setalah makan atau menyusui, kotoran bayi biasanya sangat lembut terutama jika bayi disusui ASI.  Selain itu, kotoran bayi Anda dapat berubah tergantung apa yang telah Anda makan, jika dia menyusui. Begitu bayi Anda mulai makan makanan padat, Anda akan menemukan bahwa feces bayi Anda agak berubah dan memadat, tetapi tergantung juga pada pola makannya.

Semua itu membuat sulit untuk menjelaskan dan mengetahui apakah bayi menderita diare. Intinya: Jika buang air besar bayi Anda berubah dalam janngka waktu yang agak lama, Anda tidak perlu khawatir. Tetapi jika bayi Anda fecesnya tiba-tiba berubah, Anda patut curiga apakah bayi Anda menderita diare atau tidak.
Sebagian besar kasus diare yang relatif ringan dan tidak menimbulkan ancaman kesehatan serius selama bayi Anda tidak mengalami dehidrasi. Tapi jika bayi Anda dehidrasi bisa sangat serius, bahkan bisa berakibat fatal pada bayi, jadi sangat penting memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan cairan yang cukup.

Apakah Anda yang menyebabkan diare?
Ada sangat banyak kemungkinan. Diare pada bayi bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mungkin juga dari parasit, antibiotik  atau dari sesuatu yang bayi makan. Berikut kemungkinan penyebab diare pada bayi yang bisa menjadi perhatian Anda dan bisa mencegahnya:

1. Diare pada bayi karena infeksi bakteri
Bakteri seperti salmonella, shigella, staphylococcus, campylobacter atau E. Coli  juga dapat menyebabkan diare pada bayi Anda. Jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri  ia mungkin akan mengalami diare berat disertai dengan kram darah dalam tinja dan demam. Beberapa bayi mungkin muntah tetapi bisa juga tidak muntah.

Beberapa infeksi bakteri seperti itu dari E. coli dapat ditemukan di daging matang dan sumber makanan lainnya yang  bisa saja  menjadi sangat serius. Jadi jika bayi Anda memiliki gejala-gejala tersebut membawanya ke dokter adalah pilihan terbaik. Dokter akan memeriksanya dan mungkin mengevaluasi apakah tinja menunjukkan tanda dari infeksi bakteri.

2. Diare pada bayi dari infeksi virus
Beberapa virus seperti rotovirus, adenovirus, calicivirus, astrovirus dan influenza dapat menyebabkan diare serta muntah serta nyeri perut, demam, menggigil, dan sakit lainnya.

3. Diare pada bayi karena infeksi telinga
Dalam beberapa kasus, infeksi telinga yang mungkin di sebabkan karena bakteri atau virus dapat menjadi penyebab diare bayi. Jika hal ini terjadi, Anda juga dapat melihat bahwa bayi Anda rewel dan akan menarik-narik telinganya. Si kecil juga mungkin muntah dan memiliki nafsu makan yang buruk dan bayi Anda kemungkinan juga akan sangat kedinginan.

4. Diare pada bayi karena parasit
Infeksi parasit juga dapat menyebabkan diare. Giardiasis misalnya, disebabkan oleh parasit mikroskopis yang hidup dalam usus. Gejalnya sering buang angin, kembung, diare dan tinja berminyak. Jenis infeksi ini mudah menyebar dalam situasi di kelompok perawatan seperti penitipan bayi dan pengobatan bisa di lakukan dengan obat khusus sehingga bayi Anda seharunya di bawa ke dokter spesialis.

5. Diare pada bayi karena terlalu banyak minum jus
Terlalu banyak jus terutama jus buah yang mengandung kadar sorbitol dan tinggi fruktosa atau terlalu banyak minuman manis dapat mengganggu perut bayi dan menyebabkan si kecil sakit perut. Mengurangi jumlah asupan adalah bisa mengatasi masalah dalam seminggu atau lebih. Beberapa dokter merekomendasikan Anda tidak memberikan jus buah kepada bayi sebelum usia 6 bulan. Setelah enam bulan bisa di berikan dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

6. Diare bayi karena antibiotik
Jika bayi Anda mengalami diare selama konsumsi atau setelah minum antibiotik, mungkin berhubungan dengan obat-obatan yang membunuh bakteri baik di usus. Berkonsultasikan dengan dokter tentang alternatif dan solusi tapi jangan berhenti memberinya obat dari dokter sampai diare bayi Anda sembuh.

7. Diare pada bayi karena alergi makanan
Perhatian: Hubungi dokter secepatnya jika bayi Anda mengalami kesulitan bernapas atau telah mengalami pembengkakan wajah atau bibir.
Protein susu adalah alergen makanan yang paling umum pada bayi. Bayi Anda tidak harus minum susu sapi sampai setelah satu tahun, formula yang dibuat dengan susu sapi atau makanan yang dibuat dengan produk susu setelah bayi makan makanan padat dapat menyebabkan reaksi pada perut, bisa juga terjadi alergi pada bayi Anda.

8. Diare pada bayi karena keracunan
Jika bayi Anda mengalami diare dan muntah-muntah dan Anda pikir dia mungkin telah menelan beberapa macam barang bukan makanan seperti obat, segera hubungi rumah sakit atau dokter secepatnya.

9. Diare pada bayi karena makanan
Tidak seperti lain, alergi makanan kadang-kadang disebut sensitivitas makanan adalah suatu reaksi abnormal yang tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu contoh dari sensitivitas makanan adalah intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa sangat tidak biasa pada bayi, tetapi jika bayi Anda adalah laktosa tidak toleran itu berarti tubuhnya tidak cukup menghasilkan laktase yaitu enzim yang diperlukan mencerna laktosa, gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya. Ketika laktosa tercerna tetap dalam usus, dapat menyebabkan gejala seperti diare, kram perut, kembung dan gas perut. Gejala biasanya mulai dari setengah jam sampai dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.

Bagaimana saya mengobati diare pada bayi saya?
  • Meskipun tidak akan menjadi masalah serius jika diobati dengan benar, diare pada bayi dapat menyebabkan bayi Anda di rujuk ke rumah sakit jika ia menjadi dehidrasi, sehingga perhatian pertama Anda harus memberinya cairan yang cukup. Jika bayi Anda tidak juga muntah, teruslah memberinya air susu ibu atau susu formula.
  • Jika bayi Anda tidak bisa meminum ASI atau susu formula kami sarankan segera hubungi dokter, yang sangat mungkin Dokter akan memberinya larutan elektrolit pediatrik.
  • Hindari minuman seperti soda manis termasuk jahe, minuman atletik seperti Gatorade, air gula dan jus buah murni. Semua itu mengandung gula dan kandungan air yang bisa menarik ke dalam usus dan membuat diare lebih buruk.
  • Dokter biasanya menyarankan  memberi makan makanan padat untuk bayi dengan diare yang sudah hampir sembuh. Dan tidak ada salahnya selama menyusui bayi Anda diet menghindari makanan seperti pisang, nasi, saus apel dan roti kering. Sedangkan karbohidrat kompleks seperti roti, sereal, daging tanpa lemak, yoghurt, buah-buahan dan sayuran adalah aman dikonsumsi.
  • Jika bayi Anda sementara tidak mau makan, jangan khawatir. Selama ia tetap terhidrasi nafsu makannya seharusnya akan kembali dalam satu atau dua hari.
Apakah saya tetap bisa memberikan bayi saya obat anti  diare dewasa ?
Tidak, jangan berikan bayi Anda obat kecuali yang diresepkan oleh Dokter. Obat dewasa bisa berbahaya bagi bayi dan anak-anak.
Kapan saya harus menghubungi dokter?
Hubungi dokter segera jika bayi Anda berusia 3 bulan atau lebih muda dan dia menderita diare. Jika dia lebih dari 3 bulan, hubungi dokter jika bayi menderita diare dan tampaknya tidak akan membaik setelah 24 jam.
Thank you for reading Penyebab diare pada bayi yang perlu Anda tau

Jika Mencret Pada Bayi

Mencret adalah salah satu penyakit yang sering dialami oleh banyak bayi dirumah, karena bayi masih sangat rentan untuk terkena dengan segala bentuk virus dari luar dan juga sitem kekebalan tubuh yang belum sempurna apalagi hal ini menjadi pendukung pertama bagaimana penyakit ini dapat dengan mudah menyerang si anak bayi.
Anda harus fokus terhadap kesehatan bayi anda terutama pada saat bayi anda terkena mencret, karena mencret adalah penyakit yang dapat juga berkembang menjadi penyakit diare yang sangat berbahaya bila tidak segera ditangani khusus oleh para ahlinya akan berdampak buruk. Untuk itu disini kita akan membahas penyebab dan factor mencret pada bayi untuk mencegah buah hati anda dari serangan penyakit satu ini.

Penyebab dan factor mencret pada bayi adalah sebagai berikut:

Hal yang sangat mudah dengan mengetahui penyakit itu dapat dialami oleh si buah hati yaitu anda harus memikirkan apa yang anda makan, setelah anda tahu apa yang menyebabkan sakit pada si buah hati anda. Anda harus lebih selective untuk memilih asupan bagi anak anda karena sari-sari makanan yang ada pada makanana akan di cerna oleh si buah hati anda.

Ketika sari-sari makanan itu tidak cocok maka otomatis bayi tersebut merasakan hal yang buruk dan mempengaruhi sistem pencernaan mereka dan akhirnya mereka terkena mencret.
Faktor selanjutnya adalah lingkungan. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang sangat penting menyakut kesehatan si buah hati anda di rumah. Kenapa begitu? Karena faktor lingkunganlah yang menentukan seseorang tersebut dikatakan sehat atau tidak dan faktor lingkungan adalah salah satu penyebab utama mengapa mencret pada bayi.
Lingkungan yang kotor akan menimbulkan banyak sekali penyakit untuk berkembang seperti virus dan bakteri. Seperti contoh kondisi lingkungan rumah terutama kamar si buah hati haruslah terjamin kebersihannya. Begitu pula makanan yang akan di konsumsi haruslah higinis dan juga harus selalu menggunakan air bersih untuk membersihan segala benda yang menyangkut untuk si buah hati anda.



Thank you for reading Jika Mencret Pada Bayi

Sunday, January 10, 2016

Tips Mencegah Sariawan Pada Bayi

Sariawan bukan hanya dialami orang dewasa saja, ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya.. Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak. Pasti menyedihkan melihat sang buah hati anda mengalami sariawan dan sulit makan bukan, bunda. Pada dasarnyasariawan pada bayibisa terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah asupan makanan sangbayisehingga muncul berbagai bakteri pemicu sariawan.
Nah, kali ini kami membagi bebrapa tips untuk mencegah sariawan pada bayi anda. seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi alangkah lebih baik mencegah sariawan pada bayi daripada menyaksikan buah hati anda mengalaminya sendiri bukan.

Pada dasarnya ada beberapa tips untuk mencegah sariawan pada bayi anda seperti yang dijabarkan dibawah ini.

1. Asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi

Saat si Kecil sedang menderita sariawan, Ibu harus tetap memastikan bahwa si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup karena pada umumnya anak anda akan mengalami penurunan nafsu makannya ketika sariawan mendera. Bila kebutuhan cairan si Kecil terpenuhi, ini akan menghindarkan si kecil dari risiko dehidrasi.
Ibu juga bisa memberikan si kecil minuman dan makanan yang mengandung tinggi vitamin B, C, dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan sariawan pada bayi anda , contoh makanan bergizi seperti, apel, jeruk, tomat, dan sayuran yang dapat diolah dalam bentuk jus, sehingga mudah untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, vitamin B, C, dan zat besi pun bisa diperoleh dari susu.


2. Suapi si Kecil perlahan-lahan

Ketika si Kecil sariawan, sebaiknya Ibu tetap menyuapinya tapi dengan perlahan-lahan supaya buah hati anda tidak kekurangannutrisisekaligus sariawannya tidak tersentuh oleh sendok yang digunakan untuk makan. Ajarkan pada si Kecil untuk makan perlahan-lahan agar makanan yang di kunyah tidak mengenai mulutnya karena sariawan.


3. Gunakan gelas untuk minum si Kecil

Ketika anak sariawan, sebaiknya jangan menggunakan botol saat Ibu ingin memberikan minuman untuk si Kecil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kontak langsung dengan sariawan, karena hal ini bisa membuat dia semakin nyeri atau sakit terhadap makanan atau minuman yang ia makan. Kalau gejala sariawan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau bahkan minggu, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter.


Thank you for reading Tips Mencegah Sariawan Pada Bayi

Kenali Penyebab Bayi Kuning

Bayi kuning? pasti anda pernah mendengarnya atau bahkan pernah terjadi pada bayi Anda.
Kuning pada bayi baru lahir adalah munculnya warna kuning pada kulit dan jaringan tubuh bayi yang lainnya.
Umumnya kuning terjadi 2-4 hari setelah bayi lahir.

Ada beberapa penyebab bayi kuning antara lain:

  1. Pada awal kelahiran sel darah merah mulai diuraikan untuk kemudian diganti dengan sel darah merah yang baru. Hal ini akan mengakibatkan kadar bilirubin meningkat, namun akan menurun dalam dua minggu sampai sebulan kemudian.
  2. Bayi yang lahir lebih awal atau prematur.  Jika kuning padabayi prematurlebih dari 10 mg/dL, bayi harus segera mendapat penanganan untuk menghindari timbulnya komplikasi.
  3. Kuning juga dapat terjadi akibat masalah dalam pemberian ASI, misalnya produksi ASI yang kurang di awal kelahiran sehingga bayi hanya mendapat sedikit ASI.
  4. ASI juga dapat sebagaipenyebab bayi kuning(breastmilk jaundice). Jika terdapat kandungan hormon progesteron dalam ASI hal ini dapat  mengakibatkan terganggunya proses penguraian bilirubin.
  5. Adanya kandungan enzim liprotein lipase pada ASI juga dapat membuat kadar bilirubin meningkat. Jika ini terjadi, ASI tetap dapat di berikan, namun jika kenaikan bilirubin terjadi terlalu cepat, hentikan pemberian ASI untuk sementara waktu.
  6. Penyebab bayi kuning lainnya adalah perbedaan golongan darah ibu dan bayi.
Sekitar 60% kuning terjadi pada bayi sehat, Anda tidak perlu terlalu khawatir, namun demikian sebagai orangtua Anda harus tetap memantau kondisi bayi.
Jika kuning terjadi pada hari pertama kelahiran, makin lama kuning makin nyata, bayi menjadi lemah disertai demam, maka segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.


Thank you for reading Kenali Penyebab Bayi Kuning

Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh.
Bertambah umur bayi bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, beberapa elemen nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Sebab itu sejak usia 6 bulan, kepada bayi selain ASI mulai diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) Agar kebutuhan gizi bayi/anak terpenuhi.Dalam pemberian MPASI perlu diperhatikan waktu pemberian MP-ASI ,frekuensi porsi, pemilihan bahan makanan, cara pembuatan dan cara pemberiannya. Disamping itu perlu pula diperhatikan pemberian makanan pada waktu anak sakit dan bila ibu bekerja di luar rumah.Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilon makan dan merangsang rasa percaya diri.
Pengertian MP-ASI
• MP ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
• MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang.
• Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak .
• Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
Indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat :
• Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga
• Menghilangnya refleks menjulurkan lidah
• Bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk mrnunjukkan rasa lapar, dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan
Permasalahan dalam pemberian MP-ASI
Dari hASIl beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya.
Beberapa permasalahan dalam pemberian makanan bayi/anak umur 0-24 bulan :
1. Pemberian Makanan Pralaktal (Makanan sebelum ASI keluar)
Makanan pralaktal adalah jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang, yang diberikan pada bayi yang baru lahir sebelum ASI keluar. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan bayi, dan mengganggu keberhASIlan menyusui.
2. Kolostrum dibuang
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. MASIh banyak ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan mengandung zat gizi tinggi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang.
3. Pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat
Pemberian MP-ASI yang terlalu dini (sebelum bayi berumur 6 bulan) menurunkan konsumsi ASI dan gangguan pencernaan/diare. Kalau pemberian MP-ASI terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.
4. MP-ASI yang diberikan tidak cukup
Pemberian MP-ASI pada periode umur 6-24 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan santan atau minyak pada makanan anak, dapat menyebabkan anak menderita kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin penting yang larut dalam lemak.
5. Pemberian MP-ASI sebelum ASI
Pada usia 6 bulan, pemberian ASI yang dilakukan sesudah MP-ASI dapat menyebabkan ASI kurang dikonsumsi. Pada periode ini zat-zat yang diperlukan bayi terutama diperoleh dari ASI. Dengan memberikan MP-ASI terlebih dahulu berarti kemampuan bayi untuk mengkonsumsi ASI berkurang, yang berakibat menurunnya produksi ASI. Hal ini dapat berakibat anak menderita kurang gizi. Seharusnya ASI diberikan dahulu baru MP-ASI.
6. Frekuensi pemberian MP-ASI kurang
Frekuensi pemberian MP-ASI dalam sehari kurang akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.
7. Pemberian ASI terhenti karena ibu kembali bekerja
Di daerah kota dan semi perkotaan, ada kecenderungan rendahnya frekuensi menyusui dan ASI dihentikan terlalu dini pada ibu-ibu yang bekerja karena kurangnya pemahaman tentang manajemen laktASI pada ibu bekerja. Hal ini menyebabkan konsumsi zat gizi rendah apalagi kalau pemberian MP-ASI pada anak kurang diperhatikan.
8. Kebersihan kurang
Pada umumnya ibu kurang menjaga kebersihan terutama pada saat menyediakan dan memberikan makanan pada anak. MASIh banyak ibu yang menyuapi anak dengan tangan, menyimpan makanan matang tanpa tutup makanan/tudung saji dan kurang mengamati perilaku kebersihan dari pengasuh anaknya. Hal ini memungkinkan timbulnya penyakit infeksi seperti diare (mencret) dan lain-lain.
9. Prioritas gizi yang salah pada keluarga
Banyak keluarga yang memprioritaskan makanan untuk anggota keluarga yang lebih besar, seperti ayah atau kakak tertua dibandingkan untuk anak baduta dan bila makan bersama-sama anak baduta selalu kalah.
Thank you for reading Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Ibu mungkin akan menyadari bahwa setelah bayi melewati usia 1 tahun, nafsu makannya menjadi menurun dan banyak memilih jenis makanan yang ingin dimakannya. Jangan khawatir karena ketika mereka menginjak usia 1 tahun, tingkat pertumbuhannya pun ikut melambat dan kebutuhannya untuk makan menjadi berkurang selama satu tahun pertama ini. Apa saja jenis makanan sehat untuk bayi 1 tahun yang bisa menjadi patokan bagi para ibu di rumah. Yuk, kita simak berikut ini.
Kebutuhan konsumsi anak  1 tahun tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya sehari-hari. Kebanyakan anak yang berumur 1 tahun memerlukan sekitar 1000 kalori per hari. 1000 kalori ini bisa mencakup 2 gelas susu, 2 gelas buah segar dan sayuran, 2 ons biji-bijian yang setara dengan satu potong roti atau 1 cangkir sereal dan 2 ons daging. Jenis makanan harus dibagi diantara tiga  kali makan besar dan dua kali cemilan.
Bayi 1 tahun Anda kemungkinan tidak akan memakan semua pilihan yang kita sodorkan tetapi penting bagi bayi untuk mencoba dan dibiasakan makan secara teratur dan konsisten. Menu sarapan yang cocok untuk bayi 1 tahun adalah setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur dan setengah ons biji-bijian.
Contohnya untuk sarapan seperti setengah cangkir susu, setengah cangkir nasi tim dan seperempat cangkir potongan buah pisang. Menu seperti ini adalah makanan sehat untuk bayi 1 tahun karena bayi memerlukan susu penuh lemak untuk tubuhnya. Susu jenis ini berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan otaknya.
Untuk cemilan pagi, bayi bisa diberi menu seperti setengah ons biji-bijian dengan setengah ons alternatif daging, misalnya setengah potong roti gandum atau kue kering dengan setengah ons keju atau susu. Sedangkan untuk menu makan siang bisa mencakup setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur, setengah cangkir biji-bijian dan setengah ons pilihan daging. Semua bahan ini bisa diolah menjadi nasi tim dengan sedikit garam yang disukai oleh bayi. Bisa juga bahan-bahan ini tidak diolah secara bersamaan tetapi dijadikan variasi menu sehingga bayi bisa merasakan rasa yang berbeda untuk setiap jenis bahan yang ada.
Untuk makan malam, bayi memerlukan setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah, seperempat cangkir sayuran, setengah ons biji-bijian dan satu ons pilihan daging. Berikan pilihan menu makan malam untuk bayi Anda seperti setengah cangkir susu, seperempat kacang hijau rebus, seperempat potongan wortel rebus yang empuk, seperempat cangkir pasta dan satu ons potongan daging ayam yang gurih. Semua masakan ini dibuat tanpa penyedap. Itulah tadi beberapa menu pilihan makanan sehat untuk bayi 1 tahun Anda.
Thank you for reading Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang gampang, apalagi jika Anda baru menjadi seorang ibu. Perasaan takut dan cemas sering menghantui Anda ketika melakukan perawatan bayi baru lahir. Namun sebaiknya Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mempelajari berbagai tips merawat bayi yang baru lahir dari berbagai sumber, misalnya buku, majalah, maupun internet. Hal ini dilakukan agar Anda siap merawat buah hati Anda dengan penuh cinta.
Bayi baru lahir harus mendapatkan perlakukan yang ekstra dari Anda agar ia bisa tumbuh sehat dan cerdas. Nah, perlakuan istimewa apakah yang bisa Anda lakukan pada bayi baru lahir ? simak tips merawat bayi yang baru lahir berikut ini :
– Berikan ASI untuk makanan utama bayi baru lahir
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir, karena mengandung colostrum dan zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas dan tumbuh kembang bayi.
– Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat tidur bayi.
Menjaga kebersihan badan bisa dilakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi dua kali sehari. Gunakan produk-produk khusus bayi yang aman, dari mulai sabun mandi, shampo, bedak, dan tissue basah. Untuk pakaian, pastikan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.  Cuci pakaian bayi dengan detergen khusus bayi (cair) karena tidak menyisakan residu di pakaian yang menjadi penyebab iritasi kulit dan hindari penggunaan softener. Pastikan kamar tidurnya bersih dan sirkulasi udaranya berfungsi sempurna.
– Merawat tali pusat bayi baru lahir
Tali pusat bayi akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 4 hari, namun pada kondisi tertentu lepasnya tali pusat bisa lebih lama, yakni 1 bulan. Merawat tali pusat merupakan hal yang sangat sulit untuk ibu baru. Intinya, tali pusat harus dijaga kebersihannya agar bayi terhindar dari resiko infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi :
1. Pastikan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu kering dan higienis, agar terhindar dari infeksi dan jamur.
2. Hindarkan tali pusat dari kotoran bayi maupun air kencingnya.
3. Berikan perhatian khusus untuk tali pusat dengan cara mensterilkan tali pusat dengan kasa yang dibasahi alkohol 70% dari pangkal ke bagian ujungnya, kemudian bungkus dengan kasa yang dibasahi alkohol dengan rapi. Lakukan ini hingga tali pusat sudah kering dan lepas dengan sendirinya.
– Jaga kehangatan tubuh bayi
Bayi harus dalam kondisi hangat, karena ia masih berada dalam masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam kandungan ibu yang hangat. Untuk menjaga kehangatan tubuhnya, Anda bisa memakaikan bedong bayi, sarung tangan dan kaki, serta topi. Ada pendapat untuk menghangatkan bayi, maka bisa dipakaikan gurita? Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena penggunakan gurita justru menyiksa bayi dan membuatnya susah bernafas. Namun jika ibu berniat menggunakan pada bayi, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.
– Perhatikan kuku bayi baru lahir
Kuku bayi baru lahir memang masih lembut dan tipis, sehingga membuat orang tua tidak tega untuk memotongnya. Namun, demi menjaga kesehatan bayi yang kadang suka memasukkan tangan ke dalam mulut dan agar kukunya tidak melukai kulitnya yang lembut, sebaiknya Anda memotong kuku bayi dengan alat pemotong khusus untuk bayi.
– Perhatikan pakaian dan popok bayi
Segera ganti pakaian apabila kotor atau lembab, begitupun dengan popoknya. Segera bersihkan daerah bokong dan kemaluan bayi setelah BAB atau BAK.
Demikian informasi tentang tips merawat bayi yang baru lahir, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Thank you for reading Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir

Saturday, October 24, 2015

Cara memilih Popok yang pas buat Bayi

Secara umum terdapat 2 macam popok:

Popok cuci ulang (sering disebut juga dengan cloth diaper/clodi )
Untuk memilih popok cuci ulang, pilihlah popok yang berbahan katun. Bahan ini sangat baik dalam menyerap keringat bahkan dalam cuaca yang panas. Keuntungan lainnya harganya lebih murah karena popok tersebut akan dicuci dan digunakan kembali.

Popok sekali pakai (disposable diaper)
Popok sekali pakai sering disebut oleh orang awam dengan istilah “pampers”. “Pampers” sebenarnya nama dagang salah satu popok sekali pakai yang dahulu cukup populer. Keuntungan penggunaan popok sekali pakai adalah kepraktisannya. Popok jenis ini tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan berat badan bayi. Masalah yang kerap ditemui pada penggunaan popok ini adalah bila kulit bayi sensitif dan mudah  mengalami iritasi. Kulit bayi yang sensitif dapat mengalami alergi / iritasi akibat kontak dengan bahan pembuat popok. Selain itu jika popok sudah penuh urin atau feses dan tidak segera diganti juga akan mudah menyebabkan kulit bayi teriritasi.
 Terdapat 2 jenis popok sekali pakai yaitu jenis popok yang menggunakan waist band (yang menggunakan perekat di pinggang) dan yang berbentuk celana (pull-up diaper). Popok sekali pakai juga dilengkapi dengan cuff pada lapisan bawah popok agar cairan dapat tertampung dan tidak meluber ke samping.

Memilih popok
Dalam memilih popok sesuaikan dengan usia bayi anda.

Usia 0-3 bulan
Di usia awal kehidupan, kulit bayi masih sangat sensitif. Bayi perlu popok yang nyaman dan memberikan perlindungan. Pilihlah popok yang berbahan lembut. Anda dapat mengombinasikan, misalnya untuk penggunaan di rumah gunakan popok cuci ulang berbahan katun, sedangkan untuk bepergian digunakan popok sekali pakai yang praktis. Ini dapat mengurangi kejadian alergi dan iritasi pada kulit bayi.
Bayi usia ini juga masih berada dalam posisi fetal sehingga akan lebih mudah bila memilih popok yang menggunakan perekat di daerah pinggang bukan yang berbentuk celana.
Ukuran yang sesuai untuk bayi usia ini adalah S (small) atau nomor 1 atau 2 (tergantung berat badan bayi). Pada bungkus popok sekali pakai umumnya tercantum ukuran popok dan berat badan bayi yang sesuai ukuran tersebut.

Usia 4-19 bulan
Pada usia ini, anak sangat aktif bergerak. Ia mulai merangkak, berdiri, dan berjalan. Untuk popok sekali pakai, pilihlah yang memiliki daya tampung tinggi. Untuk mencegah gangguan pada kelembaban kulit, anda dapat memilih popok yang memiliki pH balance.
Pada saat anak sudah berdiri dan berjalan, popok yang berbentuk celana agar tidak mengganggu pergerakan anak yang sedang aktif mengeksplorasi sekitarnya.

Usia 20 bulan keatas
Seiring dengan kemampuan anak yang semakin bertambah, rasa percaya dirinya juga makin bertambah. Pilihlah popok yang berbentuk celana dengan kenyamanan maksimal. Selain itu, popok yang berbentuk celana juga sangat cocok untuk usia ini karena pada usia ini anak akan belajar toilet training.

Kapan ganti popok?
Pada  popok cuci ulang bila bayi buang air kecil atau besar tentunya anda akan segera mengetahuinya dan kemudian menggantinya. Bila anda menggunakan popok sekali pakai, sebaiknya popok diganti setiap 3-4 jam atau lebih cepat bila popok sudah basah. Banyak produk yang mengatakan bahwa popok dapat dipakai sampai 8-10 jam, namun popok yang sudah basah bila dibiarkan bersentuhan dengan kulit bayi akan mengiritasi kulit. Salah satu tanda popok sudah penuh dan harus diganti adalah bila kita sudah dapat mencium baunya.

Pelembab
Pada bayi dengan kulit yang sensitif, anda dapat mencegah kemungkinan iritasi dengan memakaikan krim khusus untuk bayi (nappy cream).  Pilihlah krim yang memiliki kelembutan maksimal, hipo-alergenik, memiliki pH netral, serta aman untuk digunakan setiap hari.
Bila bayi tampak sangat teriritasi, bawalah ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Kadang bila daerah kulit selalu lembab, dapat tumbuh jamur pada kulit sekitar selangkangan. Kondisi ini perlu pengobatan dan tidak dapat hilang hanya dengan nappy cream biasa.

Langkah-langkah untuk mengganti popok:
  • Cucilah tangan anda.
  • Lepas celana bayi. Lepaskan popok yang sudah penuh. Ingat, saat melepas popok jenis waist band, rekatkan bagian perekatnya popok ke sisi bawah popok atau ke kain tatakan. Jangan sampai bagian perekat popok melekat ke kulit bayi. Kulit bayi dapat terluka bila perekat melekat terlalu kuat ke kulit dan dipaksa untuk lepas.
  • Bersihkan sisa urin atau feses dengan kapas basah/tissue basah/membasuhnya dengan air dan sabun.
  • Angkat kaki bayi, ambil popok yang kotor buang ke tempat sampah, dan bersihkan daerah bokong dan selangkangan bayi.
  • Bersihkan juga daerah kulit kelamin dan daerah lipatan paha bayi. Cara yang benar untuk membersihkan kulit bayi adalah dari depan ke belakang. Buang kapas/tissue basah yang telah digunakan. Bila masih perlu membersihkan ambil kapas/tissue basah baru. Setelah bersih, biarkan kaki bayi menendang-nendang dengan bebas sebentar agar kulitnya bebas bernapas.
  • Setelah kulit bayi kering berikan nappy cream. Hal ini bertujuan agar saat bayi berkemih urin tidak langsung menempel pada kulit sehingga kulit tidak teriritasi.
  • Angkat kaki bayi dan letakkan popok yang bersih kira-kira setinggi pinggang dengan bagian yang memiliki perekat di sebelah bawah.
  • Tarik bagian depan popok melewati selangkangan bayi, tempelkan perekat sesuai tanda yang tersedia. Lakukan untuk kiri dan kanan.
  • Ukuran yang pas (tidak terlalu ketat atau pun terlalu longgar) pada pengunaan popok adalah anda harus dapat memasukkan 2 jari anda kedalam lingkar popok.
  • Kemudian kenakanlah celana atau baju bayi kembali.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah mengganti popok bayi
  • Jangan meninggalkan bayi sendirian pada tempat ganti popok. Tempatkan bayi kembali pada tempat yang aman sebelum anda meninggalkan untuk cuci tangan.
  • Perlu diperhatikan! Untuk mencuci popok cuci ulang ataupun celana atau baju bayi yang terkena sisa urin atau feses, pisahkan popok dan celana/baju yang terkena sisa urin atau feses untuk direndam terlebih dahulu. Rendamlah kira-kira 30 menit dengan air dan detergen cair. Setelah itu cuci seperti biasa.
Thank you for reading Cara memilih Popok yang pas buat Bayi

Mengapa Bayi Menangis?

Menangis merupakan salah satu hal spontan dapat dilakukan oleh bayi saat lahir. Menangis merupakan cara bayi untuk berkomunikasi dengan lingkungannya pada awal hidupnya. Pada awalnya, meski menangis keras dan lama bayi tidak mengeluarkan air mata. Ini karena kelenjar air matanya baru memproduksi air mata dalam jumlah sedikit. Setelah kurang lebih 2-3 bulan barulah tangisan bayi disertai dengan air mata sebab produksi air matanya semakin meningkat.

Apa saja alasan dan cara mengatasi bayi yang menangis?
1. Lapar
Hal yang akan ditemui sehari-hari adalah bayi menangis karena lapar. Bayi berusaha memberitahu ibu bahwa ia lapar. Berikanlah ASI, atau bila terpaksa PASI, sesuai kebutuhannya. Selain itu tentunya perlu pantau pertumbuhan bayi untuk menilai kecukupan pemberian nutrisinya.

2.Mengompol/ buang air besar
Bayi  merasa tak nyaman bila popoknya basah/penuh. Segeralah ganti popoknya saat ia mengompol / buang air besar. Pada bulan-bulan awal, ia akan sering kencing dan buang air besar (minimal 5x dalam  sehari). Bila dibiarkan basah,  kulit bayi dapat mengalami iritasi dan timbul  kemerahan,  yang menyebabkan rasa tidak nyaman baginya.

3.Tidak nyaman
Kadang bayi menangis hanya karena perasaan tidak nyaman, misalnya kepanasan, kedinginan, atau ada bagian yang tertekan dari pakaiannya. Cobalah untuk menelaah ulang keadaan bayi dan berusaha untuk menghilangkan faktor yang membuat bayi merasa tidak nyaman.

4. Merasa sendiri
Sebagian bayi hanya menangis karena merasa sendiri. Ajaklah bayi bicara, menggendong dan mengayun bayi, serta memeluk bayi dapat meredakan tangisannya.

5. Lelah atau mengantuk
Bayi yang merasa terlalu lelah atau mengantuk juga akan menyampaikan kepada orang tuanya dengan cara menangis dan rewel. Orang tua dapat menidurkan/mengistirahatkan bayi di kamar yang redup, jauh dari keramaian, dan dengan memutarkan lagu-lagu yang menenangkan. Sebagian bayi juga tidak menyukai kegelapan, pasang lampu kecil pada kamar bayi agar bayi masih dapat melihat cahaya. Agar ia lebih tenang, temani bayi sampai ia tertidur.

6. Bosan
Ajaklah bayi bermain saat ia merasa bosan. Ajak bicara, bermain mainan sederhana sesuai usia dan perkembangannya. Ingat, sebisa mungkin, tidak mengajak ia bermain yang terlalu aktif atau membuatnya terlalu excited menjelang waktu tidur.

7.Kaget
Saat mendengar suara yang kencang dengan tiba-tiba reaksi anak karena kaget dapat menyebabkan bayi menangis. Angkat dan tenangkanlah bayi.

8. Nyeri/gatal
Saat bayi mengalami alergi atau masalah lain yang membuatnya nyeri, bayi akan menangis. Coba lihat daerah selangkangan bayi yang sering kali teriritasi bahan popok atau karena muncul infeksi jamur. Hal ini dapat menyebabkan nyeri yang menyebabkannya menangis. Selain itu perhatikan juga apakah ada gejala lain yang menyebabkan nyeri, misalnya demam, luka, atau adanya kemerahan yang menyebabkan rasa gatal/tidak nyaman. Coba cari penyebab nyeri pada bayi, bila ada memang ada sumbernya dan tidak dapat diatasi bawalah ke dokter.

9. Kolik abdomen

10. Night terror
Thank you for reading Mengapa Bayi Menangis?