Showing posts with label Artikel Anak. Show all posts
Showing posts with label Artikel Anak. Show all posts

Monday, May 15, 2017

Kenali Kejang Pada Bayi


Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

Seringkali terjadi kejang pada bayi dan membuat orang tua sangat khawatir. Apa sih sebenarnya yang menyebabkan kejang pada bayi? Kejang demam atau kejang yang menyertai demam umumnya terjadi karena sang bayi memang mengidap suatu penyakit. Seperti misalnya pada bayi yang mengalami infeksi pada saluran cerna, radang pada telinga, infeksi paru dan infeksi lainnya yang kemudian menyebabkan bayi demam dan akhirnya kejang.

Jika Ibu sang bayi mengidap penyakit diabetes mellitus, hal ini juga dapat menjadi penyebab bayi kejang. Ibu yang mengidap penyakit gula ini dapatmenyebabkan bayi mengalami kekurangan kadar gula darah. Bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4 kg beresiko terkena kejang hingga hari ke 28 sejak dia dilahirkan. Kejang yang timbul akibat kedua hal tersebut tidak di sertai demam.

Kejang yang terjadi tanpa demam juga dapat terjadi karena adanya kelainan pada otak. Beberapa penyakit yang mengakibatkan terganggunya fungsi otak dapat membangkitkan kejang pada bayi. Misalnya tumor , radang dan perdarahan pada otak sang bayi.

Kondisi Ibu pada saat hamil juga dapat menyebabkan terjadinya kejang pada bayi, contohnya jika Ibu ternyata terinfeksi salah satu visrus TORCH. Di samping itu proses persalinan juga dapat mempengaruhi terjadinya kejang pada bayi. Misalnya saat menjelang kelahiran bayi mengalami infeksi atau cedera, kelahiran bayi yang sulit, bayi lahir kuning, hal ini membuat asupan oksigen ke otak sang bayi terganggu/berkurang yang dapat mengakibatkan kejang pada bayi. Begitu banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kejang pada bayi, yang paling sering di temui adalah karena bayi mengalami peningkatan suhu tubuh yang tinggi.

Hal-hal yang dapat dilakukan pada saat bayi kejang Antara lain:
  • Baringkan bayi pada tempat yang luas, hindari memeluk atau mengerubunginya agar sang bayi dapat menghirup oksigen semaksimal mungkin.
  • Miringkan tubuh sang bayi agar air liur dapat keluar dengan lancar.
  • Masukkan sendok yang sudah di lapisi kain lembut agar lidah dan gusi sang bayi tidak tergigit atau giginya patah akibat gigitan yang sangat keras. Dengan begini kita juga tahu apakah sang bayi masih kejang atau tidak.
  • Setelah bayi tenang, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hal penting yang harus diingat orang tua adalah, saat bayi anda kejang janganlah panik, berusaha agar tetap tenang sehingga Anda dapat berpikir dengan jernih dan mengetahui apa yang harus Anda lakukan.

Thank you for reading Kenali Kejang Pada Bayi

Saturday, May 13, 2017

Gejala Flu Pada Anak-Anak


Flu merupakan penyakit yang ditularkan lewat virus yang mudah menyebar, dan rentan dialami anak-anak. Apa sajagejala flu pada anak?

Musim penghujan identik dengan musim penyakit. Terutama, penyakit menular, salah satunya flu. Penyakit yang ditularkan lewat virus ini mudah menyebar, dan rentan dialami oleh anak-anak.

Meski banyak orangtua memberikan suplemen agar tubuh si kecil kebal dari serangan flu, namun karena penyakit ini bermutasi, terkadang anak tetap saja bisa tertular, entah itu dari orangtua, teman disekitar rumah maupun dari teman sekolahnya.

Jika si kecil sudah terserang flu, biasanya virus ini bisa mengganggu aktivitas anak selama sepekan atau lebih. Agar flu tidak makin parah, sebaiknya orangtua mendeteksi gejala-gejala flu, sehingga bisa segera bertindak.

Apa saja gejala Flu tersebut?

Demam tinggi

Anda bisa menggunakan acetaminophen anak-anak atau ibuprofen untuk mengurangi demam, tetapi pastikan untuk memberikan dosis tepat, berdasarkan usia dan berat badan anak Anda.

Sakit kepala

Kemungkinan besar, anak akan merasakan sakit kepala jika dia sedang menderita flu. Ini akan disertai rasa nyeri di sekujur tubuhnya.

Sakit tenggorokan

Bila anak mengalami radang tenggorokan segera bawa ke dokter. Karena, jika flu disertai radang tenggorokan, umumnya anak perlu mengonsumsi antiobiotik agar penyakit tidak makin parah.

Batuk

Apakah anak mengalami batuk kering? Jika iya, segeralah diobati dengan obat batuk anak khusus batuk kering. Jika tak juga sembuh sebaiknya bawa ke dokter, karena jika kondisi ini berlangsung lama bisa menyebabkan masalah pernapasan yang cukup serius.

Tubuh lemas

Seiring dengan rasa nyeri otot, si kecil mungkin akan tampak lemah dan tidak berdaya. Anak yang sedang terkena flu mungkin tidak merespon saat Anda berbicara dengannya atau memeluknya. Dia hanya dapat melihat Anda dengan tatapan kosong. Perbanyak minum air putih, agar tubuhnya tidak dehidrasi.

Gangguan perut

Anak Anda mungkin mengalami muntah atau diare. Mungkin juga dia merasakan sedikit sakit perut. Jika hal ini terjadi, dia perlu mendapatkan cairan tambahan, kalau tidak, dia akan mengalami dehidrasi.
Thank you for reading Gejala Flu Pada Anak-Anak

Friday, May 12, 2017

Migrain Pada Anak-Anak


Migrain pada anak-anak? Mana Mungkin!

Itu biasanya reaksi para orang dewasa. Namun tahukah Anda bahwa migrain pada anak-anak adalah sebuah fakta yang sangat mungkin terjadi. Banyak orang dewasa, termasuk para orang tua mengabaikan sakit kepala yang dialami oleh anak-anak sebagai pusing biasa saja. 

Tapi sebaiknya mulai saat ini, perhatikan keluhan anak bila mengalami sakit kepala karena bisa jadi itu migrain.

Klasifikasi migrain pada anak tergantung dari gejala yang diperlihatkan. Hal yang paling umum disebabkan oleh tegang syaraf yang disertai rasa mual, kunang-kunang, kepekaan terhadap cahaya, sakit kepala serta juga disertai sakit kepala. Migrain pada anak-anak diperlihatkan melalui muntah yang seringkali terjadi secara periodik baik disertai sakit kepala maupun tidak.

Migrain pada anak-anak dan remaja terjadi pada usia antara 5 dan 15 tahun, bahkan lebih muda dan migrain dapat terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa migrain adalah penyakit yang diturunkan. Jika orang tua memiliki penyakit migrain pada awalnya, sangat mungkin bahwa anak mereka akan mengalami hal serupa. Namun, migrain pada anak-anak mungkin berbeda dari orang tua dalam hal gejala dan pengobatan yang tepat. Meskipun demikian, pada ahli dan dokter spesialis belum menemukan asal usul migrain.
Pemicu Migrain Pada Anak-Anak

Seperti halnya migrain pada orang dewasa, migrain pada anak-anak juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti stress. Faktor pemicu lain yaitu gangguan kepribadian, kebiasaan makan, infeksi sinus, masalah mata dan dampak kebiasaan gaya hidup orang dewasa seperti paparan asap rokok. Makanan pun bisa menjadi pemicu migrain, seperti: Keju, cokelat, kedelai, kacang, ragi, kismis, jamur, alpukat, pisang, dan kafein.

Beberapa orang tua menyalahkan kegiatan sekolah yang berat mengakibatkan anak mereka menderita migrain seperti banyak PR, les, ekstrakulikuler, dan kegiatan sekolah lainnya dari pagi hingga sore. Memang bisa saja itu terjadi, namun orang tua harus juga menyadari bahwa anak harus belajar manajemen waktu dan tanggung jawab sebagai bekal saat dewasa nanti. Untuk itu diperlukan pengawasan yang tepat guna menangani hal ini.

Orang tua dan orang dewasa lain di sekitar anak yang menderita migrain harus menyadari pemicu ini untuk meminimalkan frekuensi terjadinya migrain.
Penanganan Migrain Pada Anak

Migrain pada anak harus ditangani dengan benar. Jangan memberikan obat yang biasa digunakan orang dewasa saat migrain kepada anak-anak. Karena efek samping yang mungkin timbul dapat saja terjadi bahkan dalam dosis kecil. Untuk itu, hubungilah dokter untuk menganalisa dan memberikan obat yang tepat. Pengobatan khas rumah seperti kompres bisa digunakan untuk pertolongan pertama.

Thank you for reading Migrain Pada Anak-Anak

Thursday, April 6, 2017

Mengapa Kuku Bayi Cepat Panjang


Kuku bayi lebih cepat panjang dibanding orang dewasa. Bisa seminggu dua kali kita para Ibu memotongnya. Ini berarti tahap perkembangan bayi Ibu cukup baik.

Bosan sekali Dini (27) memotongi kuku bayinya Dira. Sepertinya, kok saban hari kukunya itu panjang. Baru saja dipotong kemarin, eh sudah nongol lagi, nongol lagi. Lama-lama Dini kesel juga. Maunya sih gak dipotong, tapi Dini kuatir kuku-kuku itu mencakar, melukai wajah si ndut Dira.

Kuku, Paling Aktif

Ibu tidak bisa menganggap remeh urusan kuku si kecil. Kuku bayi, walaupun tampak lunak dan tipis, ternyata sangat tajam dan cepat sekali tumbuhnya. Anggota tubuh paling ujung ini merupakan tambahan dari kulit dan terdiri atas lempeng tanduk yang bertugas melindungi ujung-ujung jari. Kuku terbentuk dari keratin yang mengandung asam amino. “Sebagaimana halnya rambut,” ujar dr. Jacob Pariunan, Sp.A dari RS Omni Internasional.

Posisi kuku ada di ujung tubuh sehingga pertumbuhannya terlihat sangat aktif dibanding anggota tubuh lainnya. Kuku tumbuh dengan arah ke depan, mulai dari kandungan kuku melalui ujung jari. Kecepatan pertumbuhan rata-rata pada orang dewasa

kurang lebih seperdelapan inci perbulan. Sedangkan pada bayi hitungannya bukan per bulan melainkan hari. Sampai saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkan berapa kecepatan pertumbuhan kuku bayi.

Kuku bayi dan anak-anak tumbuh lebih cepat daripada orang dewasa. Sebab mereka sedang aktif-aktifnya dipengaruhi hormon pertumbuhan. Kuku jari tengah tumbuh paling cepat, sedangkan kuku jari jempol tumbuhnya paling lambat.Dibandingkan dengan tangan kuku jari kaki tumbuh lebih lambat namun lebih tebal dan keras.

Potong Secara Berkala

Karena lebih lekas memanjang, kuku bayi harus lebih seirng dipotong. Kalau tidak, kuku-kuku itu akan melukai wajah dan bagian tubuh lain si bayi. Umumnya, kuku bayi akan memanjang lagi setiap dua hari sekali. Jadi, Ibu gunting saja kuku bayi pada saat itu. Tapi, hati-hati ya Bu memotong kuku bayi perlu trik khusus. Sebab, bayi akan meronta-ronta menolak kukunya dipotong yang akibatnya bisa membahayakan.

Memotong kuku bayi lebih baik dilakukan saat si kecil sedang tertidur lelap atau sedang disusui. Tujuannya, agar perhatian si kecil teralihkan sehingga Ibu mudah memotong kukunya. Selain itu, potonglah kuku bayi sesaat setelah ia mandi. Kuku menajdi lebih lunak sehingga mudah dipotong setelah terkena air.

Thank you for reading Mengapa Kuku Bayi Cepat Panjang

Saturday, July 30, 2016

Penyebab diare pada bayi yang perlu Anda tau

Bayi yang baru lahir sering membuang kotoran bahkan hampir terjadi setiap setalah makan atau menyusui, kotoran bayi biasanya sangat lembut terutama jika bayi disusui ASI.  Selain itu, kotoran bayi Anda dapat berubah tergantung apa yang telah Anda makan, jika dia menyusui. Begitu bayi Anda mulai makan makanan padat, Anda akan menemukan bahwa feces bayi Anda agak berubah dan memadat, tetapi tergantung juga pada pola makannya.

Semua itu membuat sulit untuk menjelaskan dan mengetahui apakah bayi menderita diare. Intinya: Jika buang air besar bayi Anda berubah dalam janngka waktu yang agak lama, Anda tidak perlu khawatir. Tetapi jika bayi Anda fecesnya tiba-tiba berubah, Anda patut curiga apakah bayi Anda menderita diare atau tidak.
Sebagian besar kasus diare yang relatif ringan dan tidak menimbulkan ancaman kesehatan serius selama bayi Anda tidak mengalami dehidrasi. Tapi jika bayi Anda dehidrasi bisa sangat serius, bahkan bisa berakibat fatal pada bayi, jadi sangat penting memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan cairan yang cukup.

Apakah Anda yang menyebabkan diare?
Ada sangat banyak kemungkinan. Diare pada bayi bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mungkin juga dari parasit, antibiotik  atau dari sesuatu yang bayi makan. Berikut kemungkinan penyebab diare pada bayi yang bisa menjadi perhatian Anda dan bisa mencegahnya:

1. Diare pada bayi karena infeksi bakteri
Bakteri seperti salmonella, shigella, staphylococcus, campylobacter atau E. Coli  juga dapat menyebabkan diare pada bayi Anda. Jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri  ia mungkin akan mengalami diare berat disertai dengan kram darah dalam tinja dan demam. Beberapa bayi mungkin muntah tetapi bisa juga tidak muntah.

Beberapa infeksi bakteri seperti itu dari E. coli dapat ditemukan di daging matang dan sumber makanan lainnya yang  bisa saja  menjadi sangat serius. Jadi jika bayi Anda memiliki gejala-gejala tersebut membawanya ke dokter adalah pilihan terbaik. Dokter akan memeriksanya dan mungkin mengevaluasi apakah tinja menunjukkan tanda dari infeksi bakteri.

2. Diare pada bayi dari infeksi virus
Beberapa virus seperti rotovirus, adenovirus, calicivirus, astrovirus dan influenza dapat menyebabkan diare serta muntah serta nyeri perut, demam, menggigil, dan sakit lainnya.

3. Diare pada bayi karena infeksi telinga
Dalam beberapa kasus, infeksi telinga yang mungkin di sebabkan karena bakteri atau virus dapat menjadi penyebab diare bayi. Jika hal ini terjadi, Anda juga dapat melihat bahwa bayi Anda rewel dan akan menarik-narik telinganya. Si kecil juga mungkin muntah dan memiliki nafsu makan yang buruk dan bayi Anda kemungkinan juga akan sangat kedinginan.

4. Diare pada bayi karena parasit
Infeksi parasit juga dapat menyebabkan diare. Giardiasis misalnya, disebabkan oleh parasit mikroskopis yang hidup dalam usus. Gejalnya sering buang angin, kembung, diare dan tinja berminyak. Jenis infeksi ini mudah menyebar dalam situasi di kelompok perawatan seperti penitipan bayi dan pengobatan bisa di lakukan dengan obat khusus sehingga bayi Anda seharunya di bawa ke dokter spesialis.

5. Diare pada bayi karena terlalu banyak minum jus
Terlalu banyak jus terutama jus buah yang mengandung kadar sorbitol dan tinggi fruktosa atau terlalu banyak minuman manis dapat mengganggu perut bayi dan menyebabkan si kecil sakit perut. Mengurangi jumlah asupan adalah bisa mengatasi masalah dalam seminggu atau lebih. Beberapa dokter merekomendasikan Anda tidak memberikan jus buah kepada bayi sebelum usia 6 bulan. Setelah enam bulan bisa di berikan dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

6. Diare bayi karena antibiotik
Jika bayi Anda mengalami diare selama konsumsi atau setelah minum antibiotik, mungkin berhubungan dengan obat-obatan yang membunuh bakteri baik di usus. Berkonsultasikan dengan dokter tentang alternatif dan solusi tapi jangan berhenti memberinya obat dari dokter sampai diare bayi Anda sembuh.

7. Diare pada bayi karena alergi makanan
Perhatian: Hubungi dokter secepatnya jika bayi Anda mengalami kesulitan bernapas atau telah mengalami pembengkakan wajah atau bibir.
Protein susu adalah alergen makanan yang paling umum pada bayi. Bayi Anda tidak harus minum susu sapi sampai setelah satu tahun, formula yang dibuat dengan susu sapi atau makanan yang dibuat dengan produk susu setelah bayi makan makanan padat dapat menyebabkan reaksi pada perut, bisa juga terjadi alergi pada bayi Anda.

8. Diare pada bayi karena keracunan
Jika bayi Anda mengalami diare dan muntah-muntah dan Anda pikir dia mungkin telah menelan beberapa macam barang bukan makanan seperti obat, segera hubungi rumah sakit atau dokter secepatnya.

9. Diare pada bayi karena makanan
Tidak seperti lain, alergi makanan kadang-kadang disebut sensitivitas makanan adalah suatu reaksi abnormal yang tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu contoh dari sensitivitas makanan adalah intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa sangat tidak biasa pada bayi, tetapi jika bayi Anda adalah laktosa tidak toleran itu berarti tubuhnya tidak cukup menghasilkan laktase yaitu enzim yang diperlukan mencerna laktosa, gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya. Ketika laktosa tercerna tetap dalam usus, dapat menyebabkan gejala seperti diare, kram perut, kembung dan gas perut. Gejala biasanya mulai dari setengah jam sampai dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.

Bagaimana saya mengobati diare pada bayi saya?
  • Meskipun tidak akan menjadi masalah serius jika diobati dengan benar, diare pada bayi dapat menyebabkan bayi Anda di rujuk ke rumah sakit jika ia menjadi dehidrasi, sehingga perhatian pertama Anda harus memberinya cairan yang cukup. Jika bayi Anda tidak juga muntah, teruslah memberinya air susu ibu atau susu formula.
  • Jika bayi Anda tidak bisa meminum ASI atau susu formula kami sarankan segera hubungi dokter, yang sangat mungkin Dokter akan memberinya larutan elektrolit pediatrik.
  • Hindari minuman seperti soda manis termasuk jahe, minuman atletik seperti Gatorade, air gula dan jus buah murni. Semua itu mengandung gula dan kandungan air yang bisa menarik ke dalam usus dan membuat diare lebih buruk.
  • Dokter biasanya menyarankan  memberi makan makanan padat untuk bayi dengan diare yang sudah hampir sembuh. Dan tidak ada salahnya selama menyusui bayi Anda diet menghindari makanan seperti pisang, nasi, saus apel dan roti kering. Sedangkan karbohidrat kompleks seperti roti, sereal, daging tanpa lemak, yoghurt, buah-buahan dan sayuran adalah aman dikonsumsi.
  • Jika bayi Anda sementara tidak mau makan, jangan khawatir. Selama ia tetap terhidrasi nafsu makannya seharusnya akan kembali dalam satu atau dua hari.
Apakah saya tetap bisa memberikan bayi saya obat anti  diare dewasa ?
Tidak, jangan berikan bayi Anda obat kecuali yang diresepkan oleh Dokter. Obat dewasa bisa berbahaya bagi bayi dan anak-anak.
Kapan saya harus menghubungi dokter?
Hubungi dokter segera jika bayi Anda berusia 3 bulan atau lebih muda dan dia menderita diare. Jika dia lebih dari 3 bulan, hubungi dokter jika bayi menderita diare dan tampaknya tidak akan membaik setelah 24 jam.
Thank you for reading Penyebab diare pada bayi yang perlu Anda tau

Pendidikan Mainan Bayi Usia 1 Tahun

Setiap orangtua ingin hal yang sama untuk anak-anak mereka supaya tumbuh menjadi dewasa dan bahagia. Hal ini tidak untuk orangtua yang stres atas perkembangan pendidikan bayi mereka. Usia 6 bulan adalah saat yang penting untuk bayi menjadi lebih komunikatif dengan lingkungannya. Artikel ini membahas mengapa pendidikan mainan untuk anak 1 tahun penting untuk perkembangan bayi Anda.
Bola hanya permainan sederhana untuk dimainkan di taman atau kebun, tetapi ketika bayi sedang belajar untuk merangkak, berdiri dan berjalan menjadi mainan pendidikan yang penting untuk memperkuat otot-otot kaki bayi Anda.

Pertama Anda harus duduk di lantai sambil memegang bayi Anda menghadap jauh dari Anda. Menempatkan bola di depan kaki mereka dan mendorong mereka untuk menendang dari Anda. Memberikan pujian setiap kali mereka melakukan kontak dengan Anda dan ini akan memberikan mereka keyakinan. Lain waktu Orangtua dan bayi mereka dapat bermain bola bersama, menendang bola satu sama lain antara orangtua dan bayinya. Permainan ini dapat meningkatkan saraf motorik bruto bayi dan keterampilan berkoordinasi selain kesenangan.

Sebagai bayi yang berusia 1 tahun mereka akan mulai mengoceh kata seperti suara. Untuk membantu meningkatkan bayi Anda secara verbal dan ketrampilan mendengar, Anda dapat menggunakan boneka atau benda yang berbentuk sesuatu untuk membuat animasi cerita. Anda bisa membeli barang tersebut atau membuat sendiri. Anda menceritakan sebuah cerita sederhana yang menggunakan boneka atau benda lain. Sehingga mereka bisa berinteraksi dengan Anda.

Bentuk mainan pendidikan akan membantu mengembangkan keterampilan motorik halus bayi Anda. Banyak toko mainan yang menawarkan berbagai macam mainan untuk bayi, Anda harus bisa memilih  dari berbagai bentuk,warna dan bunyi yang berbeda sehingga bayi Anda tidak akan bosan. Seperti gitar, drum, atau peralatan makan dan masak-masakan. Mainan tersebut akan membuat Anda sakit tapi bayi Anda akan menyukainya.

Bayi mulai memahami bahasa dan mengembangkan keterampilan motorik halus sebelum mereka dapat benar-benar berbicara. Berbagai bentuk mainan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi bayi Anda. Benda-benda yang mereka angkat atau bawa dapat memungkinkan Anda untuk lebih memahami apa yang bayi Anda inginkan.

Berbagai maianan pendidikan untuk bayi 1 tahun sangat luas. Ada produk yang sesuai dengan setiap orangtua dan bayi, apakah itu bola, rattle buatan sendiri atau menantangani mainan bayi. Ketika memilih mainan berpikirlah tentang keterampilan yang bayi Anda akan kembangkan dan mencoba untuk meningkatkan indera dari waktu ke waktu
Thank you for reading Pendidikan Mainan Bayi Usia 1 Tahun

Jika Mencret Pada Bayi

Mencret adalah salah satu penyakit yang sering dialami oleh banyak bayi dirumah, karena bayi masih sangat rentan untuk terkena dengan segala bentuk virus dari luar dan juga sitem kekebalan tubuh yang belum sempurna apalagi hal ini menjadi pendukung pertama bagaimana penyakit ini dapat dengan mudah menyerang si anak bayi.
Anda harus fokus terhadap kesehatan bayi anda terutama pada saat bayi anda terkena mencret, karena mencret adalah penyakit yang dapat juga berkembang menjadi penyakit diare yang sangat berbahaya bila tidak segera ditangani khusus oleh para ahlinya akan berdampak buruk. Untuk itu disini kita akan membahas penyebab dan factor mencret pada bayi untuk mencegah buah hati anda dari serangan penyakit satu ini.

Penyebab dan factor mencret pada bayi adalah sebagai berikut:

Hal yang sangat mudah dengan mengetahui penyakit itu dapat dialami oleh si buah hati yaitu anda harus memikirkan apa yang anda makan, setelah anda tahu apa yang menyebabkan sakit pada si buah hati anda. Anda harus lebih selective untuk memilih asupan bagi anak anda karena sari-sari makanan yang ada pada makanana akan di cerna oleh si buah hati anda.

Ketika sari-sari makanan itu tidak cocok maka otomatis bayi tersebut merasakan hal yang buruk dan mempengaruhi sistem pencernaan mereka dan akhirnya mereka terkena mencret.
Faktor selanjutnya adalah lingkungan. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang sangat penting menyakut kesehatan si buah hati anda di rumah. Kenapa begitu? Karena faktor lingkunganlah yang menentukan seseorang tersebut dikatakan sehat atau tidak dan faktor lingkungan adalah salah satu penyebab utama mengapa mencret pada bayi.
Lingkungan yang kotor akan menimbulkan banyak sekali penyakit untuk berkembang seperti virus dan bakteri. Seperti contoh kondisi lingkungan rumah terutama kamar si buah hati haruslah terjamin kebersihannya. Begitu pula makanan yang akan di konsumsi haruslah higinis dan juga harus selalu menggunakan air bersih untuk membersihan segala benda yang menyangkut untuk si buah hati anda.



Thank you for reading Jika Mencret Pada Bayi

Sunday, January 10, 2016

Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Bayi

Pertumbuhan gigi bayimemiliki masa yang berbeda-beda. Biasanya pertumbuhan gigi bayi dimulai saat usia 4 bulan – 6 bulan. Namun tidak menutup kemungkinan jika kurang dari usia tersebut, atau melebihi usia tersebut. Setiap orang tua tidak bisa memprediksi pertumbuhan gigi bayinya.
Tetapi para orang tua bisa melihat beberapa tanda pada bayi jika giginya mulai tumbuh. Sebagian bayi akan merasa sangat tidak nyaman saat pertumbuhan giginya, dan dampak yang ditimbulkan sang bayi akan lebih sering menangis. Tapi ada juga yang mengalami proses pertumbuhan gigi bayinya dengan cepat, tanpa merasa terganggu sama sekali.

Pertumbuhan gigi bayi secara umum bisa dilihat dari beberapa tanda berikut ini:

  • Sering mengeluarkan air liur

Pertumbuhan gigi bayi merangsang air liur, dan biasanya mulai terlihat lebih sering mengeluarkan air liur mulai usia 10 minggu.
  • Muncul ruam dibeberapa bagian badan

Karna sering mengeluarkan air liur, dan seringnya kontak air liur dengan beberapa bagian badan bayi, antara lain, wajah, leher, area mulut dll. Hal tersebut menyebabkan ruam yang mengganggu bagi si bayi. Mengusap air liurnya dengan sapu tangan sangat membantu. Atau berikan krim kulit khusus bayi ini juga sangat membantu.
  • Bayi sering menggigit

Jangan marah bila bayi anda mulai menggigit putting anda saat menyusui, ini memandakan bahwa sang bayi sedang mengalami tekanan pada gigi yang akan keluar, dan menyebabkan gatal pada gusi yang dilampiaskan melalui gigitan.
  • Rasa sakit

Beberapa melewati pertumbuhan gigi bayi dengan rasa sakit yang disebabkan peradangan yang terjadi pada jaringan lunak, terutama saat gigi graham pertama mereka tumbuh.
  • Batuk

Batuk disebabkan karna intensitas air liur yang lebih banyak dan menyebabkan bayi tersedak atau batuk.
  • Menolak untuk makan

Karna beberapa rasa sakit yang dialami sang bayi, sebagian menolak makan, bahkan menolak menyusui karna peradangan gusinya. Meski demikian usahakan bayi tetap diberi asi.
  • Demam rendah

Biasanya muncul disebabkan karna imunitas bayi sedang rendah saat pertumbuhan gigi bayinya muncul. Jika demam lebih dari 3 hari konsultasikan dengan dokter.
  • Tarikan telinga atau menggosok pipi

Hal ini terjadi disebabkan sang bayi kesal karna gatal yang disebabkan pertumbuhan gigi bayinya.
  • Hematosa gusi

Terlihat beberapa gusi memerah seperti bengkak, bisa diatasi dengan bantuan kompres dingin.


Thank you for reading Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Bayi

Cara Mengatasi Demam Pada Balita

Demam pada balitasering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas lebih dari 37 derajat Celcius, maka balita dikatakan demam.
Penyebab umumnya adalah adanya infeksi, terutama infeksi virus. Bila tubuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut, suhu tubuhnya akan kembali normal dengan sendirinya. Ibu tetap bisa tenang, apalagi jika saat demam pada balita mereda. anak relatif masih aktif atau mau main, dan tampak riang.

Bila temperatur tubuh balita semakin tinggi, segera lakukan ini:

  • Ukur suhu tubuhnya. Lakukan melalui ketiak, telinga atau anus. Jangan mengukur suhu tubuh balita sehabis mandi, karena suhu yang terukur lebih rendah dari sushu sebenarnya.
  • Bila demam pada balita tidak terlalu tinggi (kurang dari 37,5 derajat celcius), tidak perlu dikompres. Susui saja atau berikan minum sesering mungkin untuk mencegah terjadinya dehidarasi atau kekurangan cairan.
  • Bila demam pada balita tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius) atau ia gelisah, hindari memberinya obat penurun panas sebelum Anda mengonsultasikannya dengan dokter. Buat ia nyaman dengan mengompresnya dengan air hangat di bagian ketiak dan lipatan pahanya.
  • Pakaikan baju yang tipis, hindari membedong atau membungkusnya dengan selimut. Usahakan agarbayiberada di ruangan yang nyaman, sirkulasi udaranya baik dan suhunya tidak pengap atau suhu ruang panas.

Segera ke dokter jika:

  • Suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, untuk bayi di bawah 1 bulan suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat celcius.Tidak mau menyusu atau sudah mengalami dehidrasi dengan gejala frekuensi buang air kecilnya berkurang dan berwarna pekat.
  • Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan.
  • Lemas, tidur terus menerus dan sulit dibangunkan.
  • Sesak napas.
  • Muntah atau diare terus menerus.


Thank you for reading Cara Mengatasi Demam Pada Balita

Tips Jitu Hindari Obesitas Pada Anak

Obesitas pada anakmerupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seoranganakyang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker.
Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta  dukungan ekstra dari orang tua.

Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak

Perhatikanlah pola makan anak

Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar  anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.

Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang

Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.

Latihlah anak untuk mencintai olah raga

Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.

Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak

Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.

Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga

Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.


Thank you for reading Tips Jitu Hindari Obesitas Pada Anak

Tips Mencegah Sariawan Pada Bayi

Sariawan bukan hanya dialami orang dewasa saja, ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya.. Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak. Pasti menyedihkan melihat sang buah hati anda mengalami sariawan dan sulit makan bukan, bunda. Pada dasarnyasariawan pada bayibisa terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah asupan makanan sangbayisehingga muncul berbagai bakteri pemicu sariawan.
Nah, kali ini kami membagi bebrapa tips untuk mencegah sariawan pada bayi anda. seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi alangkah lebih baik mencegah sariawan pada bayi daripada menyaksikan buah hati anda mengalaminya sendiri bukan.

Pada dasarnya ada beberapa tips untuk mencegah sariawan pada bayi anda seperti yang dijabarkan dibawah ini.

1. Asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi

Saat si Kecil sedang menderita sariawan, Ibu harus tetap memastikan bahwa si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup karena pada umumnya anak anda akan mengalami penurunan nafsu makannya ketika sariawan mendera. Bila kebutuhan cairan si Kecil terpenuhi, ini akan menghindarkan si kecil dari risiko dehidrasi.
Ibu juga bisa memberikan si kecil minuman dan makanan yang mengandung tinggi vitamin B, C, dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan sariawan pada bayi anda , contoh makanan bergizi seperti, apel, jeruk, tomat, dan sayuran yang dapat diolah dalam bentuk jus, sehingga mudah untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, vitamin B, C, dan zat besi pun bisa diperoleh dari susu.


2. Suapi si Kecil perlahan-lahan

Ketika si Kecil sariawan, sebaiknya Ibu tetap menyuapinya tapi dengan perlahan-lahan supaya buah hati anda tidak kekurangannutrisisekaligus sariawannya tidak tersentuh oleh sendok yang digunakan untuk makan. Ajarkan pada si Kecil untuk makan perlahan-lahan agar makanan yang di kunyah tidak mengenai mulutnya karena sariawan.


3. Gunakan gelas untuk minum si Kecil

Ketika anak sariawan, sebaiknya jangan menggunakan botol saat Ibu ingin memberikan minuman untuk si Kecil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kontak langsung dengan sariawan, karena hal ini bisa membuat dia semakin nyeri atau sakit terhadap makanan atau minuman yang ia makan. Kalau gejala sariawan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau bahkan minggu, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter.


Thank you for reading Tips Mencegah Sariawan Pada Bayi

Kenali Penyebab Bayi Kuning

Bayi kuning? pasti anda pernah mendengarnya atau bahkan pernah terjadi pada bayi Anda.
Kuning pada bayi baru lahir adalah munculnya warna kuning pada kulit dan jaringan tubuh bayi yang lainnya.
Umumnya kuning terjadi 2-4 hari setelah bayi lahir.

Ada beberapa penyebab bayi kuning antara lain:

  1. Pada awal kelahiran sel darah merah mulai diuraikan untuk kemudian diganti dengan sel darah merah yang baru. Hal ini akan mengakibatkan kadar bilirubin meningkat, namun akan menurun dalam dua minggu sampai sebulan kemudian.
  2. Bayi yang lahir lebih awal atau prematur.  Jika kuning padabayi prematurlebih dari 10 mg/dL, bayi harus segera mendapat penanganan untuk menghindari timbulnya komplikasi.
  3. Kuning juga dapat terjadi akibat masalah dalam pemberian ASI, misalnya produksi ASI yang kurang di awal kelahiran sehingga bayi hanya mendapat sedikit ASI.
  4. ASI juga dapat sebagaipenyebab bayi kuning(breastmilk jaundice). Jika terdapat kandungan hormon progesteron dalam ASI hal ini dapat  mengakibatkan terganggunya proses penguraian bilirubin.
  5. Adanya kandungan enzim liprotein lipase pada ASI juga dapat membuat kadar bilirubin meningkat. Jika ini terjadi, ASI tetap dapat di berikan, namun jika kenaikan bilirubin terjadi terlalu cepat, hentikan pemberian ASI untuk sementara waktu.
  6. Penyebab bayi kuning lainnya adalah perbedaan golongan darah ibu dan bayi.
Sekitar 60% kuning terjadi pada bayi sehat, Anda tidak perlu terlalu khawatir, namun demikian sebagai orangtua Anda harus tetap memantau kondisi bayi.
Jika kuning terjadi pada hari pertama kelahiran, makin lama kuning makin nyata, bayi menjadi lemah disertai demam, maka segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.


Thank you for reading Kenali Penyebab Bayi Kuning

Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh.
Bertambah umur bayi bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, beberapa elemen nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Sebab itu sejak usia 6 bulan, kepada bayi selain ASI mulai diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) Agar kebutuhan gizi bayi/anak terpenuhi.Dalam pemberian MPASI perlu diperhatikan waktu pemberian MP-ASI ,frekuensi porsi, pemilihan bahan makanan, cara pembuatan dan cara pemberiannya. Disamping itu perlu pula diperhatikan pemberian makanan pada waktu anak sakit dan bila ibu bekerja di luar rumah.Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilon makan dan merangsang rasa percaya diri.
Pengertian MP-ASI
• MP ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
• MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang.
• Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak .
• Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
Indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat :
• Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga
• Menghilangnya refleks menjulurkan lidah
• Bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk mrnunjukkan rasa lapar, dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan
Permasalahan dalam pemberian MP-ASI
Dari hASIl beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya.
Beberapa permasalahan dalam pemberian makanan bayi/anak umur 0-24 bulan :
1. Pemberian Makanan Pralaktal (Makanan sebelum ASI keluar)
Makanan pralaktal adalah jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang, yang diberikan pada bayi yang baru lahir sebelum ASI keluar. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan bayi, dan mengganggu keberhASIlan menyusui.
2. Kolostrum dibuang
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. MASIh banyak ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan mengandung zat gizi tinggi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang.
3. Pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat
Pemberian MP-ASI yang terlalu dini (sebelum bayi berumur 6 bulan) menurunkan konsumsi ASI dan gangguan pencernaan/diare. Kalau pemberian MP-ASI terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.
4. MP-ASI yang diberikan tidak cukup
Pemberian MP-ASI pada periode umur 6-24 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan santan atau minyak pada makanan anak, dapat menyebabkan anak menderita kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin penting yang larut dalam lemak.
5. Pemberian MP-ASI sebelum ASI
Pada usia 6 bulan, pemberian ASI yang dilakukan sesudah MP-ASI dapat menyebabkan ASI kurang dikonsumsi. Pada periode ini zat-zat yang diperlukan bayi terutama diperoleh dari ASI. Dengan memberikan MP-ASI terlebih dahulu berarti kemampuan bayi untuk mengkonsumsi ASI berkurang, yang berakibat menurunnya produksi ASI. Hal ini dapat berakibat anak menderita kurang gizi. Seharusnya ASI diberikan dahulu baru MP-ASI.
6. Frekuensi pemberian MP-ASI kurang
Frekuensi pemberian MP-ASI dalam sehari kurang akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.
7. Pemberian ASI terhenti karena ibu kembali bekerja
Di daerah kota dan semi perkotaan, ada kecenderungan rendahnya frekuensi menyusui dan ASI dihentikan terlalu dini pada ibu-ibu yang bekerja karena kurangnya pemahaman tentang manajemen laktASI pada ibu bekerja. Hal ini menyebabkan konsumsi zat gizi rendah apalagi kalau pemberian MP-ASI pada anak kurang diperhatikan.
8. Kebersihan kurang
Pada umumnya ibu kurang menjaga kebersihan terutama pada saat menyediakan dan memberikan makanan pada anak. MASIh banyak ibu yang menyuapi anak dengan tangan, menyimpan makanan matang tanpa tutup makanan/tudung saji dan kurang mengamati perilaku kebersihan dari pengasuh anaknya. Hal ini memungkinkan timbulnya penyakit infeksi seperti diare (mencret) dan lain-lain.
9. Prioritas gizi yang salah pada keluarga
Banyak keluarga yang memprioritaskan makanan untuk anggota keluarga yang lebih besar, seperti ayah atau kakak tertua dibandingkan untuk anak baduta dan bila makan bersama-sama anak baduta selalu kalah.
Thank you for reading Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI )

Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Ibu mungkin akan menyadari bahwa setelah bayi melewati usia 1 tahun, nafsu makannya menjadi menurun dan banyak memilih jenis makanan yang ingin dimakannya. Jangan khawatir karena ketika mereka menginjak usia 1 tahun, tingkat pertumbuhannya pun ikut melambat dan kebutuhannya untuk makan menjadi berkurang selama satu tahun pertama ini. Apa saja jenis makanan sehat untuk bayi 1 tahun yang bisa menjadi patokan bagi para ibu di rumah. Yuk, kita simak berikut ini.
Kebutuhan konsumsi anak  1 tahun tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya sehari-hari. Kebanyakan anak yang berumur 1 tahun memerlukan sekitar 1000 kalori per hari. 1000 kalori ini bisa mencakup 2 gelas susu, 2 gelas buah segar dan sayuran, 2 ons biji-bijian yang setara dengan satu potong roti atau 1 cangkir sereal dan 2 ons daging. Jenis makanan harus dibagi diantara tiga  kali makan besar dan dua kali cemilan.
Bayi 1 tahun Anda kemungkinan tidak akan memakan semua pilihan yang kita sodorkan tetapi penting bagi bayi untuk mencoba dan dibiasakan makan secara teratur dan konsisten. Menu sarapan yang cocok untuk bayi 1 tahun adalah setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur dan setengah ons biji-bijian.
Contohnya untuk sarapan seperti setengah cangkir susu, setengah cangkir nasi tim dan seperempat cangkir potongan buah pisang. Menu seperti ini adalah makanan sehat untuk bayi 1 tahun karena bayi memerlukan susu penuh lemak untuk tubuhnya. Susu jenis ini berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan otaknya.
Untuk cemilan pagi, bayi bisa diberi menu seperti setengah ons biji-bijian dengan setengah ons alternatif daging, misalnya setengah potong roti gandum atau kue kering dengan setengah ons keju atau susu. Sedangkan untuk menu makan siang bisa mencakup setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur, setengah cangkir biji-bijian dan setengah ons pilihan daging. Semua bahan ini bisa diolah menjadi nasi tim dengan sedikit garam yang disukai oleh bayi. Bisa juga bahan-bahan ini tidak diolah secara bersamaan tetapi dijadikan variasi menu sehingga bayi bisa merasakan rasa yang berbeda untuk setiap jenis bahan yang ada.
Untuk makan malam, bayi memerlukan setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah, seperempat cangkir sayuran, setengah ons biji-bijian dan satu ons pilihan daging. Berikan pilihan menu makan malam untuk bayi Anda seperti setengah cangkir susu, seperempat kacang hijau rebus, seperempat potongan wortel rebus yang empuk, seperempat cangkir pasta dan satu ons potongan daging ayam yang gurih. Semua masakan ini dibuat tanpa penyedap. Itulah tadi beberapa menu pilihan makanan sehat untuk bayi 1 tahun Anda.
Thank you for reading Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang gampang, apalagi jika Anda baru menjadi seorang ibu. Perasaan takut dan cemas sering menghantui Anda ketika melakukan perawatan bayi baru lahir. Namun sebaiknya Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mempelajari berbagai tips merawat bayi yang baru lahir dari berbagai sumber, misalnya buku, majalah, maupun internet. Hal ini dilakukan agar Anda siap merawat buah hati Anda dengan penuh cinta.
Bayi baru lahir harus mendapatkan perlakukan yang ekstra dari Anda agar ia bisa tumbuh sehat dan cerdas. Nah, perlakuan istimewa apakah yang bisa Anda lakukan pada bayi baru lahir ? simak tips merawat bayi yang baru lahir berikut ini :
– Berikan ASI untuk makanan utama bayi baru lahir
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir, karena mengandung colostrum dan zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas dan tumbuh kembang bayi.
– Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat tidur bayi.
Menjaga kebersihan badan bisa dilakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi dua kali sehari. Gunakan produk-produk khusus bayi yang aman, dari mulai sabun mandi, shampo, bedak, dan tissue basah. Untuk pakaian, pastikan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.  Cuci pakaian bayi dengan detergen khusus bayi (cair) karena tidak menyisakan residu di pakaian yang menjadi penyebab iritasi kulit dan hindari penggunaan softener. Pastikan kamar tidurnya bersih dan sirkulasi udaranya berfungsi sempurna.
– Merawat tali pusat bayi baru lahir
Tali pusat bayi akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 4 hari, namun pada kondisi tertentu lepasnya tali pusat bisa lebih lama, yakni 1 bulan. Merawat tali pusat merupakan hal yang sangat sulit untuk ibu baru. Intinya, tali pusat harus dijaga kebersihannya agar bayi terhindar dari resiko infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi :
1. Pastikan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu kering dan higienis, agar terhindar dari infeksi dan jamur.
2. Hindarkan tali pusat dari kotoran bayi maupun air kencingnya.
3. Berikan perhatian khusus untuk tali pusat dengan cara mensterilkan tali pusat dengan kasa yang dibasahi alkohol 70% dari pangkal ke bagian ujungnya, kemudian bungkus dengan kasa yang dibasahi alkohol dengan rapi. Lakukan ini hingga tali pusat sudah kering dan lepas dengan sendirinya.
– Jaga kehangatan tubuh bayi
Bayi harus dalam kondisi hangat, karena ia masih berada dalam masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam kandungan ibu yang hangat. Untuk menjaga kehangatan tubuhnya, Anda bisa memakaikan bedong bayi, sarung tangan dan kaki, serta topi. Ada pendapat untuk menghangatkan bayi, maka bisa dipakaikan gurita? Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena penggunakan gurita justru menyiksa bayi dan membuatnya susah bernafas. Namun jika ibu berniat menggunakan pada bayi, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.
– Perhatikan kuku bayi baru lahir
Kuku bayi baru lahir memang masih lembut dan tipis, sehingga membuat orang tua tidak tega untuk memotongnya. Namun, demi menjaga kesehatan bayi yang kadang suka memasukkan tangan ke dalam mulut dan agar kukunya tidak melukai kulitnya yang lembut, sebaiknya Anda memotong kuku bayi dengan alat pemotong khusus untuk bayi.
– Perhatikan pakaian dan popok bayi
Segera ganti pakaian apabila kotor atau lembab, begitupun dengan popoknya. Segera bersihkan daerah bokong dan kemaluan bayi setelah BAB atau BAK.
Demikian informasi tentang tips merawat bayi yang baru lahir, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Thank you for reading Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir

Saturday, November 14, 2015

Tips Penyimpanan ASI Perah

Bagi ibu yang bekerja, Air Susu Ibu (ASI) perah (ASIP) merupakan jalan keluar untuk mempertahankan pemberian ASI eksklusif buat si kecil. Untuk mendapatkan ASIP dapat dilakukan secara manual (memijit payudara dengan jari) maupun menggunakan alat bantu (pompa ASI). Biasanya masing-masing ibu mempunyai kesukaan tersendiri cara memerah ASI. Tidak ada cara memerah ASI yang lebih superior terhadap lainnya.

Pemerahan ASI dapat dilakukan kapan saja, bahkan pada ibu yang tidak bekerja dan akan berada 24 jam disamping bayi. Sebagaimana diketahui, payudara yang kosong akan merangsang tubuh untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Hal ini berlaku seperti  supply and demand dalam hukum ekonomi. Jadi apabila bayi tidak mengosongkan payudara ibu saat menyusui, pengosongan secara manual akan merangsang produksi ASI yang lebih banyak lagi nantinya.
Penyimpanan ASIP dapat dilakukan di dalam plastik khusus ASI, botol susu bayi, atau botol kaca yang bersih dan telah disterilkan. Agar ASIP dapat diberikan secara optimal pada si kecil, sebaiknya penyimpanan dilakukan dalam jumlah terbatas, sesuai dengan kemampuan minum bayi. Tentu perlu diperhatikan pula untuk memberi penanggalan dan waktu penyimpanan ASIP dilakukan. Hal ini berguna agar ASIP yang lebih dahulu diperah, lebih dahulu dipergunakan. Hal ini popular dengan singkatan FIFO (first in first out).
Berikut disajikan lama penyimpanan ASIP yang dianjurkan dalam tabel:
Suhu ruangan
(19-26oC)
Cooler *
(-15-4oC)
Lemari es**
(4oC)
Freezer     (1 pintu)
(-15-5oC)
Freezer (2 pintu)
(0-18oC)
(-20-4oC)
4-6 jam
24 jam
5 hari
2 minggu
3-6 bulan
6-12 bulan
*cooler = ASIP disimpan dalam termos pendingin bersama dengan ice packs.
**pada bagian dalam kulkas, bukan di pintu kulkas. Sebagian kepustakaan menyebutkan hingga 8 hari.
Pencairan ASIP dilakukan dengan cara thawing, yaitu:
  1. Mengeluarkan ASIP dari freezer dan menempatkannya di dalam kulkas 1 hari sebelum digunakan (ASIP akan mencair dalam waktu +10 jam), kemudian dikeluarkan dari kulkas dan dihangatkan.
  2. Menaruh ASIP beku di bawah aliran air hangat. Pencairan ASIP tidak dianjurkan dengan cara didiamkan pada suhu ruangan, karena berisiko menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam susu.
Beberapa pembatasan penggunaan ASIP dalam praktek sehari-hari:
  1. ASIP yang telah diminum oleh bayi, harus dihabiskan dalam waktu 2 jam. Setelah 2 jam, sisa ASIP sebaiknya dibuang. Hal ini untuk menghindari pemberian ASIP yang terkontaminasi bakteri. Karena itu sebaiknya jumlah penyimpanan dan pemberian ASIP disesuaikan dengan kemampuan minum bayi.
  2. Apabila ASIP telah diencerkan, harus digunakan dalam waktu 24 jam.
  3. ASIP yang telah diencerkan tidak boleh dibekukan kembali.
  4. Untuk penyimpanan ASIP jangka panjang (>72 jam) sebaiknya gunakan botol plastik dengan food grade  atau botol kaca steril.
Warna, bau, kekentalan, dan rasa ASI dipengaruhi oleh diet ibu, sehingga tidak perlu cemas apabila ibu melihat warna ASIP berbeda-beda. ASIP yang disimpan setelah beberapa waktu akan terpisang menjadi 2 lapisan. Apabila hendak digunakan, goyangkan botol saat hangat agar ASIP kembali tercampur rata. Sebagian bayi sensitif dengan konsistensi, bau, maupun rasa ASI, sehingga menolak ASIP terutama yang telah dibekukan dalam waktu cukup lama. Untuk mengatasi hal ini, gunakan ASIP dengan masa beku lebih pendek.
 Daftar pustaka:
  1. Mayo clinic staff. Breast milk storage: Do’s and don’ts. 2012 [diakses 19 September 2012]; diunduh dari: www.mayiclinic.com/health/breast-milk-storage/MY00926.
  2. Centers for disease control and prevention. Proper handling and storage of human milk. 2010 [diakses 19 September 2012]; diunduh dari: www.cdc.goc/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm.
  3. Chantry CJ, Eglash A, Howard CR. Human milk storage information for home use for healthy full-term infants. The academy of breatfeeding medicine. 2004.
Thank you for reading Tips Penyimpanan ASI Perah

Pentingkah memantau tumbuh kembang anak?

Tumbuh kembang mengandung 2 pengertian, yaitu bertumbuh dan berkembang, Bertumbuh berarti bertambah massa dan ukuran, yang secara obyektif dapat kita ketahui melalui penimbangan berat badan, pengukurangan panjang/ tinggi badan, dan pemantauan lingkar kepala setiap bulannya. Berkembang adalah bayi/ anak mengalami penambahan keterampilan/ kemampuan, baik dibidang motorik kasar, motorik halus, personal-sosial, dan wicara.

Dalam praktek sehari-sehari, setiap bayi dengan asuhan keperawatan ideal, termasuk pemberian imunisasi rutin sesuai jadwal, pasti akan selalu diukur penambahan berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala. Pengukuran ini merupakan standar pelayanan kesehatan bayi dan anak di posyandu, puskesmas, rumah sakit, atau klinik kesehatan anak manapun. Biasanya dokter akan menjelaskan kepada orangtua apakah peningkatan berat, tinggi, dan lingkar kepala bayi/ anak dalam skala normal.

Lalu bagaimana dengan perkembangan?
Pemantauan perkembangan adalah untuk mengetahui adanya gangguan perkembangan seorang bayi/anak SEBELUM gangguan itu terjadi. Jadi pemantauan ini tidak dimaksudkan untuk mengobati gangguan perkembangan yang telah terjadi. Terdapat beberapa ‘pakem’ yang dapat digunakan dokter secara cepat untuk menilai tumbuh kembang seorang bayi/ anak. Untuk penilaian yang lebih teliti dapat digunakan alat bantu (tools) yang telah dirancang sesuai dengan kelompok usia dan spesifik untuk kemampuan bidang/ ranah tertentu.

Orangtua dapat melakukan sendari pemantauan tumbuh kembang ini dengan menggunakan alat bantu berupa Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) . Kuesioner ini memantau tumbuh kembang balita hingga usia 5 tahun, dengan jeda waktu per 3 bulan.
Pemantauan tumbuh kembang di rumah sakit atau klinik spesialis anak dilakukan dengan tools yang disebut Denver II. Berbeda dengan KPSP, Denver II mempunyai ‘garis umur’ sehingga dapat dilakukan pada usia berapapun. Pemeriksaan perkembangan menggunakan Denver II idealnya dilakukan setiap 3 bulan, sama seperti KPSP. Denver II mempunyai pertanyaan spesifik untuk penilaian ranah spesifik pula. Biasanya pemeriksaan ini tidak dilakukan pada kunjungan rutin imunisasi bulanan, melainkan dengan perjanjian. Pemeriksaan perkembangan Denver akan cukup menyita waktu dan tidak semua rumah sakit dengan pelayanan kesehatan anak umum mempunyai perangkat Denver II.
Untuk anak dengan kecurigaan kondisi tertentu juga terdapat tools yang spesifik. Misalnya kecurigaan autism pada anak dapat dilakukan skrining dengan CHAT (checklist for autism in toddler); gangguan perilaku berupa kondisi mental dan emosional dilakukan skrining KMME (kuesioner masalah mental emosional); gangguan pemusatan perhatian dengan kuesioner GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas), dan sebagainya. Berbagai skrining ini biasanya hanya dapat dilakukan di klinik tumbuh kembang tertentu.

Penting untuk ditekankan kembali bahwa skrining bertujuan untuk mendeteksi kelainan perkembangan secara dini, sebelum tanda atau gejala kelainan tersebut tampak. Berbagai alat skrining perkembangan mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga diperlukan interpretasi yang tepat agar tidak terjadi kesalahan deteksi. Hasil skrining tidak berupa suatu diagnosis, melainkan berupa rekomendasi bahwa perkembangan anak normal atau untuk dapat dilakukan pemeriksaan perkembangan lebih lanjut apabila terindikasi.
Thank you for reading Pentingkah memantau tumbuh kembang anak?

Plastisitas Otak Anak

Definisi
Istilah plastisitas berasal dari bahasa Yunani ‘plaistikos’ yang berarti ‘membentuk, ‘to form’. Secara umum plastisitas otak diartikan sebagai kemampuan otak untuk melakukan re-organisasi setelah mengalami cedera (injury) atau karena penyakit. Kata lain plastisitas otak (brain plasticity) adalah neuroplasticity atau brain malleability.

Plastisitas merupakan salah satu kemampuan otak yang sangat penting, yang melingkupi berbagai kapabilitas otak, termasuk kemampuan untuk beradapatasi terhadap perubahan lingkungan dan penyimpanan memori dalam proses belajar. Karena itu anak-anak bisa belajar lebih cepat  daripada dewasa, termasuk diantaranya menguasai bahasa asing di usia muda, penguasaan alat musik, bermain bola, bahkan pemulihan dari cedera otak yang lebih cepat.
Mekanisme plastisitas
Pada masa fetal terdapat keseimbangan antara neurogenesis dan apoptosis sel neuron untuk mendapatkan jumlah neuron tertentu pada  setiap regio otak, proses ini terutama diamati pada trimester kedua kehamilan. Berbagai penelitian pada hewan menunjukkan bahwa terdapat produksi neuron yang sangat berlebihan pada masa fetus dibandingkan dengan jumlah akhir yang ditemukan pada otak yang matur. Over-produksi neuron ini diduga menjadi semacam reservoir yang dapat digunakan jika terjadi cedera (injury) otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa neurogenesis ternyata masih terjadi setelah masa fetal bahkan hingga dewasa pada area tertentu di  otak, termasuk zona subventrikular dari ventrikel lateral dan zona subgranular dari girus dentate hipokampus.

Plastisitas otak  melingkupi perubahan pola fungsional dan struktural sebagai respons terhadap lingkungan, secara fisiolofis atau patologis, melalui beberapa mekanisme yang berbeda. Perubahan terjadi pada tingkat kortikal berupa pola sinaptik dan representasi. Hipotesis lain menyebutkan dapat pula terjadi perubahan pada tingkat neuronal baik berupa perubahan morfologi ataupun fungsional.4
Saat seorang anak lahir, ia memiliki jumlah neuron lebih dari 100 milyar, suatu jumlah sel neuron maksimal sepanjang hidupnya, sementara berat otak bayi saat lahir tidak lebih dari seperempat berat otak orang dewasa. Peningkatan massa otak dalam perkembangan seorang anak merefleksikan peningkatan yang spektakuler dari koneksi kortiko-kortical yang bersifat experience-dependent. Plastisitas experience-dependent merujuk pada mekanisme belajar dan penyimpanan memori sebagai hasil interaksi seorang individu dengan lingkungannya, kemudian membentuk jaringan neuronal tertentu yang mewakili memori autobiografikal. Plastisitas merupakan hasil dari kapasitas intrinsik otak untuk mengenali efek suatu pengalaman terhadap kebutuhan dasarnya sebagai makhluk hidup, untuk memulai proses belajar dan menyimpan memori. Proses ini akan bermuara pada pembentukan jutaan  jaringan neuronal (mnemonic) pada neokorteks, yang merepresentasikan isi memori autobiografik.

Plastisitas: faktor usia
Secara umum, cedera daerah kortikal yang bersifat fokal pada masa kanak-kanak mempunyai morbiditas yang lebih rendah dibandingkan cedera pada usia dewasa. Namun demikian, pendapat bahwa cedera otak yang terjadi pada usia lebih dini akan mempunyai prognosis yang lebih baik ternyata tidaklah sepenuhnya benar. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cedera otak pada usia tertentu, prognosisnya tergantung pada titik dampak kritisnya (critical impact points hypothesis). Berdasarkan paradigma ini, ternyata cedera otak pada usia dini dapat sama fatalnya dengan cedera otak pada usia yang lebih tua.
Jika cedera terjadi pada suatu usia dimana sel-sel otak masih dalam tahap pematangan, dan tepat pada titik dimana perkembangan neurologi dan kognitif memerlukan dukungan lingkungan yang optimal dan kondusif, maka prognosis yang buruk bisa diramalkan pada kasus ini. Penelitian longitudinal terhadap kelainan di kortek serebri dengan kelainan kongenital menyimpulkan prognosis yang lebih uruk jika dibandingkan dengan kelainan serupa yang didapat kemudian. Perbedaan ini menunjukkan bahwa anak dengan kelainan kongenital justru mengalami gangguan perkembangan otak pada keseluruhan hemisfer.
Selaras dengan critical impact points hypothesis, Kolb dan Gibbs (2001) menemukan bahwa kerusakan otak yang terjadi pada usia dini, walaupun proliferasi neural telah sempurna namun masih dalam proses migrasi dan diferensiasi, akan mengakibatkan atrofi menyeluruh dendritik dan penurunan densitas neuron terutama bagian selubung kortek pada area tulang belakang, yang tampak sebagai retardasi mental. Sebaliknya, jika selubung kortek ini rusak pada waktu pertumbuhan cepat dendritik dan pembentukan formasi sinaps, justru akan terjadi peningkatan percabangan dendritik dan densitas spinal melalui kortek yang masih tersisa, sehingga akan didapatkan hasil akhir berupa pemulihan (recovery) fungsi yang lebih baik. Dengan demikian disimpulkan bahwa cedera otak yang terjadi lebih awal tidak selalu mempunyai prognosis yang lebih baik, hasil akhir (outcome)nya ditentukan oleh tingkat maturasi yang sudah atau sedang berlangsung saat cedera terjadi, yang dipengaruhi oleh kemampuan selular yang spesifik sehubungan dengan plastisitas otak.

Plastisitas: masa pulih (recovery)
St. James-Roberts (1981) berdasarkan data studi hemisferektomi menyimpulkan bahwa perbedaan masa pulih (recovery) sesudah cedera/trauma pada sistem nervus matur vs imatur, bukan hanya berkaitan dengan usia saat cedera/trauma terjadi,namun juga merefleksikan lamanya masa pulih yang dihubungkan dengan penyebab lesi dan jenis pemeriksaan atau tes yang dilakukan. Studi kohort pada usia dewasa akan mempunyai masa follow up yang singkat sehubungan dengan keterbatasan usia harapan hidup. Demikian juga halnya pada studi yang melibatkan subjek dengan tumor otak, tentu akan mempengaruhi potensial masa pulih penderitanya.
Menurunnya plastisitas otak seiring dengan bertambahnya usia tidak berarti re-organisasi tidak mungkin terjadi pada waktu yang panjang. Sebagai contoh, pada sindrom Sturge-Weber, terjadi kalsifikasi yang progresif walaupun pada saat bersamaan re-organisasi kemampuan bahasa yang terus berlanjut hingga usia lebih tua.
Masa pulih pada cedera hemisfer kiri dimana hemisfer kanan secara perlahan mengambil alih aspek bahasa dan memori verbal juga bisa memakan waktu yang cukup panjang. Akuisisi bahasa pada anak yang belum terpapar (exposed) bahasa sama sekali, atau belum bicara hingga akhir dekade pertama juga akan memperpanjang masa re-organisasi yang dibutuhkan. Dalam berbagai kasus, masa transfer kemampuan bahasa dari hemisfer kanan ke kiri memerlukan waktu yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan durasi plastisitas serebral pada umumnya.

Plastisitas: double hazard
Studi prospektif longitudinal oleh Anderson V et al terhadap 122 anak dengan cedera kepala (trauma brain injury, TBI) mendokumentasikan hubungan derajat cedera (injury severity) dengan kemampuan kognitif. Anak yang menderita cedera kepala berat pada usia muda akan mengalami pemulihan yang minimal atau bahkan tidak sama sekali dibandingkan jika cedera yang sama terjadi pada usia yang lebih tua. Usia saat terjadi cedera tidak dapat dijadikan faktor prediksi terhadap prognosis atau outcome nantinya pada cedera kepala ringan sampai sedang, meskipun anak usia 0-2,11 tahun dengan cedera kepala sedang mempunyai outcome yang lebih buruk dibandingkan tingkat cedera yang sama pada usia yang lebih tua. Penelitian ini menyimpulkan suatu model ‘double hazard’ pada cedera otak yang berat dan terjadi  pada usia dini, walaupun terdapat  kemampuan plastisitas otak, namun pada keadaan ini justru anak tersebut menjadi lebih rentan terhadap gangguan/kerusakan kognitif residual yang signifikan.
Thank you for reading Plastisitas Otak Anak

Jenis Makanan dengan Perkembangan Motorik Anak

Asuhan nutrisi mempunyai peran yang sangat penting pada tumbuh kembang dan kesehatan anak. Untuk memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, perlu diketahui jenis, konsistensi, dan cara pemberian makan pada anak. Hal ini berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan motorik anak, terutama motorik oral.

Pada 1 tahun pertama, bayi berkembang dengan pesatnya. Hal ini diikuti dengan perlunya dilakukan perubahan jenis dan tekstur makanan bayi. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, ibu dapat mengamati munculnya tanda2 berikut sebagai salah satu indikator kesiapan sang buah hati untuk jenis makanan yang baru.

UsiaKemampuan motorik oralDiet
0-3 bulanMenghisap dan menelan(suck and swallow)Cairan :ASI atau susu formula
4-7 bulanMenggerakkan lidah ke atas dank e bawahDuduk dengan bantuanMenelan makanan semi solid tanpa tersedakMembuka mulut saat melihat makananMinum dari cangkir dengan bantuan, sedikit tumpahMakanan semi solid:
  • bubur susu
  • sereal bayi
  • buah
  • sayur
8-11 bulanMenggerakan lidah dari satu sisi ke sisi lain. Menggunakan sendok dengan bantuan. Mengunyah dan mulai tumbuh gigi. Dapat memegang makanan dan dengan jari berusaha makan sendiri. Minum dari cangkir dengan bantuan, masih tumpahMakanan yang lebih dengan tekstur kasar
  • nasi tim kasar
  • buah atau sayur yang dipotong kasar
  • telur
  • keju, roti, biscuit
  • kacang-kacangan yang ditumbuk kasar
Sumber: Infant development and feeding skills. http://www.fns.usda.gov/tn//Resources/feedinginfants-ch2.pdf

Perkembangan kemampuan bayi sehubungan dengan pilihan pemberian nutrisi pada bayi merupakan pedoman umum. Artinya orangtua juga perlu menyadari bahwa setiap anak mempunyai corak dan kecepatan tumbuh kembang yang khas untuk sirinya sendiri. Selain itu juga perlu ditekankan bahwa hingga saat ini air susu ibu (ASI) merupakan pilihan sumber nutrisi terbaik buat bayi hingga usia 6 bulan.
Thank you for reading Jenis Makanan dengan Perkembangan Motorik Anak