Saturday, June 18, 2016

33 Penyebab Timbulnya Jerawat (Cara Ampuh Mengatasinya)

Permasalahan jerawat di kulit wajah banyak dikeluhkan orang-orang, terutama wanita. Hal yang memungkinkan memicu timbulnya jerawat yaitu perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit.

Bentuk perubahan hormonal lainnya yaitu saat masa menstruasi, kehamilan, penggunaan pil KB, dan kondisi stres.

Jerawat Sudah tidak asing lagi, terutama dikalangan wanita, karena wanita sangat sensitif dengan yang namanya masalah jerawat, tumbuh 1 saja sudah membuatnya merasa memperoleh bencana besar.

Selain itu, terdapat beberapa makanan penyebab jerawat, dimana itu banyak dikonsumsi orang-orang, sehingga memicu resiko tinggi timbulnya jerawat.

Bintik Jerawat

Penyebab timbulnya jerawat:

1. Masalah kebersihan wajah.
Terjadinya masalah penyumbatan pada pori-pori wajah akibat beberapa faktor, yang umum terjadi yaitu karena malas mencuci wajah, kesalahan dalam pengaplikasian kuas make-up, penggunaan spons bedak yang telah lama.

Hal lainnya yang jarang diperhatikan, yaitu penggunaan handuk yang tidak sehat, dimana yang sering terjadi yaitu sering berbagi handuk dengan orang lain dan handuk tidak disimpan di tempat yang baik / bersih.

Masalah-masalah yang ditimbulkan dari kurang menjaga kebersihan wajah, yaitu berupa penyebaran bakteri yang beresiko menyumbat pori-pori wajah. Hal ini yang akhirnya menimbulkan masalah jerawat di wajah.

Untuk itu penting memcuci atau membersihkan wajah secara rutin guna mencegah pori-pori tersumbat.

2. Faktor Jenis kulit.
Hal ini bisa mempengaruhi resiko timbulnya jerawat. Dimana jerawat dapat muncul sendiri pada orang yang memiliki jenis kulit wajah berminyak. Sehingga perlu usaha ekstra dalam menjaga kebersihan wajah yang mudah berminyak.

3. Faktor Keturunan.
Biasanya karena orang tuanya berjerawat, maka hal ini bisa meningkatkan resiko anaknya juga mengalami masalah serupa.

4. Stress.
Stress juga bisa meningkatkan resiko timbulnya jerawat, hal itu karena orang mengalami depresi berakibat metabolisme tubuhnya terganggu, yang akhirnya bisa memicu timbulnya jerawat di wajah, selain juga menganggu kesehatan tubuh secara umum.

5. Hormonal.
Faktor hormonal pada wanita biasanya saat kondisi hormon progesteron yang bekerja dan memici munculnya kadar minyak berlebih, yang kemudian memicu munculnya jerawat.

Faktor hormonal ini umumnya terjadi saat menstruasi ataupun saat hamil. Mengatasinya dengan konsumsi makanan bergizi, hindari makanan yang memicu jerawat, penting juga menjaga selalu kebersihan wajah.

6. Infeksi.
Masalah ini biasanya terjadi ketika seseorang sadar-tak sadar memencet komedo di wajah dengan menggunakan tangan. Hal ini mengakibatkan timbulnya jerawat dan infeksi pada wajah, karena menyebarkan kuman yang berasal dari tangan.

7. Produksi minyak berlebihan.
Hal ini karena kelebihan kelenjar minyak karena tubuh “terlalu giat” memproduksi hormon androgen. Dimana kelenjar minyak yang berlebih bercampur dengan sel kulit mati. Campuran yang akhirnya menjadi tebal dan lengket akan membentuk penyumbat, yang akhirnya timbul bintik hitam (atau lainnya) di wajah.

8. Bakteri.
Bakteri yang disebut p. acne, perlu Anda ketahui bahwa bakeri ini sering berkembang biak di kelenjar sebaceous yang mengalami masalah penyumbatan. Yang akibatnya menghasilkan zat-zat yang menyebabkan terjadinya iritasi di daerah sekitarnya.

Kelenjar tersebut dapat terus membengkak, bahkan bisa pecah, yang berakibat timbulnya radang pada kulit.


Makanan penyebab jerawat:

1. Gorengan
Terutama untuk yang memiliki masalah jerawat pada wajah, perlu menghindari makan gorengan, karena mengandung banyak minyak yang memicu timbulnya jerawat.

2. Cokelat
Cokelat yang rasanya amat lezat, ternyata bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat pada wajah. Sehingga jika memang Anda pencinta cokelat, boleh saja konsumsi cokelat, tetapi HARUS dibatasi.

3. Susu
Susu memang mengandung banyak kalsium yang bermanfaat bagi tubuh, tetapi khusus susu sapi memiliki kandungan yang menghasilkan produksi hormon yang memicu kadar minyak dalam tubuh. Sehingga meingkatkan resiko timbulnya jerawat. Adapun bagi orang yang hanya memiliki sedikit kadar minyak pada wajah maka tidak mengapa konsumsi susu, termasuk susu sapi ini.

4. Alkohol
Alkohol sudah tidak diragukan bahayanya, salah satu dampak dari alkohol yaitu membuat tubuh dehidrasi. Kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi dan kering, membuat jerawat mudah muncul.

5. Garam
Sebenarnya garam tidak mengapa jika dikonsumsi dalam jumlah normal (tidak berlebihan). Adapun konsumsi garam terlalu banyak membuat tubuh menahan banyak air, yang berakbiat terjadinya peradangan pada kulit dan memicu jerawat pada wajah.

6. Kacang-kacangan
Khususnya jenis kacang tanah, yang memberikan efek sensitif pada wajah dan mudah berjerawat. Hal iu karena kacang tanah memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi, yang memberikan dampak buruk bagi wajah. Untuk itu, bukan hal yang baik terlalu sering ngemil kacang-kacangan.

7. Kuning telur 
Sebenarnya kuning telur memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan kulit. Kuning telur bisa memicu timbulnya jerawat, karena kandungan di dalam kuning telur tedapat lemak tinggi. Apabila dikonsumsi terlalu sering mengakibatkan timbunan lemak di dalam tubuh.

8. Kerang-kerangan
Makanan yang dibuat dari bahan jenis kerang-kerangan jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus berakibat kerusakan pada kulit, yang akhirnya dapat meningkatkan resiko jerawat di wajah. Sebagai gantinya, utamakan konsumsi sayur-sayuran yang sehat.

    Penyebab lain timbulnya jerawat di wajah:
    1. Adanya perubahan aktivitas hormon di dalam tubuh
    2. Kelenjar minyak yang sangat aktif (Hiperaktif)
    3. Bakteri yang menyebar di pori-pori kulit
    4. Terkena berbagai macam polusi udara
    5. Sering menggaruk wajah, serta timbulnya iritasi di jerawat
    6. Menkonsumsi pil KB
    7. Adanya darah kotor
    8. Terjadi penyumbatan pori-pori wajah karena sel kulit mati tidak terangkat
    9. Merokok dan meminum alkohol
    10. Alergi pada bahan kandungan di dalam kosmetik
    11. Kekurangan asupan vitamin A. Makanan kaya vitamin A yaitu wortel, ubi, bayam dll
    12. Kekurangan vitamin B2 seperti ikan , susu dll
    13. Kebiasaan buruk tangan memegang benda kotor, lalu langsung memegang wajah tanpa dicuci
    14. Kebiasaan buruk memegang jerawat, berakibat kondisi jerawat bertambah parah
    15. Terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung
    16. Jarang mencuci muka setelah beraktifitas berat
    17. Jarang shampo, mengakibatkan rambut kotor yang rentan menempel pada wajah

    loading...

    Cara Mengatasi Jerawat

    Sebenarnya terdapat banyak cara untuk mengatasi jerawat yang muncul pada wajah, selain itu jerawat juga bisa ada di punggung.

    Umumnya yang dilakukan orang-orang adalah membeli obat di apotik, atau pergi kedokter atau klinik. Selain itu, Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk menghilangkan jerawat.

    Yang paling disarankan adalah menggunakan bahan-bahan alami, lebih aman dibandingkan menggunakan obat yang mengandung bahan kimia, karena bisa memiliki resiko dari efek bahan kimia di dalam obat.

    Menghilangkan jerawat secara herbal dan alamiah

    #1 Menggunakan buah lemon
    Buah lemon kaya vitamin C, yang sangat baik digunakan untuk mengobati jerawat, lemon berkhasiat mengecilkan jerawat dengan cepat.

    Akan tetapi, syaratnya adalah menggunakan lemon yang masih segar, selain itu jangan menggunakan lemon pada kulit yang sensitif.

    Berikut di bawah ini langkah-langkahnya:
    1. Sediakan 1-2 buah lemon segar
    2. Lalu peras lemon dan taruh airnya pada wadah
    3. Lalu basuh air lemon tersebut pada wajah yang berjerawat, basuh menggunakan kapas
    4. Hati-hati dalam melakukannya, jangan sampai kena mata, lakukan ini sebelum tidur malam.

    #2 Masker pepaya
    Penggunaan masker yang disarankan karena aman, yaitu menggunakah bahan-bahan dari alam, yang tidak menimbulkan efek samping, seperti resiko yang sering terjadi pada penggunaan bahan-bahan yang terbuat dari kimia.

    Bahan alami ini seperti pepaya, yang dapat mencerahkan wajah dan menghilangkan jerawat yang menempel pada wajah.

    Cara menggunakannya, tinggal menghaluskan pepaya yang sudah disediakan. Kemudian oleskan pada wajah secara merata, lalu diamkan kurang lebih 15 menit. Setelah itu basuh dengan air hangat hingga bersih.

    #3 Menggunakan Es Batu
    Es batu mampu meningkatkan sirkulasi darah di area sekitar jerawat, yang juga dapat mengecilkan pori-pori pada kulit, hingga menghilangkan kotoran pada kulit dan minyak berlebih di wajah. Caranya:
    1. Siapkan es batu secukupnya saja
    2. Lalu bungkus menggunakan kain bersih
    3. Tempelkan di bagian yang ada berjerawat
    4. Anda bisa tahan selama beberapa menit, lalu lepaskan.
    5. Apabila memang tidak kuat menahan rasa dinginnya maka segera lepaskan, jangan dipaksakan.
    6. Anda bisa menulanginya berkali-kali, sekitar 10 kali atau lebih


    #4 Menggunakan Madu
    Madu memiliki kandungan antibiotik yang tinggi, yang mampu mencegah infeksi menyebar dan mencegah radang pada jerawat. Cara membuat ramuan menggunakan madu, yiatu:
    1. Siapkan madu alami (jangan madu buatan pabrik)
    2. Siapkan kapas
    3. Lalu oleskan madu pada jerawat dengan menggunakan kapas
    4. Diamkan sekitar 20-30 menit
    5. Setelah itu, bersihkan wajah menggunakan air bersih

    #5 Menggunakan Bawang Putih
    Bawang putih memiliki sifat anti jamur, antiseptik, antioksidan dan anti virus yang dapat mengatasi dan mempercepat proses penyembuhan jerawat. Cara penggunannya:
    1. Ambilah bawang putih
    2. Potong 1 siung bawang putih menjadi 2 bagian
    3. Gosok-gosokkan bawang putih yang telah dipotong itu ke jerawat, lakukan selama 5-10 menit
    4. Setelah selesai, terakhir cuci wajah menggunakan air bersih

    #6 Menggunakan Buah Tomat
    Caranya:
    1. Sediakan 1 buah tomat yang matang (berwarna kemerahan)
    2. Potong buah tomat menjadi irisan tipis-tipis
    3. Anda tutup area jerawat dengan beberapa irisan tomat itu
    4. Diamkan selama 10-15 menit
    5. Setelah selesai, tinggal basuh muka menggunakan air bersih

    #7 Beras Jepang
    Beras jepang juga dapat menghilangkan jerawat pada wajah, karena kandungan squan oil di dalam beras jepang berkhasiat untuk membuat kulit lebih lembut.

    Cara menggunakannya, ketika sedang memasak beras jepang, dimana beras tersebut belum sampai matang, maka segera ambil airnya dan diamkan hingga dingin.

    Setelah itu, tinggal digunakan dengan membasuhkan air tersebut pada wajah, hingga wajah menjadi lebih bersih. Setelah itu, baru cuci muka menggunakan air biasa.

    #8 Menggunakan uap
    Di Eropa, uap sering digunakan sebagai bahan kecantikan kulit maupun rambut. Manfaat menggukan uap yaitu membuat pori-pori wajah akan terbuka, yang berfungsi untuk memberi jalan minyak (yang meumpuk di dalam wajah) untuk segera keluar.

    Jerawat muncul karena minyak menumpuk yang tidak dapat keluar melalui pori-pori wajah, hal itu karena tertutup yang lama-kelamaan muncul jerawat.
    .ma masukkan air panas kedalam wadah, setelah itu posisikan wajah tepat di atas wadah yang berisi air panas tersebut (Ingat! Wajah jangan dimasukan ke dalam air).

    Lakukan hanya beberapa menit, setelah itu bilas wajah menggunakan air hangat. Hati-hati, jangan sampai wajah terkena air panas).

    #9 Menggunakan mentimun
    Mentimun sudah cukup dikenal dapat digunakan sebagai masker wajah, yang dapat memberikan kesehatan dan kehalusan pada kulit wajah.

    Kandungan di dalam mentimun bekerja sebagai anti-inflamasi, yang mampu mengobati jerawat yang mulai memerah dan muncul peradangan.

    Cara Penggunaan untuk  jerawat baru:
    1. Iris mentimun segar menjadi beberapa bagian
    2. Lalu letakkan pada daerah jerawat
    3. Biarkan selama 30-60 menit
    4. Setelah itu, bilas menggunakan air bersih
    5. Lakukan hal ini secara rutin, usahakan setiap hari hingga jerawat hilang

    Cara Penggunaan untuk jerawat yang sudah lama / membandel:
    1. Jus mentimun segar (tanpa air)
    2. Jadikan masker pada wajah
    3. Biarkan 30-60 menit
    4. Setelah itu, bilas wajah menggunakan air hangat
    5. Lakukan secara rutin hingga jerawat akhirnya hilang.

    Menghilangkan jerawat berdasarkan pola hidup dan kebiasaan

    Hindari tangan memegang wajah dalam keadaan tidak bersih. Ini adalah hal yang simple dan mudah, akan tetapi sering tidak disadari banyak orang yang mengalami masalah jerawat. Tangan yang digunakan untuk memegang segala benda, terdapat bakteri dan kotoran.

    Sehingga dalam kondisi tangan kotor, jangan sampai memegang wajah bahkan bagian jerawat. Sebelum memegang wajah, pastikan tangan bersih dahulu.

    Rajin cuci muka.
    Faktor utama penyebab jerawat yaitu produksi minyak pada kulit wajah, bakteri, sel kulit mati, dan pori-pori tersumbat. Dengan rajin mencuci muka maka ini sangat penting untuk membersihkan wajah dari bakteri, kotoran dan sel kulit mati.

    Rajin olahraga.
    Apa hubungannya olahraga dengan jerawat? Intinya dengan melakukan olahraga maka tubuh nantinya berkeringat, dimana keringat berguna untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Kulit epidermis pada wajah butuh detoksifikasi (mengeluarkan racun), yang hal ini penting untuk mambantu menghilangkan jerawat dengan cepat.

    Hati-hati dalam menggunakan komestik.
    Hentikan penggunaan komestik jika ternyata menimbulkan jerawat, terlebih lagi produk kosmetik yang tidak jelas. Hal itu karena beberapa kosmetik mengandung bahan kimia yang memicu timbulnya jerawat. Untuk itu, perlu waspada dalam penggunaan bahan kosmetik.

    Jangan memencet jerawat.
    Penting selalu diingat bahwa jerawat tidak boleh dipencet, apalagi pada jerawat yang baru tumbuh. Memencet jrawat megakibatkan masalah peradangan, menimbulkan iritasi baru, dan membuat kondisi jerawat semakin parah.

    Hindari stres.
    Perlu diktahui bahwa reaksi kimia yang ditimbulkan akibat stres ataupun berpikir terlalu berat mengakibatkan meningkatnya produksi hormon yang efeknya memicu tumbuhnya jerawat di wajah dengan subur.

    Minum air putih.
    Konsumsi Air putih (bukan minuman bersoda, dll) bermanfaat dalam mengoptimalkan proses detoksifikasi, serta membantu proses peredaran darah di dalam tubuh menjai lancar. Hal ini penting untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan jerawat.

    Jangan sampai malas mandi. 
    Hal ini sangat penting, apabila Anda selama ini mandi 2 kali sehari, atau bahkan hanya 1 kali sehari, maka sekarang tambah menjadi 3x sehari. Mandi sangat berguna untuk menghilangkan stres, membuat pikiran fresh, membersihkan kulit secara umum, dan memberikan kesegaran pada wajah.

    Tidur yang cukup.
    Tidur yang baik dan cukup beguna dalam membantu proses detoksifikasi (penbuangan racun) daru dalam tubuh, hal ini membantu juga dalam upaya menghilangkan kotoran dan jerawat dengan lebih maksimal. Manfaat lainnya yaitu membantu menghilangkan sel-sel kulit mati, kemudian mengoptimalkan proses pergantian sel kulit mati menjadi sel yang baru dengan lebih cepat.

    Jangan lupa konsumsi buah dan sayuran.
    Agar wajah dapat selalu sehat dan juga bersih dari kotoran dan bekteri, maka dapat dibantu dengan membiasakan konumsi buah-buahan dan sayuran, kemudian perbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi dan melancarkan proses pembuangan racun dari dalam tubuh.

    Tips lainnya:
    1. Jangan memecah jerawat karena memicu infeksi di bagian bawah kulit dan memicu lebih banyak sumbatan dan pembengkakan.
    2. Memecah bisul kecil juga dapat menimbulkan bekas luka di wajah.

    3. Menahan diri agar tidak menyentuh wajah dengan tangan. Jika ingin menyentuh wajah pastikan terlebih dahulu mencucil tangan dengan air hingga bersih.

    4. Bersihkan Kacamata secara teratur karena ada resiko reidu kulit dan sebum yang menempel akibat kacamata yang kotor.

    5. Gunakan pakaian yang longgar agar memberi kulit ruang untuk bernapas, hal ini mencegah jerawat muncul di bahu atau punggung.

    6. Pakai kosmetik yang tidak mengandung minyak karena dapat menyumbat pori-pori.
    Jangan tidur dengan make up yang belum dibersihkan.

    7. Bersihkan rambut secara teratur karena rambut dapat mengumpulkan sebum dan residu kulit.

    8. Hindari paparan sinar matahari berlebih terhadap wajah.

    9. Meski kebersihan wajah sudah dijaga dengan baik dan teratur, tetapi tetap bisa memberikan resiko tinggi munculnya jerwat karena dipicu oleh hal-hal lain, seperti masalah mood (perubahan suasana hati), perubahan cuaca ataupun jenis makanan.

    10. Semua jenis kosmetik seperti krim pelembab, dan lotion yang mengandung minyak berakibat penyumbatan pada pori-pori wajah.

      Mengobati jerawat berdasarkan jenisnya (dengan obat kimia)

      Jenis jerawat juga penting diketahui. Dengan mengetahui perbedaan dari jenis-jenis jerawat maka  kita dapat mengetahui cara mengatasi permasalahan jerawat dengan lebih tepat. Berikut jnis-jenis jerawat yang cukup banyak:

      1. Whiteheads (komedo tertutup), berupa jenis bisul kecil akibat sebum yang terinfeksi bakteri di bawah permukaan kulit, ukurannya sangat kecil.

      2. Blackheads (komedo terbuka), terlihat jelas karena muncul di permukaan kulit dan berwarna hitam. Komedo ini tidak disebabkan kotoran, sehingga membersihkan wajah saja tidak mampu menghilangkannya.

      3. Papula adalah jenis jerawat yang muncul di permukaan kulit berbentuk benjolan kecil dan berwarna merah muda.

      4. Pustules berbentuk benjolan berwarna merah muda di bagian pangkal dan berisi nanah di bagian atas.

      5. Nobules adalah jerawat berukuran besar dan menyakitkan jika disentuh.

      6. Kista adalah jerawat yang menyakitkan jika disentuh dan berisi penuh dengan nanah. Jika sampai meletus berakibat timbulnya bekas jerawat yang sulit dihilangkan.

        Mengobati jerawat ringan
        Umumnya masyarakat mengobati jerawat menggunakan obat-obatan atau salep yang dibeli di apotik tanpa resep dokter. Obat jerawat yang digunakan seperti OTC (Over The Counter) yang mengandung bahan aktif seperti resorsinol, benzoyl peroxide, salicylic acid, sulfur, retin-a, dan azelaic acid.

        Obat jerawat yang bisa dibeli di apotik, umumnya dalam bentuk gel, sabun dan krim. Tips untuk Anda yang memiliki kulit wajah sensitif, disarankan memilih yang jenis krim. Adapun jenis gel biasanya mengandung alkohol, yang memiliki efek membuat kulit wajah kering, jenis gel cocok digunakan bagi orang yang mengalami banyak kulit berminyak.

        Mengobati jerawat parah
        Sebenarnya, apabila mengalami masalah jerawat pada tingkat parah, disarankan untuk pergi ke dokter spesialis kulit, guna memperoleh pengobatan yang tepat dan efektif bagi kulit anda.

        Umumnya dokter meresepkan obat berbentuk krim, selain itu juga memberikan pasien obat antibiotik yang bekerja untuk membasmi pertumbuhan bakteri serta mencegah peradangan pada kulit. Obat antibiotik yang sering diresepkan yaitu jenis eritromisin dan tetrasiklin.

        Mengobati jerawat kista
        Jenis kista ini paling sulit disembuhkan, serta mudah menimbulkan bekas. Seorang dokter spesialis kulit bisa menyuntikkan kortikosteroid yang telah diencerkan untuk mengobati jerawat kista yang meradang, serta untuk mencegah problem jaringan parut.

        Selain injeksi kortikosteroid, terkadang dokter juga memberikan isotretinoin yang bekerja dalam mengobati jerawat kista yang sudah sangat parah, yang tidak bisa disembuhkan dengan jenis obat lain.

        Thank you for reading 33 Penyebab Timbulnya Jerawat (Cara Ampuh Mengatasinya)

        Tuesday, June 14, 2016

        Manfaat dan Khasiat Tanaman Anggrek Merpati (Dendrobium Crumenatum Sw)

        Manfaat dan Khasiat Tanaman Anggrek Merpati (Dendrobium Crumenatum Sw)
        Tanaman Anggrek Merpati (Dendrobium Crumenatum Sw)


        Deskripsi Tanaman Anggrek Merpati

        Tanaman anggrek merpati adalah tanaman bunga yang sering kita jumpai berada disekitar kita. Tanaman anggrek merpati ini biasanya hidup menempel pada cabang-cabang pohon kenari dan buah-buah-buahan dihutan, dan tepi jalan. Tanaman anggrek merpati mempunyai nama latin Dendrobium Crumenatum Sw. Sedangkan dalam bahasa Inggris tanaman anggrek merpati mempunyai nama pigeon orchid. Tanaman anggrek merpati ini penyebarannya  mulai dari Indonesia, Singapura, Thailand, hingga ke Filipina dan Papua,. Tanaman anggrek merpati mempunyai ciri-ciri yaitu memiliki bunga yang berwarna putih ketika bunganya mekar mirip burung merpati. Tanaman anggrek merpati ini berkerabat dekat dengan tanaman Anggrek Karawai, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai,Anggrek Larat, Anggrek Kelembai. Fungsi dan kegunaan tanaman anggrek merpati bagi sebagian masyarakat digunakan sebagai tanaman hias. Namun yang jarang kita ketahui ternyata tanaman anggrek merpati ini memiliki segudang manfaat dan khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit yang ada ditubuh.

        Nama Daerah Tanaman Anggrek Merpati

        Indonesia : Anggrek Merpati.
        Sumatera : Anggrek Bawang, Bunga Angin.

        Klasifikasi Tanaman Anggrek Merpati 

        Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
        Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
        Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
        Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
        Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
        Sub Kelas: Liliidae
        Ordo: Orchidales
        Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
        Genus: Dendrobium
        Spesies: Dendrobium crumenatum Sw. 

        Anatomi dan Morfologi Tanaman Anggrek Merpati

        Tanaman anggrek merpati  merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari keluarga tanaman Orchidaceae atau suku anggrek-anggrekan. Tanaman anggrek merpati ini termasuk tanaman epifit atau tanaman yang menempel pada tanaman lain. Tanaman anggrek merpati memiliki ukuran yang kecil. Tanaman anggrek merpati berdaun lonjong sedikit lancip agak tebal berwarna hijau. Batang tanaman anggrek merpati pada bagian bawah membesar sedangkan pada bagian atas mengecil berwarna putih kehijauan. Bunga tanaman anggrek merpati berwarna putih kecil seperti burung merpati. Bunga tanaman anggrek merpati mempunyai bau yang wanginya akan bertahan satu hari. Akar tanaman anggrek merpati berserabut putih menempel pada pohon inangnya. Tanaman anggrek merpati berkembang biak dengan cara stek batang, pemisahan anakan, dan kultur jaringan. Habitat tanaman anggrek merpati berada pada dataran rendah dan tinggi yang mempunyai suhu sedang atau dingin.

        Bagian Tanaman Anggrek Merpati Yang Digunakan

        Getah dari batang dan Umbi

        Kandungan Tanaman Anggrek Merpati

        Tanaman anggrek merpati mengandung zat alkoloid.

        Manfaat dan Khasiat Tanaman Anggrek Merpati Bagi Kesehatan

        Tanaman anggrek merpati digunakan sebagai obat tetes telinga, radang telingga dalam (ototis interna)

        Catatan

        Konsumsilah herba tanaman anggrek merpati ini dengan bijak dan sesuai takaran.
        Thank you for reading Manfaat dan Khasiat Tanaman Anggrek Merpati (Dendrobium Crumenatum Sw)

        Sunday, June 12, 2016

        TANDA-TANDA SIAP MASUK TK


        Modalnya bukan cuma mandiri dan siap ditinggal di kelas. Kenali kesiapannya dengan melihat berbagai aspek perkembangan di bawah ini.

        Masuk TK berarti anak masuk ke lingkungan baru. Ia harus bisa berinteraksi dengan orang lain yang belum dikenalnya, menyesuaikan diri dengan suasana serta ruangan dan alam yang sangat berbeda dari apa yang ia ketahui sebelumnya. Tentunya si kecil tak bisa dilepas begitu saja memasuki dunia barunya tersebut, ia harus disiapkan lebih dulu. Kita sendiri yang sudah dewasa, pun, bila masuk lingkungan baru tanpa persiapan tentu akan canggung, kan?

        Nah, berikut ini 4 faktor yang harus diperhatikan orang tua seperti dipaparkan Drs. Bambang Sujiono, M.Pd, kandidat Doktor Pendidikan Usia Dini (PUD) di Universitas Negeri Jakarta.

        1. KESIAPAN FISIK

        Aspek fisik meliputi motorik kasar dan halus. Pada motorik kasar, misal, anak sudah mampu menggerakkan seluruh anggota tubuhnya untuk melakukan gerakan-gerakan seperti berlari, memanjat, naik-turun tangga, melempar bola, bahkan melakukan dua gerakan sekaligus semisal melompat sambil melempar bola.

        Aktivitas belajar di TK memang banyak mengandalkan motorik kasar. Karenanya, bila anak aktif bergerak, justru itu yang diharapkan. Nanti di TK dikembangkan aspek fisik yang lain seperti keseimbangan, kelenturan, daya tahan dan lainnya. Jadi jangan sampai anak itu, misal, kekuatan kakinya bagus tetapi keseimbangannya kurang sehingga gampang jatuh. Atau, baru main sebentar langsung capek. Semua aspek fisik yang menjadi bagian motorik anak, selanjutnya harus dikembangkan di TK.

        Sedangkan motorik halus akan sejalan dengan pembelajaran yang diberikan di TK. Anak akan belajar menggunting, melipat, memasukkan bola-bola, memilih biji-bijian. Nah, itu semua pasti akan jalan bila ditunjang oleh fisik yang bagus.

        2. KESIAPAN EMOSIONAL

        Kesiapan emosional yang paling penting menyangkut kemandirian. Paling tidak, ketika si anak berada di kelas, dia sudah duduk sendiri, tidak tergantung pada siapa-siapa, dan mau mengikuti perintah.

        Kesiapan emosional lainnya ditunjukkan dengan kesiapan anak menerima situasi yang baru. Tentu wajar saja bila pada hari-hari pertama, anak menangis menghadapi situasi yang berbeda dari rumah. Akan tetapi, anak yang lebih siap, beberapa hari kemudian sudah mampu berbaur dengan teman-temannya dan siap menerima bimbingan serta pembelajaran. Dia sudah tidak lari-lari lagi di kelas ketika diminta duduk oleh gurunya.

        hanya mempersiapkan anak pada kesiapan sosialisasi saja. Artinya, kalau si anak sudah tak takut bertemu orang, menunjukkan minat untuk berkawan, berarti dia sudah siap. Ini memang harus disiapkan. Tetapi sebenarnya tak cuma ini. Anak bukan hanya tidak takut berhadapan dengan orang lain, tapi juga mau mendengarkan orang lain. Kemampuan ini penting dalam bersosialisasi dan kalau guru bicara tetapi si anak lari ke sana-ke mari, maka rangsangan emosional yang diterimanya kurang lengkap. Jadi, anak juga harus diajarkan, bagaimana menjadi pendengar sebelum masuk TK.

        3. KESIAPAN KOGNITIF

        Salah satunya adalah kemampuan bahasa karena di TK anak diharapkan mampu memahami intruksi yang diberikan oleh guru. Ia pun diharapkan mampu menyampaikan pendapat, perasaan, dan isi pikirannya meski belum runtut. Dengan demikian, anak juga harus memunyai perbendaharaan kosakata yang cukup untuk seusianya.

        Bagaimana dengan baca-tulis? Kemampuan ini bukan menjadi syarat masuk TK. Namun, bila anak sudah mampu melakukannya, disarankan agar orang tua mencarikan sekolah yang cocok untuknya. Bila anak sudah punya kemampuan menghitung, misal, dan dia dimasukkan ke TK dimana anak-anaknya bahkan belum bisa menghitung 1 sampai 10, maka bisa-bisa potensinya malah hilang.

        Untuk anak-anak seperti ini tentunya perlu penanganan khusus. Maksudnya, kita tak boleh menyamaratakan dengan teman-temannya yang lain karena potensinya berbeda. Jadi, kita harus betul-betul melihat keunikan masing-masing anak dan itu harus dijalankan secara individual.

        Orang tua juga jangan berharap bahwa di TK itu anaknya nanti diajarkan baca -tulis dan matematika seperti di SD. Yang dilakukan di TK adalah mengajari anak mengenal dasar-dasarnya dan itu pun dilakukan lewat bermain. Contoh, mengenali bentuk huruf, warna dan bentuk angka.

        4. KESIAPAN SOSIAL

        Di TK, anak berkumpul bersama teman-teman yang baru saja dikenalnya. Dia akan berusaha menyesuaikan diri dalam lingkungan sekolah yang baru. Ia pun akan mengenal aturan-aturan baru hidup bersama dan menyimak "pelajaran" dari guru-guru sambil belajar bersama teman-temannya.

        Nah, kesiapan sosial dilihat dari kemampuan anak untuk tidak takut menghadapi orang asing, berani memasuki lingkungan baru dan tak ragu diajak berkomunikasi. Contoh, ada anak yang sudah berminggu-minggu sekolah masih menangis jika ditinggal oleh ibunya. Ini berarti si anak masih takut berada di lingkungan baru. Beda dengan yang siap, biasanya mereka malah enjoy bila bertemu teman-teman baru.
        AGAR ANAK LEBIH SIAP MASUK SEKOLAH

        * Berikan informasi menyenangkan tentang TK sebagai pembentukan persepsi awal tentang sekolah. Misal, ia akan bertemu dengan teman-teman baru dan mainan baru. Ada juga guru-guru baru yang ramah dan baik. Di sana banyak mainan sehingga bisa bermain bersama teman-teman. Gambar-gambar di dinding kelasnya juga lucu-lucu.

        * Di sisi lain, orang tua juga mesti menjelaskan konsekuensinya. Contoh, karena bermain bersama teman-teman, maka ia harus mau bergantian, juga patuh pada guru, dan tertib.

        * Jelaskan pula kenapa ia "harus" masuk TK, apa tujuannya, dan apa saja yang akan didapat di TK. "Dengan sekolah di TK, Kakak akan banyak teman dan belajar banyak. Kan, Kakak katanya mau jadi anak pintar," misal.

        * Agar anak bisa memahami secara konkret bagaimana nantinya kala ia duduk di TK, lakukan dengan cara bermain peran. Misal, ibu jadi guru dan anak jadi murid atau sebaliknya. Malah kalau bisa, dalam bermain peran itu, tempat dan suasana ditata sedemikian rupa seperti di TK sungguhan. Ibu memberikan permainan-permainan yang sering diajarkan di TK. Dengan cara demikian, kita telah menyiapkan mental anak untuk siap masuk TK.

        Sebaiknya orang tua sudah mulai memberikan gambaran ini jauh-jauh hari sebelum sekolah sesunggguhnya dimulai. Paling tidak tiga bulan sebelum anak masuk TK sehingga mental anak untuk sekolah pun telah kuat dan siap. Bila perlu, lewatlah di depan sekolahnya atau masuk ke dalam kelasnya untuk beberapa hari sebelum sekolah dimulai. Hingga ketika tiba gilirannya masuk sekolah, tak ada kesulitan lagi. Malah anak akan senang dan bahkan bisa jadi saat masuk di hari pertama, dia sudah percaya diri dan tak perlu ditemani masuk kelas oleh orang tua atau pengasuhnya.
        ANAK SAYA, KOK, ENGGAK SIAP JUGA?

        Bagaimana kalau si kecil ternyata belum siap masuk TK? Misal, sudah umur 5 tahun tapi masih enggan bersosialisasi alias masih takut ketemu orang. Dalam hal kemandirian, menurut Bambang, orang tua hendaknya jangan buru-buru memvonis anak belum siap mental untuk sekolah hanya karena ia selalu menangis setiap kali masuk kelas. "Kecemasan-kecemasan seperti itu lumrah terjadi pada anak, meski banyak juga anak yang percaya dirinya tinggi."

        Untuk itu, lanjutnya, orang tua harus bisa membujuk anak. Contoh, "Katanya Kakak mau jadi anak pintar, kok, enggak mau sekolah. Ada apa?" Bila ia menjawab takut, orang tua bisa melakukan bargaining dengan anak, semisal, berjanji menemaninya, "Oke, deh, sekarang Bunda ikut temani kamu di kelas." Selama beberapa hari, orang tua boleh menemani anak di kelas. Setelah itu perlahan-lahan waktu bersama anak dikurangi sampai akhirnya orang tua hanya mengantar dan menjemput.

        Bambang mengingatkan, dunia anak adalah dunia bermain. Karenanya, begitu anak bertemu dengan teman sebaya yang asyik bermain, apalagi ditambah permainan yang banyak di kelas, anak-anak yang tadinya pemalu pun akan lumer dan membaur bermain. "Prinsipnya, jangan karena enggak bisa ditinggal lalu anak 'diperam' terus di rumah. Nanti malah terhambat sosialisasinya. Usianya makin tinggi tetapi kematangan emosionalnya tidak tumbuh juga. Lebih baik cemplungkan saja tetapi lakukan secara bertahap."

        Tentunya orang tua jangan segan-segan untuk memberi tahu guru mengenai kondisi anak kita. Misalnya, anak sangat pemalu, guru bisa menciptakan suasana yang hangat dan akrab baginya. "Lama-lama anak akan merasa, 'Oh, sekolah itu ternyata menyenangkan.' Akhirnya, tanpa dibangunkan pun, ia akan segera sigap berangkat ke sekolah."

        Juga bukan berarti bila ada kekurangan di aspek lain, orang tua jadi minder memasukkan anaknya ke TK. "Justru dengan memasukkan ke TK, orang tua dan guru akan bersama-sama menambah kekurangan itu dan mengembangkan potensi yang sudah ada. Sekali lagi, dengan cara bermain dan tanpa paksaan."
        PENDIDIKAN DI TK SANGAT BERMANFAAT

        Prinsip belajar di TK adalah bermain. Meski hanya bermain, tetapi banyak manfaatnya. "Anak bisa mengembangkan seluruh potensinya lewat bermain sehingga saat terjun ke sekolah formal sesungguhnya, dia bisa memahami keberadaan di lingkungannya bahwa ia punya tanggung jawab, bisa mengikuti peraturan, tata tertib, dan disiplin-disiplin yang diberikan," papar Bambang.

        Di TK, anak jakan mendapatkan pelajaran-pelajaran baru semisal mengenal warna, bentuk, irama, dan lainnya lewat bermain. Lewat bermain pula, anak bukan hanya bisa mengembangkan otot-ototnya, baik otot besar maupun otot halus seperti perkembangan motorik kasar dan halus, tapi juga bisa berfantasi dan mengekspresikan diri. Anak juga belajar bersosialisasi, berbicara satu dengan lainnya lewat bermain.

        Itulah sebabnya, jenjang TK tak bakal menjadi prasyarat masuk SD, tapi Bambang berpendapat, TK lebih bermanfaat. "Karena anak akan mengenal nuansa yang bakal ditemuinya di SD, seperti bahwa sekolah itu belajar aturan. Nah, di rumah, kan, tidak ada aturan seperti dalam belajar kelompok, bermain bersama, patuh pada guru dan disiplin kelas," ujar pendidik yang bersama istrinya menulis buku Seri Mengembangkan Potensi Bawaan Anak.

        Anak yang sudah bersekolah di kelompok bermain umumnya akan lebih mudah menyesuaikan diri saat masuk TK. Minimal, anak tak "kaget" saat menemui lingkungan baru. Ia sudah bisa bermain dan mampu bersosialisasi dan terbiasa menerima instruksi dari orang lain selain orang tuanya.

        Tak lupa ia berpesan agar orang tua melakukan survei ke sekolah yang dituju. Dengan mengetahui apa yang diprogramkan oleh sekolah dan apa yang kita siapkan, maka kita akan tahu mana sekolah yang cocok untuk anak kita.
        Thank you for reading TANDA-TANDA SIAP MASUK TK

        MELATIH KONSENTRASI DI KELAS


        "Randi, ayo duduk, Sayang. Selesaikan gambarmu!" kata seorang guru kelas di TK B. Perintah senada dilakukannya berulang-ulang, juga pada anak-anak lain. Mengapa anak prasekolah sulit fokus pada tugasnya?

        Pemandangan anak-anak TK yang tak bisa duduk diam di kelas adalah biasa. Wajarnya memang begitulah mereka mengingat sebagian besar aktivitas anak usia prasekolah melibatkan gerak fisik dan bermain. Itulah mengapa, agak sukar bagi mereka bila harus duduk diam dalam waktu lama dan berkonsentrasi. "Sepertinya setiap anak dilengkapi dengan energi yang tak ada habis-habisnya untuk terus bergerak dengan lincahnya," kata Dra. Geraldine K. Wanei M.Psi., Lektor Kepala Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika Atma Jaya, Jakarta.

        Meskipun begitu, lanjut pendidik yang akrab dipanggil Gerda, anak-anak prasekolah boleh diajarkan untuk duduk diam menerima pelajaran. Apalagi di TK B (besar), anak-anak sebaiknya memang dipersiapkan untuk menerima sistem belajar di SD (Sekolah Dasar), dimana murid-murid mulai dituntut untuk tak ada lagi ribut atau berlarian di kelas. "Tetapi tentunya pengenalan itu hanya bisa dilakukan bertahap. Enggak bisa, kan, kalau tiba-tiba anak langsung disuruh duduk diam dan tak boleh berjalan-jalan di kelas." Jadi, aturlah kegiatan anak agar dapat fokus pada tugas yang diberikan dan menyelesaikannya dengan memperhatikan prinsip berikut.

        JANGAN LEBIH DARI 15 MENIT

        Orang tua perlu tahu, tingkat kesabaran dan perhatian anak berkembang bersama-sama dengan perkembangan fisiknya, terutama otot-otot kecil pengendali gerakan. Konsekuensinya, anak usia 4 sampai 5 tahun umumnya lebih senang menyelesaikan tugas yang singkat, membongkar apa yang sudah dikerjakan dan memulainya lagi berulang kali.

        "Nah, dengan melihat karakteristik ini, persiapkan tugas dengan rentang waktu yang sesuai." Misalnya, tak perlu orang tua atau guru memberi pelajaran menggambar atau menggunting selama satu atau dua jam terus-menerus, karena umumnya anak-anak di TK hanya akan betah duduk diam paling lama 15 menit. "Jadi, guru harus mencari kegiatan yang bisa diselesaikan dalam jangka waktu 15 menit itu."

        Bila anak diberi tugas panjang yang membuat mereka harus duduk diam dalam waktu lama, maka fokus pada tugas dan konsentrasinya akan cepat hilang. Barulah setelah anak mampu duduk diam selama 15 menit dan asyik mengerjakan tugasnya, guru boleh meningkatkan waktunya secara bertahap, misalnya ditambah 5 menit, begitu seterusnya.

        DILATIH SAMBIL BERMAIN

        Namun Gerda mengingatkan, meski anak tampaknya semakin anteng mengerjakan tugas, bukan berarti kita lantas bisa membebaninya dengan pelajaran-pelajaran yang belum menjadi kewajibannya. Contoh, langsung mengajarkan membaca atau menulis. "Di masa TK, meskipun sudah di TK besar, kita menyebutnya masa pramembaca, pramenghitung dan pramenulis atau belum sampai pada berhitung, membaca atau menulis yang sesungguhnya. Semuanya masih dilakukan sambil bermain." Intinya, tidak bijak jika anak prasekolah dipaksa cepat belajar membaca, menulis, dan berhitung sambil dituntut berkonsentrasi lama.

        "Melatih anak untuk konsentrasi pada tugasnya juga bisa dilakukan sambil bermain, kok!" tukas Gerda. Jangan kita memforsir anak untuk belajar macam-macam di usia dini hanya untuk mengejar satu target. Umpama, harus sudah menghitung sekian puluh, padahal kemampuan anak usia 5 tahun mungkin baru 1 sampai 10. "Kalau dia hanya bisa sampai segitu, ya, itu saja yang dilatih untuk dikembangkan," tandasnya.

        SIKAP TUBUH BENAR

        Membantu anak menumbuhkan konsentrasi belajarnya, lanjut Gerda, juga dapat dilakukan dengan mengajarinya sikap belajar yang benar. "Misalnya saja saat menulis, harus juga diperhatikan posisi duduknya supaya jangan sampai tiduran sambil kaki ke mana-mana."

        Jadi, jika ingin anak bisa fokus pada tugas yang dikerjakannya, guru harus mampu menunjukkan pada murid, bagaimana sikap duduk yang baik. "Kalau duduknya asal-asalan, tidak dengan punggung tegak, pasti sebentar saja anak sudah merasa capek, kan?"

        Contoh lain, memegang pensil. Menurutnya, jika ada anak di usia SD yang masih belum mampu memegang pensil dengan baik, semisal masih seperti memegang palu atau memegang sendok, bisa saja karena waktu masih di TK B si anak belum diajarkan bagaimana memegang pensil yang tepat. "Kelihatannya sepele, ya, tapi salah memegang pensil bisa membuat anak jadi terganggu konsentrasinya karena bisa saja anak mengeluh jari-jarinya jadi sakit. Tentu kalau jari-jarinya sakit, bagaimana dia menyelesaikan satu tugas yang diberikan dalam waktu tertentu?"

        ALAT BANTU SIAP

        Selain itu, keberhasilan anak saat memberikan perhatian pada tugasnya juga bergantung pada kesiapan alat bantu yang ada. Misal, di kelas seharusnya guru sudah mempersiapkan alat peraga yang lengkap pada saat mengajarkan atau memberi tugas. Jangan lagi asyik-asyiknya menerangkan sesuatu, tiba-tiba terhenti karena guru terlupa salah satu alat. Akibatnya, anak-anak yang tadinya sudah fokus mendengarkan, bisa saja perhatiannya jadi buyar lagi karena si guru "grogi" mencari alat bantunya.

        FISIK DAN KOGNISI HARUS SEIMBANG

        BILA anak-anak hanya dibiarkan bermain mengembangkan fisiknya, mereka tak akan mengembangkan kognisinya. Oleh karena itulah kita perlu menyeimbangkan kegiatan fisiknya dengan kegiatan yang membutuhkan ketekunan dan konsentrasi semisal main lego, meronce, menggambar, atau pasel. Keberhasilan dalam menggunakan permainan ini tergantung pada kesabaran, koordinasi dan ketangkasan anak.

        Anak dengan usia prasekolah akhir dapat diberi pasel dengan jumlah kepingan yang lebih banyak. Minta mereka menyelesaikannya sebelum beranjak dari tempat duduk. Ketika seorang anak sedang menyusun pasel atau membangun sebuah menara dengan balok-balok, dia belajar untuk berpikir dan menyelesaikan masalah. Mainan yang mengasah konsentrasi juga menolong anak membedakan bentuk dan pola-pola serta membangun koordinasi antara mata dan tangannya, sehingga mereka nantinya siap belajar membaca.

        "Jadi, meski si anak aktif punya kesempatan bermain yang melibatkan fisiknya, ia juga perlu ketekunan. Dengan begitu, wawasannya jadi luas," bilang Gerda. Bila anak hanya diarahkan bermain menggunakan fisik saja terus-menerus, ia kurang mendapat kesempatan memperoleh berbagai pengetahuan dan kurang terlatih ketekunan serta konsentrasinya. Menjadi tugas orang tua dan guru untuk mencari aktivitas yang menuntut konsentrasi dan ketekunan. Tentu saja disesuaikan dengan usia anak sambil tetap memasukkan suasana bermain.

        GURU SLORDIG BUYARKAN SEMANGAT BELAJAR

        BAYANGKAN bila si kecil berada di kelas yang awut-awutan, meja bergeser ke sana ke mari tak pernah dibetulkan letaknya, mainan menyebar di seluruh kelas sehingga mengganggu anak untuk bergerak, gambar-gambar di dinding kotor dan letaknya miring? Apalagi jika ditambah meja guru ternyata berantakan juga.

        "Suasana kelas yang kacau bisa mengganggu anak dalam mengerjakan tugas-tugasnya," kata Gerda. Contoh, anak ingin bermain pasel, tapi kepingannya banyak yang terselip entah di mana. Atau meja kursi berdebu sehingga anak bersin-bersin. Semua ini bisa mengganggu anak dalam proses belajarnya.

        Belum lagi hal ini akan menimbulkan impresi pada anak-anak bahwa kerapian tidaklah penting. Semisal, "Bu guru oke-oke aja, tuh, mejanya berantakan." Padahal ini bisa menjadi kendala bila anak ingin belajar tenang, rapi dan nyaman.
        Thank you for reading MELATIH KONSENTRASI DI KELAS

        Friday, June 10, 2016

        Kemampuan menulis anak


        "Memiliki kemampuan berbahasa lisan tidak menjamin memiliki kemampuan berbahasa tulis (menulis), karena dalam bahasa tulis, tata bahasa berperanan penting. Tidak hanya tata bahasa baku, tapi juga penguasaan kata-kata yang cukup banyak dan kaidah-kaidah menulis yang benar. Memiliki kemampuan verbal yang baik (misalnya jago presentasi, jago pidato, jago debat) juga tidak menjamin memiliki kemampuan menulis yang baik pula, demikian sebaliknya. Walaupun tidak juga tertutup kemungkinan seseorang memiliki keduanya, yaitu mampu menggerakkan massa dengan pidatonya sekaligus juga mampu menulis buku."[fy]

        "Bukan nakut-nakuti, kebetulan ada anaknya temen kakakku yang punya kasus, dia baru kembali dari Inggris, ketika itu dia TK, ternyata dia tidak bisa nulis, tapi sudah mulai bisa membaca. Sampai di sini, dibawa ke psikolog, rupanya si anak hanya malas. Karena di sekolahnya dia sering menggunakan komputer, yang hanya titidakl memencet' keyboard' akan keluar hurufnya. Meski di sekolahnya diajar menulis, tapi dia tidak mau kalau disuruh menulis. Kasus lain, anak umur 5 tahunan belum bisa nulis (meski pun mencontek) padahal umur 2 tahun dia sudah tahu semua abjadi (huruf besar dan kecil). Menggambar pun tidak pandai. Ketika di bawa ke psikolog ,ternyata memang motorik halusnya kurang bagus (kurang dilatih), sekarang dia udah SD, sudah mau nulis, meski harus 'perang 'dulu sama ibunya, tapi kalau tidak salah masih tetap terapi. Ini hanya untuk waspada, tidak perlu panik. Celengan, selain mengajar menabung juga salah satu cara melatih motorik halus sejak usia satu tahun."[nn]

        "Ternyata kasus 'males' memang benar ya bikin anak tidak bisa menulis. Anakku umur 3 tahun, apa sudah harus dipaksa belajar menulis? Karena setahuku, anak resmi belajar membaca dan menulis itu kelas 1 SD. Jadi sebetulnya kalau test masuk SD sudah harus bisa baca dan tulis, itu tidak layak."[qs]

        "Pengalaman lain, anak temanku sampai usia 6 tahun susah sekali disuruh menulis. Tapi pas ultah ke-6, dia langsung bisa menulis sendiri tuh. Maknya, SD itu dulu mulai umur 7 tahun, jadi sesuai perkembangan si anak."[ss]

        "Aku bagi resep cara mengajarkan anak membaca dengan cepat, mudah-mudahan dengan cara ini berhasil. Ini aku praktekin buat anakku atas saran seorang ibu yang punya tempat terapi. Buat potongan karton dengan ukuran 3X12 atau 3X15 cm. Nanti kartu ini digambar dan diberi keterangan. Misalnya gambar mata terus disebelah gambar ditulis "m a t a", atau "s e p a t u", dst. Kalau mau awet kartunya dilaminating agar dapat digunakan untuk adiknya nanti. Kalau kita tidak bisa gambar, gunting dari majalah yang tidak kepakai lagi. Mulanya mereka belajar dari gambar baru lihat tulisannya, nanti lama-lama kalau gambarnya kita tutup dia jadi hapal tulisannya. Setelah itu buatkan persiapkan lagi kartu yang terdiri dari suku kata, contoh : untuk "mata" berarti ada "ma" dan "ta". Aku melihat cara ini justru lebih efektif daripada mengajarkan anak-anak dengan suku kata dulu baru dengan kata. Kalau malas bikin kartunya, beli aja. Dulu aku sempat lihat di toko buku ada yang jual perpak isinya sekitar 20 atau 30.Dan masing-masing kartu ada temanya, misalnya binatang, atau tumbuhan. Kartu itu malah ada bahasa Inggrisnya segala. Untuk menulis, aku disaranin sama Prof. Mc Carthy dulu untuk nempelin kertas didinding dan biarkan mereka menulis dengan berdiri. Ini bagus buat anak-anak yang motoriknya kurang baik, sehitidak tidak cuma pergelangan tangan saja yang bergerak tapi bahunya juga bergerak. Selain itu latihan membuka/menutup keran juga baik untuk melatih motorik tangan anak-anak kita, tapi kerannya jangan yang model bertangkai yang titidakl digeser itu lho. Pakai keran yang bulat tuh, terus agak kita kencengin dikit lalu biarkan si kecil untuk membukanya. Banyak sih cara lain kalau kita kreatif, tinggal niat kita saja."[dn]

        "Kalo aku dulu pengenalan huruf ke anakku waktu kecil dengan buku bergambar (buku pocket kecil), jadi ada gambar gajah, lalu tulisannya gajah, gambar ikan, dst, ada yang bahasa inggris dan bahasa indonesia, cuman kadang problemnya anakku tidak bener-bener tahu tulisannya apa, asal 'nyebut' karena lihat gambarnya, contohnya ada gambar botol, disebut mestinya botol, anakku bilangnya "cuka", gara-gara di dapur ada botol cuka, atau dengan main monopoli, jadi karena pengin main, apa boleh buat terpaksa dia belajar baca, misalnya sampai dikota mana, sambil dibaca, dan disini juga bisa untuk belajar angka dan penjumlahan, jadi kalo dadunya udah dikocok, mau tidak mau terpaksa belajar menjumlah, lalu menjalankan pointnya dengan menyebut angka satu persatu."[rm]
        Thank you for reading Kemampuan menulis anak

        Wednesday, June 8, 2016

        YUK, BELAJAR MENULIS!


        Tapi bukan menulis huruf. Lantas menulis apa dong?

        Umumnya, anak usia 3 tahun mampu memegang pensil meski belum sempurna. Ia pun gemar mencoret-coret di selembar kertas layaknya sedang menulis, meniru perilaku menulis dari orang dewasa di sekitarnya. Seiring usia yang bertambah, kemampuan memegangnya pun akan lebih mantap, sehingga ia mampu melakukan aktivitas menulis atau menggambar dengan baik. Keinginan si prasekolah untuk "menulis" atau sekadar menggoreskan pensil di selembar kertas adalah salah satu bagian perkembangan motorik halus anak usia 3-5 tahun.

        Nah, sejauh mana perkembangan kemampuan menulis yang diharapkan telah dicapai pada usia prasekolah ini? Jadi, jangan membayangkan si prasekolah langsung mampu menulis abjad. Yang dimaksud kemampuan "menulis" di tahapan usia ini adalah tahapan mampu memegang pensil dan meniru aneka bentuk. Nah, agar si kecil mau belajar menulis, berikan stimulasi yang dilakukan dalam suasana bermain.

        STIMULASI MENULIS
        * Menebalkan bentuk

        Pilih materi yang merupakan kegemaran atau pusat minat anak. Misal, ia sangat menyukai binatang, nah, mulailah dengan aneka gambar binatang. Berikan buku bergambar aneka binatang, kemudian berikan pensil dan minta ia menebalkan gambar aneka bentuk binatang itu. Biarkan ia melakukannya secara perlahan. Tak perlu dipaksa, bila si prasekolah tak mau melanjutkan. Sambil menunggu ia menyelesaikan gambarnya, ceritakan keistimewaan binatang tersebut. Jadi, ada tambahan pengetahuan yang dapat diperoleh.

        * Mengikuti garis putus-putus/titik-titik

        Setelah anak mampu menebalkan gambar aneka bentuk binatang, lanjutkan dengan "menggambar" binatang mengikuti garis putus-putus atau titik-titik.

        * Meniru bentuk

        Kemudian dapat ditingkatkan dengan keterampilan berikutnya, yaitu menirukan bentuk-bentuk geometris, seperti lingkaran, segitiga, segiempat, dan lain-lain. Awalnya, orangtua dapat membimbing sambil memegangi tangan anak. Selanjutnya, rangsang anak untuk menirukan sendiri. Guna memperkaya wawasan, minta ia menggambar bentuk benda-benda yang ada di sekitarnya yang berupa lingkaran. Misal, wajah ibunya, meja makan, telur, buah jeruk, bola, dan lain-lain.

        * Menggambar sendiri aneka bentuk geometris

        Di usia 4-5 tahun anak dapat diminta menggambar sendiri aneka bentuk geometris. Bimbing tangannya agar ia mau menggoreskan pensilnya dan selanjutnya beri kepercayaan pada anak untuk menggambar sendiri aneka bentuk geometris tersebut.

        * Menggunting kertas dan bermain lilin

        Stimulasi lain yang dapat diberikan adalah menggunting dan membentuk lilin, bisa dilakukan sejak usia 3 tahun. Melalui kedua permainan ini, saraf-saraf dan otot-otot pada pergelangan tangan dan jari-jemari anak dilatih.

        6 HAL SEBELUM MENULIS

        Sebelum mengajari anak menulis, ada beberapa hal yang patut diperhatikan orangtua, yaitu:

        1. Kesiapan anak dalam memegang pensil atau alat tulis lainnya.

        Untuk mengembangkan kemampuan menulis, si prasekolah harus mampu memegang pensil dengan baik. Jari-jemari yang digunakan untuk memegang pensilnya sudah tepat, sehingga ia dapat dengan nyaman menggoreskan alat tulisnya di kertas.

        2. Biasakan anak bercakap-cakap dengan orangtua.

        Gunanya, merangsang potensi panca indra si prasekolah. Selain juga untuk menambah kosa kata. Kemampuan berkomunikasi yang baik dapat menjadi bekal untuk melatih menulis, karena akan lebih mudah memberikan penjelasan kepadanya tentang aneka bentuk yang hendak ditiru atau digambar.

        3. Pemahaman atau penguasaan anak terhadap konsep bahasa atau simbol-simbol.

        Selanjutnya, untuk mengembangkan kemampuan menulis dalam arti sesungguhnya, hendaknya anak juga telah mengenal simbol-simbol bunyi dan menguasai konsep huruf. Maksudnya, anak mampu membedakan antara huruf a dan b. Sebaiknya, kenalkan huruf kecil terlebih dahulu karena lebih mudah dipahami dan akan lebih sering digunakan.

        4. Bentuk pengajaran menulis dimulai dari pusat minat anak.

        Mulailah dari sesuatu yang menarik perhatian anak dan sesuai dengan kebutuhan segari-harinya, seperti, namanya sendiri, makan, minum, pakaian dan lain-lain.

        5. Belajar menulis dapat di mana saja.

        Untuk belajar menulis tak perlu diusahakan alat dan tempat khusus. Lakukan sambil bermain, misalnya dengan ranting pohon di tanah, di pantai dengan jari tangan, dan lain-lain. Pengenalan huruf dapat dimulai dengan benda yang ada di sekitar, termasuk badan sendiri. Contoh, mulut yang seperti bentuk huruf O. Alangkah baiknya pula bila diberikan benda kongkretnya, seumpama huruf h dengan menunjuk hidung, huruf a dengan buah apel, dan seterusnya.

        6. Jangan paksa.

        Bila si prasekolah belum ingin "menulis" sebaiknya jangan dipaksa. Pemaksaan dapat menyebabkan anak trauma. Bisa-bisa selanjutnya, ia malah malas mengembangkan kemampuannya dalam menulis.

        BOLEH DIKENALKAN PADA HURUF

        Untuk menumbuhkan minat si prasekolah dalam menulis, tak ada salahnya orangtua kerap membacakan dan mengenalkan aneka huruf. Contoh, ambil selembar kertas yang memiliki gambar ikan, pada bagian bawahnya tuliskan kata ikan dalam huruf kecil. Tunjukkan kepada si prasekolah bahwa ini adalah ikan. Semoga melalui kegiatan bermain ini si prasekolah termotivasi untuk mencoba meniru atau menuliskan aneka bentuk huruf tersebut.


        Usia 3-4 tahun

        Usia 4-5 tahun


        * Meniru bentuk lingkaran

        * Menggambar (membuat) garis silang


        * Meniru bentuk segiempat


        * Meniru tulisan

        * Menggambar (membuat) segiempat


        * Meniru aneka bentuk


        TAK BISA DUDUK DIAM

        Tak bisa duduk diam berarti masih sulit berkonsentrasi. Bagaimana melatihnya?

        Anak usia prasekolah memang belum bisa duduk diam dalam waktu cukup lama. Maklum, dunianya adalah dunia bermain. Toh, seiring pertambahan usia, rentang perhatian atau konsentrasinya juga akan bertambah. Dari rata-rata 7 menit di usia 2 tahun, meningkat jadi 9 menit di usia 3 tahun, lalu 12 menit di usia 4 tahun, dan akhirnya di usia 5 tahun jadi 14 menit. Karenanya, tak perlu panik bila si prasekolah tak betah berlama-lama duduk diam dan mengerjakan sesuatu. Walau begitu, tak ada salahnya bila si prasekolah mulai diajarkan berkonsentrasi pada kegiatan yang sedang dilakukan. Lakukan secara bertahap.

        * Buatkan rutinitas.

        Menurut beberapa ahli, menciptakan keteraturan atau jadwal dapat membantu anak berlatih konsentrasi, sebab konsistensi menjadikan anak lebih mudah konsentrasi. Buatlah jadwal kegiatan sehari, dan libatkan anak saat membuatnya. Bentuk dengan gambar bila ia belum mampu membaca. Contoh, pukul 06.00 saatnya mandi. Pada kolom ini dapat ditempelkan gambar anak yang sedang masuk ke kamar mandi. Demikian seterusnya.

        * Beri selingan waktu.

        Bila anak telah menyelesaikan tugasnya dalam rentang waktu tertentu, beri kesempatan untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Jelaskan, tadi ia telah menyelesaikan dengan baik tugasnya dan tepat waktu. Beri penghargaan, meski itu hanya sekadar pelukan hangat.

        * Ciptakan lingkungan rapi dan suasana tenang.

        Lingkungan yang rapi dan teratur serta suasana tenang dapat membantu anak berkonsentrasi. Sebaliknya, suasana bising dan berantakan hanya akan mengalihkan perhatian anak saat sedang berkonsentrasi.

        * Sodori kegiatan yang terfokus pada 1 objek.

        Bermain adalah salah satu cara untuk melatih konsentrasi dan pasti disukai oleh anak-anak. Pilih permainan yang membutuhkan fokus pada 1 objek, seperti menyusun balok, memasukkan bentuk-bentuk geometris dari kayu ke dalam lubang sesuai bentuknya, menciptakan suatu kreasi, dan lain-lain.

        * Beri kegiatan sesuai rentang konsentrasinya.

        Tingkat kesabaran dan perhatian anak berkembang seiring perkembangan fisiknya, terutama otot-otot kecil pengendali gerakan. Anak usia 3-5 tahun, umumnya lebih senang menyelesaikan tugas yang singkat, membongkar apa yang sudah dikerjakan dan memulainya lagi berulang kali. Jadi, beri kegiatan sesuai rentang konsentrasinya. Selanjutnya, bila ingin meningkatkan rentang konsentrasi, lakukan secara bertahap.

        * Jangan potong perhatian anak.

        Saat anak sedang berkonsentrasi pada satu kegiatan, jangan potong perhatiannya. Sebab, anak-anak tak dapat dengan tiba-tiba mengalihkan perhatian saat baru memulai berkonsentrasi pada satu kegiatan. Sehingga kebiasaan memotong perhatian anak dengan tiba-tiba akan menghambat proses belajar memusatkan perhatian.

        * Perhatikan sikap duduk anak.

        Sikap duduk yang kurang baik berpotensi menimbulkan rasa lelah, sehingga dapat memotong konsentrasi. Sikap yang baik adalah posisi punggung tegak.

        * Beri lebih banyak waktu untuk aktif berkegiatan dibanding memerhatikan.

        Beri lebih banyak kesempatan pada si prasekolah untuk melakukan kegiatan dengan mainan 3 dimensi. Jangan biarkan si kecil sekadar menonton atau tak terlibat sama sekali.

        * Hindari mengisi waktu anak dengan terlalu banyak kegiatan.

        Kegiatan yang terlalu padat dan beragam dapat mengundang rasa bosan dan lelah, sehingga berdampak menurunnya kemampuan konsentrasi anak.

        * Ajak mendengarkan radio atau tape.

        Mendengarkan radio atau tape membutuhkan rentang perhatian lebih panjang atau intensif, selain juga menuntut mengembangkan imajinasi. Sebaliknya bila hanya menonton teve, anak memusatkan perhatiannya tapi tidak banyak mengembangkan imajinasinya. Jadi, perlu ada pendampingan orangtua saat anak menonton teve.
        Thank you for reading YUK, BELAJAR MENULIS!

        Sunday, June 5, 2016

        KEMANA MENYEKOLAHKAN ANAK?-3/3-


        BAHAYA PENDIDIKAN SEKULER
        Yang dimaksud pendidikan sekuler ialah pendidikan yang tidak memperhatikan ilmu dienul Islam, atau tidak berasaskan Islam.

        Adapun bahayanya banyak sekali, bahaya pengajarnya, materinya, dan pergaulannya.

        Bahaya Pengajar
        Pada umumnya pengajarnya tidak mengenal aqidah yang benar, atau bodoh terhadap ajaran Islam, dan boleh jadi mereka orang kafir atau musyrik atau orang yang memusuhi Islam, itu semua karena latar belakang pendidikan mereka sebelumnya.

        Perhatikan dosen yang mengajar di perguruan tinggi agama Islam dan lainnya. Tentu hal ini akan berbahaya bila penuntut ilmu tidak memiliki aqidah dan syari’at Islam yang benar. Penuntut ilmu (mahasiswa) yang memiliki pengetahuan yang haq pun segan menegur kesalahan pengajarnya karena khawatir tidak lulus. Adapun siswa uang kuat imannya, tentu tidaklah betah bergaul dengan mereka karena Allah Azza wa Jalla menanamkan iman di hati mereka. Lihat surat Al-Hujurat : 7

        Bahaya Materinya
        Boleh jadi materi yang diajarkan termasuk perkara yang dilarang menurut ajaran Islam karena berkenaan dengan aqidah dan akhlak, atau membahayakan jasmani dan rohaninya. Maka siswa yang tidak mengenal ajaran Islam yang kaffah tentu sulit untuk menghukumi materi itu boleh dipelajari atau tidak.

        Bahaya Pergaulan
        Biasanya, pendidikan umum tidak memperhatikan pergaulan siswa dan siswinya, mereka bercampur menjadi satu tanpa ada hijab (pembatas,-red) yang menghalanginya, bahkan pengajarnya campur laki-laki dan wanita. Padahal melihat wanita yang bukan mahramnya hukumnya haram (lihat surat An-Nur : 30-31), apalagi bergaul bebas bertatap muka, sentuh-menyentuh, berkhalwat, dan bepergian tanpa mahram. Tentu dosanya lebih besar daripada manfaat ilmu yang diperolehnya. Perhatikan sekolah kedokteran dan perkuliahan di jurusan lainnya, zina mata, telinga, mulut, tangan, dan kaki, setiap hari menjemputnya. Siapakah yang bertanggung jawab bila musibah telah menimpa? Siapakah yang bertanggung jawab di akhiratnya?

        Adapun bahaya lain, mereka akan meninggalkan menuntut ilmu dienul Islam dan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla karena mereka sibuk dengan ilmu duniawinya. Bahkan, boleh jadi akan memerangi Islam dan ulamanya.

        SYUBHAT DAN BANTAHAN
        Diantara syubhat (keragu-raguan, red) yang tersebar di kalangan masyarakat, mereka menyekolahkan anak ke sekolah umum dan melalaikan pendidikan aqidah shahihah sebagai berikut.

        1). Mengikuti Orang-Orang Pada Umumnya.
        Jiwa orang awam seperti terkena virus, kaidah mereka “yang ditiru banyak orang itulah yang baik”. Jika anak tidak masuk sekolah umum maka tidaklah dinamakan bersekolah, itulah aqidah mereka. Oleh karena itu, mereka berebut supaya anaknya diterima di sekolah negeri atau sekolah swasta yang berstatus disamakan –minimlahnya yang diakui-. Padahal prinsip “umumnya” tidak menjamin baik, dan itulah kenyataannya.

        “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah …” [Al-An’am : 116]

        2). Khawatir Tidak Dapat Pekerjaan
        Seharusnya orang Islam khawatir apabila dia dan anaknya tidak bisa menuntut ilmu dienul Islam dan tidak memiliki aqidah yang shahihah karena nikmat ini tidak semua orang meraihnya, berbeda dengan kenikmatan berupa rezeki, semua hamba-Nya –yang beriman ataupun kafir- dijamin pasti menerimanya (lihat surat Hud : 6), apalagi mereka mau menuntut ilmu dien dan bertaqwa, niscaya Allah Azza wa Jalla membuka rezekinya dari langit dan bumi (lihat surat Al-A’raf : 96) dan niscaya Allah mengangkat derajatnya (lihat surat Al-Mujadilah : 11).

        3). Orang Islam Harus Kaya
        Prinsip “orang Islam harus kaya” bukanlah tujuan hidup orang yang beriman, akan tetapi prinsipnya orang kafir. Tujuan hidup yang benar adalah beribadah kepada Allah Azza wa Jalla (lihat surat Adz-Dzariyat : 56). Agama Islam tidak melarang orang menjadi kaya, akan tetapi meninggalkan pendidikan Islam untuk mencari kekayaan adalah merusak aqidah dan moral (lihat surat At-Takatsur : 1) dan Al-Humazah : 1-2), bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak khawatir apabila umatnya miskin, akan tetapi khawatir bila umatnya kaya

        Dari Abu Ubaidah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

        “Maka demi Allah, tidaklah aku khawatir bila kamu itu fakir, akan tetapi aku khawatir bila kamu dilapangkan urusan duniawimu sebagaimana orang sebelummu, lalu kamu berlomba-lomba mengejarnya seperti mereka, lalu kamu hancur seperti mereka” [HR Bukhari 2924, Muslim 5261]

        4). Kemunduran Kaum Muslimin Karena Faktor Ekonomi
        Kami tidak mengigkari bahwa ekonomi penunjang kekuatan kaum muslimin sebagaimana kekuatan kaum muslimin sebagaimana disebutkan di dalam surat Al-Anfal : 60. Akan tetapi, semata-mata mengejar urusan dunia tanpa dilandasi aqidah yang benar, tidaklah memakmurkan Islam, justru sebaliknya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kehancuran kaum muslimin karena umatnya ambisi dunia, bukan karena mengejar ilmu Sunnah.

        Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

        “Apabila kamu senang jual beli dengan sistem ‘inah (membeli secara kredit lalu dijual tunai kepada penjual dengan harga lebih murah) dan kamu sibuk dengan memegang ekor sapimu dan kamu lebih menyukai kebunmu, dan kamu tinggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan pada dirimu, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mencabut kehinaan ini sehingga kamu berpegang kepada agamamu” [HR Abu Dawud : 303, lihat Ash-Shahihah : 11]

        Hadits ini menjawab syubhatnya hizbiyyin dan harakiyyin yang punya prinsip seperti di atas, mereka ingin mengajak umat untuk meraih izzah, tetapi dengan cara menghinakan umat

        Akhirnya semoga kita semua senantiasa mendapat perlindungan dan hidayah-Nya.

        [Disalin dari Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya'ban 1427/2006. Diterbitkan Oleh Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon Al-Islami, Alamat : Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim]
        Thank you for reading KEMANA MENYEKOLAHKAN ANAK?-3/3-

        Friday, June 3, 2016

        KEMANA MENYEKOLAHKAN ANAK?-2/3-


        HUKUM MENUNTUT ILMU
        Setelah kita memahami makna ilmu dan berbagai macam pembagiannya, perlu pula kita mengetahui hukum menuntutnya. Mempelajari hukum sesuatu sangatlah penting, karena berakibat baik atau buruk bagi setiap mukallaf yang melakukan perbuatan atau meninggalkannya. Menurut kami –Wallahu a’lam- setelah menelaah beberapa kitab, maka dapat kami simpulkan bahwa hukum mempelajari ilmu sebagai berikut.

        Menuntut Ilmu Syari’at Islam
        1). Menuntut ilmu syar’i yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah bagi setiap mukallaf –seperti tahuid- dan yang berhubungan dengan ibadah sehari-hari –semisal wudhu, shalat, dan lainnya-, maka hukumnya fardhu ‘ain, karena syarat diterimanya ibadah harus ikhlas dan sesuai dengan Sunnah, tentunya cara memperolehnya disesuaikan dengan kemampuannya sebagaimana keterangan surat Al-Baqarah : 286

        Menuntut ilmu syar’i ini pun tidak semuanya harus dipelajari segera dalam waktu yang sama, karena ada amal ibadah yang diwajibkan untuk orang yang mampu saja, seperti mengeluarkan zakat, haji, dan lainnya, maka saat akan menjalankan ibadah tersebut hendaknya mempelajari ilmunya. Sebagaimana keterangan Ibnu Utsaimin rahimahullah dan lainnya.

        2). Menuntut ilmu syar’i yang hukumnya fardhu kifayah ; Maksudnya bukan setiap orang muslim harus mengilmuinya, akan tetapi diwajibkan bagi ahlinya seperti membahas ilmu ushul dan furu’nya dan juga yang berkenaan dengan ijtihadiyyah.

        Karena pentingnya kewajiban menuntut ilmu dien, maka sampai dalam kondisi perang pun hendaknya ada yang tafaqquh fiddin.

        “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” [At-Taubah : 122]

        Menuntut Ilmu Duniawi
        1). Hukumnya tidaklah wajib ‘ain untuk setiap kaum muslimin, karena tidak ada dalil yang mewajibkannya, dan karena istilah ilmu di dalam nash Al-Qur’an dan Sunnah apabila muthlaq maka yang dimaksudkan adalah ilmu syari’at Islam, bukan ilmu duniawi.

        2). Kadang kala wajib kifayah pada saat tertentu, seperti ketika akan memasuki medan pertempuran dan lainnya.
        Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata : “Dapat kami simpulkan bahwa ilmu syar’i adalah ilmu yang terpuji, sungguh mulia bagi yang menuntutnya. Akan tetapi, saya tidak mengingkari ilmu lain yang berfaedah, namun ilmu selain syar’i ini berfaedah apabila memiliki dua hal : (1). Jika membantu taat kepada Allah Azza wa Jalla, dan (2). Bila menolong agama Allah dan berfaedah untuk kaum muslimin. Bahkan kadang kala ilmu ini wajib dipelajari apabila masuk di dalam firman-Nya.

        “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang..” [Al-Anfal : 60] [Kiatbul Ilmi oleh Ibnu Utsaimin hal. 13-14]

        3). Jika ilmu itu menuju kepada kejahatan maka haram menuntutnya.
        Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata : “Adapun ilmu selain syar’i boleh jadi sebagai wasilah menuju kepada kebaikan atau jalan menuju kepada kejahatan, maka hukumnya sesuai dengan jalan yang menuju kepadanya” [Kitabul Ilmi oleh Ibnu Utsaimin hal. 14]

        TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN ANAK
        Ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla menjadikan manusia pada umumnya lahir karena pernikahan laki-laki dan perempuan, dan anak yang lahir dalam keadaan fithrah, bersih dari dosa. Anak itu ditakdirkan oleh Allah Azza wa Jalla menjadi shalih atau maksiat karena pendidikan.

        Ketahuilah bahwa sebelum anak bergaul dengan orang lain, terlebih dahulu bergaul dengan orang tuanya, karena itu Allah Azza wa Jalla mengamanatkan pendidikan anak ini kepada kedua orang tuanya.

        “Hai orang-orang yang beriman, peliharalan dirimu dan keluargamu dari api neraka…” [At-Tahrim : 66]

        Dan juga firman-Nya.

        “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” [Asy-Syu’ara : 214]

        Disebutkan di dalam riwayat yang shahih bahwa tatkala turun ayat ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil sanak kerabat dan keluarganya, bahkan beliau naik ke bukit Shafa memanggil khalayak ramai agar masing-masing menyelamatkan dirinya dari api neraka.

        Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

        “Tidaklah seorang anak lahir melainkan dalam keadaan fithrah, maka kedua orang tualah yang menjadikannya, menasranikannya, dan yang memajusikannya, sebagaimana binatang melahirkan anak yang selamat dari cacat, apakah kamu menganggap hidung, telinga, dan anggota binatang terpotong” [HR Muslim : 4803]

        Dalil diatas menunjukkan bahwa yang bertanggung jawab dan yang paling utama atas pendidikan anak adalah orang tua, terutama pendidikan aqidah yang menyelamatkan manusia dari api neraka. Dan yang penting lagi, dalil diatas tidak menyinggung sedikitpun bahwa ilmu dunia lebih penting daripada ilmu syariat Islam. Dalil ini hendaknya menjadi pegangan orang tua pada saat menyekolahkan anaknya ketika dirinya berhalangan mendidiknya.

        Karena pentingnya pendidikan anak ini, sampai umur dewasa pun orang tua hendaknya tetap memperhatikan pendidikan anaknya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mengetuk pintu rumah sahabat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan putrinya Fathimah Radhiyallahu ‘anha sambil menanyakan sudahkah mereka berdua menunaikan shalat? [HR Bukhari 1059 bersumber dari sahabat Ali Radhiyallahu ‘anhu]

        Demikian juga para pengajar hendaknya memahami ajaran Islam yang benar sehingga tidak mengajarkan kepada anak didiknya ilmu duniawi yang merusak dien dan akhlak, karena semua tindakan akan dihisab pada hari kiamat.

        Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

        “Kalian semua adalah pemimpin dan masing-masing bertanggung jawab atas yang dipimpin” [HR Bukhari 844]

        KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DIENUL ISLAM
        Menuntut ilmu syar’i tidaklah sama dengan menuntut ilmu duniawi, karena ilmu syar’i bersumber dari wahyu Ilahi, pasti benar dan bermanfaat, baik di dunia dan akhirat kelak. Ilmu Islam bagaikan pelita yang menerangi ahlinya untuk membedakan yang haq dan yang batil, yang sunnah dan yang bid’ah dan pengantar menuju ke surga. Berbeda dengan ilmu hasil pikir manusia, belum tentu membawa kebahagiaan hidup.

        Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dienul Islam sebagai berikut.

        1). Ilmu dien adalah warisan para nabi. Mereka tidaklah mewariskan kepada umat melainkan mewariskan ilmu wahyu Allah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud : 3157

        2) Ilmu dien itu kekal, tidak musnah, akan mengikuti ahlinya sampai meninggal dunia, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim : 3084

        3). Ilmu dien itu tidak sulit menjaganya, karena tempatnya di hati, tidak membutuhkan peti atau kunci, bahkan ilmu itu yang menjaga dirinya, berbeda dengan harta benda, pemiliknya harus menjaganya.

        4). Ahli ilmu dien memperoleh syuhada di atas yang haq, lihat surat Ali-Imran ; 18

        5). Ahli ilmu dien termasuk waliyul amri yang wajib ditaati, lihat surat An-Nisaa : 59

        6). Ahli ilmu dien penegak kebenaran sampai hari kiamat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam. Bersabda.

        “Dan senantiasa umat ini penegak hukum Allah, tidaklah membahayakan kepada mereka orang yang menyelisihinya sampai datang keputusan Allah pada hari kiamat” [HR Bukhari : 69 bersumber dari sahabat Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu]

        7). Ahli ilmu dien diangkat derajatnya oleh Allah Azza wa Jalla. Lihat surat Al-Mujadilah : 11 [Kitabul Ilmu oleh Ibnu Utsaimin hal. 18-22]

        Keutamaan menuntut ilmu syar’i sengaja kami bahas, agar orang tua tidak ragu lagi menyekolahkan anaknya kepada pesantren Salafi yang dikelola sedemikian rupa kurikulumnya dan diseleksi pengajarnya, dengan biaya yang bisa dijangkau, insya Allah akan mengantarkan anak menjadi ahli ibadah kepada Allah, birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua), dan menjadi da’i pembela kebenaran –bi-idznillah-, yang kelak orang tua akan memetik pahalanya walaupun telah meninggal dunia.

        [Disalin dari Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya'ban 1427/2006. Diterbitkan Oleh Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon Al-Islami, Alamat : Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim]
        Thank you for reading KEMANA MENYEKOLAHKAN ANAK?-2/3-

        Wednesday, June 1, 2016

        KEMANA MENYEKOLAHKAN ANAK?-1/3-


        “Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” [Ar-Rum : 7]

        Ayat diatas merupakan peringatan keras bagi orang yang hanya mementingkan urusan dunia sedangkan urusan akhiratnya dilupakan. Contohnya pada bulan-bulan ini, sebagian besar orang tua menyerahkan pendidikan anaknya kepada lembaga pendidikan yang berorientasi dunia belaka, sedangkan masalah aqidah, manhaj, adab dan keselamatan di dunia dan akhirat diabaikan.

        Perhatian mereka hanya berfokus kepada sekolah yang bisa mengantarkan anaknya menjadi cerdas dan cepat dalam pekerjaan. Prinsip ini bukan hanya ada pada orang awam saja, tetapi tokoh agama dan da’i yang menggebu-gebu membela Islam lebih senang menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan umum yang tidak jelas aqidah dan manhajnya daripada menyekolahkan anaknya di pesantren yang dikelola menurut Sunnah.

        Bahkan mereka ragu dan was-was bila anaknya masuk pesantren karena tidak diterima di sekolah umum. Mereka khawatir masa depan anaknya suram, tidak bertitelkan sarjana, tidak diterima sebagai pegawai negeri, tidak bisa mencari rezeki, dan alasan lainnya

        Inilah kondisi umat Islam pada umumnya, bahkan ada yang sampai hati memarahi anaknya dan tidak memberi nafkah kepada anaknya bila mereka putus kuliah karena ingin mencari ilmu Dienul Islam di pesantren, lantaran dianggapnya durhaka kepada orang tua. Mereka tidak mau bertanya mengapa anaknya keluar dari bangku kuliah. Bahkan bila hal itu terjadi pada putrinya, maka diusir dari rumah, apalagi jika memakai cadar atau hijab muslimah dituduhnya mengikuti aliran keras dan semisalnya, karena orang tua merasa hina dan malu kepada tetangga dan temannya.

        Selanjutnya, agar kita tidak dikuasai oleh hawa nafsu yang selalu sesat dan menyesatkan, khususnya menghadapi keberadaan umat Islam berkenaan dengan dunia pendidikan, mari kita pelajari keterangan ayat diatas sesuai dengan pemahaman ulama Sunnah dan mari kita telaah bagaimana seharusnya kita mendidik anak, agar menjadi anak yang shalih, bermanfaat untuk dirinya, orang tua dan umat.

        TAFSIR AYAT SECARA UMUM
        Memahami ayat menurut pemahaman ulama Salaf sangat penting bagi setiap umat Islam yang ingin bersatu dan tidak berpecah-belah, karena ahli bid’ah, orang musyrik, dan harakiyyin umumnya mereka tidak berselisih tentang berdalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, akan tetapi berselisih tentang rujukan memahaminya oleh karena itu, di antara ushul Ahli Sunnah –sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad rahimahullah- yang pertama ialah berpegang teguh kepada ilmu dan pemahaman shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.[Lihat Ushulus Sunnah oleh Imam Ahmad hal25, Tahqiq Al-Walid An-Nase]

        Adapun sebagian ulama Sunnah menafsirkan ayat ini sebagai berikut.

        Ibnu Jarir rahimahullah berkata : “Allah mengkhabarkan orang yang mendustakan kebenaran berita Allah itu tahu, bahwa bangsa Romawi diberi kemampuan oleh Allah untuk mengalahkan kerajaan Persia, karena mereka memiliki kekuatan duniawi dan pengaturan ekonomi yang baik, akan tetapi bangsa ini lupa tidak memikirkan keselamatan dirinya besok pada hari kiamat” [Tafsir Ath-Thabari 21/16]

        Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Umumnya manusia tidak memiliki ilmu melainkan ilmu duniawi. Memang mereka maju dalam bidang usaha, akan tetapi hati mereka tertutup, tidak bisa mempelajari ilmu Dienul Islam untuk kebahagiaan akhirat mereka” [Tafsir Ibnu Katsir 3/428]

        Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata : “Adapun orang yang mengandalkan akalnya belaka serta sibuk dengan ilmu duniawi sehingga mereka berani berfatwa dan mengajar umat, mereka itu tergolong firman Allah di dalam surat Ar-Rum ayat 7. Itu semua karena ambisi kenikmatan duniawi. Seandainya mereka bersedia hidup sederhana dan mengingat urusan akhiratnya, mau menasihati diri dan umat, tentu mereka akan berpegang kepada wahyui Ilahi yuang diturunkan kepada Rasul-Nya” [Tafsir Ibnu Rajab Al-Hanbali 1/420]

        Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata : “Pikiran mereka hanya terpusat kepada urusan dunia sehingga lupa urusan akhiratnya. Mereka tidak berharap masuk surga dan tidak takut neraka. Inilah tanda kehancuran mereka, bahkan dengan otaknya mereka bingung dan gila. Usaha mereka memang menakjubkan seperti membuat atom, listrik, angkutan darat, laut dan udara. Sungguh menakjubkan pikiran mereka, seolah-olah tidak ada manusia yang mampu menandinginya, sehingga orang lain menurut pandangan mereka adalah hina.

        Akan tetapi ingatlah ! Mereka itu orang yang paling bodoh dalam urusan akhirat dan tidak tahu bahwa kepandaiannya akan merusak dirinya. Yang tahu kehancuran mereka adalah insan yang beriman dan berilmu. Mereka itu bingung karena menyesatkan dirinya sendiri. Itulah hukuman Allah bagi orang yang melalaikan urusan akhiratnya, akan dilalaikan oleh Allah Azza wa Jalla dan tergolong orang fasik. Andaikan mereka mau berpikir bahwa semua itu adalah pemberian Allah Azza wa Jalla dan kenikmatan itu disertai dengan iman, tentu hidup mereka bahagia. Akan tetapi lantaran dasarnya yang salah, mengingkari karunia Allah, tidaklah kemajuan urusan dunia mereka melainkan untuk merusak dirinya sendiri” [Taisir Karimir Rahman 4/75]

        Selaku orang tua yang mendapat hidayah dari Allah Jalla Jalaluhu tentu akan dapat mengambil faedah dari ayat diatas beserta keterangannya untuk menentukan sikap, ke mana anak disekolahkan? Dan agar menyadari bahwa kebahagiaan hidup bukanlah sebagaiman yang dibayangkan oleh orang secara umum dan bukan yang diimpikan oleh orang kafir yang tidak mau mengenal melainkan ilmu urusan dunia belaka

        PENJABARAN MAKNA AYAT
        Surat Ar-Rum ayat 7, ini mendapat perhatian serius oleh ulama Sunnah. Karena itu, marilah kita menelaah fatwa mereka, agar kita dapat mengambil faedah untuk meluruskan tujuan hidup dan selamat dari siksa-Nya.

        Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata : “Mereka itu hanya pandai mencari rezeki, seperti kapan bercocok tanam, kapan mengetam dan cara menimbunnya, dan pandai membangun gedung yang mewah. Akan tetapi, mereka itu bodoh dalam urusan akhiratnya” [Tafsir Ath-Thabari 21/23]

        Hasan bin Ali rahimahullah berkata : “Karena kepandaian dalam urusan dunia, dia mampu menimbang dirham di atas kukunya dan tahu berat timbangannya, akan tetapi dia tidak pandai mengerjakan shalat” [Ad-Durrul Mantsur 6/483]

        Mujahid rahimahullah berkata : “Orang kafir itu gembira karena perkembangan urusan duniawinya, akan tetapi mereka ingkar siksa kubur” [Tafsir Al-Qurthubi 15/235]

        Qatadah rahimahullah berkata : “Mereka hanya pandai dalam urusan perdagangan dan produksi serta cara memasarkannya” [Ad-Durrul Mantsur 6/483]

        Adh-Dhahak rahimahullah berkata : “Mereka hanya pandai membangun istana, membuat saluran sungai, dan ilmu bercocok tanam” [Tafsir Al-Qurthubi 14/7]

        Ibnu Khalaweh rahimahullah berkata : “Mereka itu pandai mengatur strategi hidup, akan tetapi ilmu dien dan beramal shalih mereka lupakannya” [Tafsir Al-Qurthubi 14/7]

        Ikrimah rahimahullah berkata : “Mereka itu pemahat dan pembuat pelita” [Tafsir Ath-Thabari 21/16]

        Abul Abbas Al-Mubarrid rahimahullah berkata : “Kerajaan Persia itu pandai mengatur waktunya, pada saat angin kencang mereka beristirahat kerja, pada saat mendung tiba mereka berburu dan mengail, bila hujan tiba mereka menimbun air untuk minum dan bermain-main, bila matahari terang mereka bekerja untuk memenuhi hajatnya” [Tafsir Al-Qurthubi 14/7]

        Imam Syaukani rahimahullah berkata : “Mereka itu hanya mengetahui yang zhahir berupa kehidupan yang batil. Sedangkan nikmat yang kekal dan murni untuk hari akhiratnya tidaklah mereka mau mempelajarinya, bahkan mereka melupakannya” [Fathul Qadir, surat Ar-Rum : 7]

        Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata : “Ada yang berpendapat : ‘Mereka itu dibisiki oleh setan untuk mengurusi urusan dunia saja” [Tafsir Al-Qurthubi 14/7]

        Imam Ibnu Jarir rahimahullah berkata : “Ada yang berpendapat : ‘Mereka di dalam ayat ini adalah para dukun peramal yang memperoleh bisikan dari setan yang mencuri pendengaran dari langit untuk membohongi manusia” [Tafsir Ath-Thabari 21/23]

        Sekian banyak keterangan yang disampaikan oleh ulama Sunnah ini menjelaskan konsep hidup orang kafir yang anti ilmu Dienul Islam dan beramal shalih, tidak percaya adanya hari pembalasan. Hidup mereka bagaikan hewan, waktunya hanya untuk mencari kesenangan dunia dan makan. Na’udzu billahi min dzalik.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

        “….Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka” [Muhammad : 12]

        Umat Islam yang dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla hendaknya menjauhi sifat orang kafir, dan tidak mengukur kebahagiaan semata-mata karena urusan dunia. Akan tetapi, orang yang berbahagia ialah orang yang mendahulukan dirinya dan keluarganya mempelajari ilmu iman dan taqwa sebagaimana dijelaskan di dalam surat Al-Ashr, bahwa manusia yang beruntung ialah orang yang beriman, beramal shalih, saling berwasiat kepada kebenaran dan kesabaran.

        Musibah yang paling besar di dunia ini, sebagaimana yang kita saksikan, bukanlah karena dilanda kemiskinan harta, akan tetapi karena miskin ilmu Sunnah. Betapa banyak orang kaya tanpa ilmu dien, kekayaannya merusak dirinya, anak dan keluarganya, bahkan merusak ekonomi masyarakat awam serta membendung jalan yang haq. Inikah kebahagian hidup? Memang sedikit orang yang menyadari atas kerugian dirinya dan keluarga bila mereka dilanda kemiskinan aqidah dan ibadah, akan tetapi mereka merasa rugi bila dilanda krisis ekonomi dan kesakitan dibadannya.

        Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Ulama berkata : ‘Termasuk bencana besar, bila kamu melihat seseorang itu cerdas, tanggap, dan teliti ketika dilanda musibah urusan duniawinya, akan tetapi tidak merasa rugi bila kena musibah agamanya”. [Tafsir Al-Qurthubi 14/8]

        ILMU DAN MACAMNYA
        Perlu kita bahas ilmu ini karena erat hubungannya dengan pendidikan anak

        Al-Allamah Ar-Raghib Al-Ashfahani rahimahullah berkata : “Ilmu ialah mengetahui hakikat sesuatu, hal ini ada dua macam : (1). Mengetahui wujudnya sesuatu. (2). Menghukumi sesuatu itu ada atau tidak ada. Sedangkan dalil yang pertama seperti yang tercantum di dalam surat Al-Anfal ayat 60 dan dalil yang kedua tercantum di dalam surat Al-Mumtahanah ayat 10” [Mufradat Al-Fadhil Qur’an : 580]

        Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :”Ilmu menurut bahasa adalah lawan dari jahil, yaitu mengetahui sesuatu dengan pasti. Sedangkan menurut istilah, sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama ialah : Ma’rifat (mengenal sesuatu). Ada lagi yang berpendapat bahwa ilmu itu lebih jelas daripada sekedar dikenal. Adapun yang kami maksudkan di sini ialah ilmu syar’i yang Allah Azza wa Jalla turunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi keterangan dan petunjuk, dan ilmu wahyu inilah ilmu yang terpuji sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

        “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah baik, maka dimudahkan memahami Dienul Islam” [HR Bukhari : 29] [Kitabul Ilmi oleh Ibnu Utsaimin hal. 13]

        Adapun macam ilmu sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Allamah Ar-Raghib Al-Ashfahani rahimahullah ada dua ilmu nazhari (teori) dan amali (praktek). Maka ilmu nazhari bila sudah diketahui, itu sudah sempurna, seperti ilmu tentang wujudnya alam. Sedangkan ilmu amali, tidaklah diketahui dengan sempurna kecuali bila telah diamalkan, seperti amal ibadah. Adapun pembagian yang lain : ilmu ada yang aqli (bersumber dari akal, yang diperoleh dengan percobaan yang berulang-ulang) dan ada yang sam’i (bersumber dari wahyu Ilahi yang cepat diperoleh dengan pasti tanpa ada percobaan dan keraguan). [Lihat Mufradat Al-Fadhil Qur’an : 580]

        Syaikh Abdurrahman bin Sa’di rahimahullah berkata : “Ilmu dibagi menjadi dua :

        1). Ilmu yang bermanfaat, yang dapat menjernihkan jiwa, mendidik akhlak yang mulia, dan memperbaiki aqidah, sehingga dapat menghasilkan amal yang shalih dan membuahkan kebaikan yang banyak. Ilmu ini adalah ilmu syari’at Islam dan penunjangnya, seperti bahasa Arab.

        2). Ilmu yang tidak mendidik akhlak, tidak memperbaiki akal, dan tidak memperbaiki aqidah. Ilmu ini dipelajari hanya untuk mencari faedah duniawi belaka, itulah ilmu yang dihasilkan oleh manusia dengan beraneka ragam bentuknya,. Jika ilmu ini didasari dengan iman dan landasan Dienul Islam maka menjadilah ilmu duniawiyyah diniyyah. Akan tetapi, bila tidak digunakan untuk membela agama Islam, ilmu itu hanya ilmu dunia belaka, tidak mulia, bahkan berakhir dengan kehinaan, dan boleh jadi akan merusak dirinya sendiri, seperti ilmu membuat senjata dan lainnya, dan boleh jadi mereka sombong dan menghina orang lain termasuk menghina ilmu wahyu yang diturunkan kepada para utusan Allah Azza wa Jalla, sebagaimana yang dijelaskan di dalam surat Ghafir ayat 83”. [Al-Mu’in Ala Tahshili Adabil Ilmi wa Akhlaqi Muta’allimin oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di : 37,38]

        Dari keterangan diatas, dapat kita simpulkan bahwa ilmu dibagi menjadi beberapa bagian. Ditinjau dari segi hakikat dan hukumnya ada dua : (1). Mengetahui hakekat benda, (2). Mengetahui hukum adanya sesuatu dan tidak adanya. Jika ditinjau dari sumbernya ada dua pula : (1). Aqli, (2). Sam’i. Dan jika ditinjau dari faedahnya ada tiga : (1). Ilmu yang pasti berfaedah ialah ilmu syari’at Islam, (2). Ilmu duniawi yang dilandasi syari’at Islam dan digunakan untuk khidmah Islam maka bermanfaat pula, dan (3). Ilmu duniawi yang tidak dilandasi iman dan tidak dipergunakan untuk khidmah Islam maka ilmu ini adakan merusak dirinya. Mudah-mudahan keterangan ini menambah wawasan wali murid, di mana hendaknya mereka menyekolahkan anaknya.

        Thank you for reading KEMANA MENYEKOLAHKAN ANAK?-1/3-